Ekonomi 09 Apr 2026 2 views

HdanM Bakal Tutup 160 Gerai Tahun Ini, Ini Alasannya

Judul: HdanM Bakal Tutup 160 Gerai Tahun Ini, Ini Alasannya Jakarta, Perusahaan ritel fesyen asal Swedia, H&M berencana menutup 160 gerai pada 2026. Langkah ini merupakan bagian d...

HdanM Bakal Tutup 160 Gerai Tahun Ini, Ini Alasannya
Judul: HdanM Bakal Tutup 160 Gerai Tahun Ini, Ini Alasannya

Jakarta, Perusahaan ritel fesyen asal Swedia, H&M berencana menutup 160 gerai pada 2026. Langkah ini merupakan bagian dari rencana besar perusahaan untuk memprioritaskan bisnis e-commerce dan mengoptimalkan gerai-gerai unggulan.Perusahaan sebelumnya telah menutup 163 gerai di seluruh dunia dan menggeser fokus bisnis ke e-commerce dan investasi di lokasi-lokasi yang paling menguntungkan.Sepanjang kuartal pertama tahun ini, raksasa ritel itu dilaporkan mencatat penurunan laba saat tengah menyesuaikan bisnis ke daring dan memangkas sebagian toko mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Optimalisasi portofolio toko memberikan dampak yang agak negatif terhadap penjualan kuartal pertama 2026, akibat penutupan dan pembangunan kembali toko," ungkap pihak H&M dalam laporan pendapatan mereka mengutip The Sun pada Kamis (9/4).Lihat Juga :H&M Bakal Bikin 'Kloning' Model Digital Pakai AI, Picu Perdebatan
"Namun, untuk tahun penuh 2026, efek penjualan dari optimalisasi toko diperkirakan akan sedikit positif," tambahnya.Perusahaan menjelaskan, upaya optimalisasi toko bertujuan untuk mendapatkan keuntungan lebih tinggi sekaligus mengurangi biaya yang terkait dengan staf dan kelebihan inventaris.[Gambas:Youtube]Adapun faktor besar yang melandasi restrukturisasi H&M adalah penekanan pada bisnis e-commerce. Belanja online menyumbang 30 persen dari total pendapatan peritel tersebut."Pelanggan terinspirasi dan memiliki produk yang tersedia sehingga mereka dapat berbelanja dimanapun, kapanpun, dan bagaimanapun cara yang mereka pilih (di toko,situs web, pasar digital, dan media sosial)," ujar manajemen.Di sisi lain, para ahli menilai penurunan drastis terkait rencana H&M untuk menutup 160 gerai merupakan bagian dari tren industri."Pembeli lebih mementingkan nilai, lebih sering berbelanja daring, dan kurang loyal terhadap toko fisik tradisional," kata Dominick Miserandino, CEO Retail Tech Media Nexus kepada The U.S. Sun. "Itulah sebabnya kita melihat begitu banyak perusahaan goyah. Kondisi ekonominya memang sulit."Lihat Juga :Perang Iran Lawan AS dan Israel, Bumi Makin Dekat 'Kiamat'Pada Kamis (25/3) lalu, manajemen perang Timur Tengah yang berkepanjangan dapat memberikan "dampak signifikan" pada belanja konsumen. Hal itu berpotensi menyulitkan upaya peritel fesyen untuk mengejar pesaingnya seperti Zara, dan merek-merek diskon asal China.Saham grup ritel fesyen asal Swedia ini merosot hingga 6,6 persen setelah penjualan Maret yang lesu, sekaligus menutupi kenaikan laba periode Desember-Februari yang sedikit lebih besar dari perkiraan berkat kontrol biaya yang ketat, mengutip Reuters.Lonjakan harga energi sejak dimulainya perang Iran telah memicu kekhawatiran akan inflasi dan menahan permintaan konsumen, yang berpotensi menekan bisnis peritel.CEO H&M Daniel Erver mengatakan sejauh ini perusahaan belum melihat dampak langsung pada permintaan secara keseluruhan, namun memperingatkan bahwa krisis yang berkepanjangan dapat memberikan "dampak signifikan" pada perilaku konsumen.
"Konflik yang terus berlanjut, seperti harga energi yang terus tinggi akan menciptakan tekanan inflasi pada konsumen yang sebelumnya sudah mengalami tekanan inflasi berat," katanya kepada Reuters dalam sebuah wawancara."Konflik panjang juga dapat menciptakan tekanan biaya tambahan," tambahnya.Peritel pesaing asal Inggris, Next sebelumnya menyatakan bahwa perang kemungkinan akan meredam permintaan sekaligus menaikkan biaya dan harga jual.H&M melaporkan kenaikan laba operasional kuartal pertama sebesar 26 persen dibanding tahun lalu menjadi 1,51 miliar crown atau sekitar US$162 juta. Angka tersebut, melampaui rata-rata perkiraan yakni 1,39 miliar dalam jajak pendapat analis LSEG. Ini menandai kuartal ketiga berturut-turut di mana laba meningkat, meskipun penjualan sedang lesu."Menjelang akhir kuartal, koleksi musim semi kami diterima dengan baik dan berkontribusi pada tren penjualan positif, yang juga berlanjut hingga Maret," ujar Erver.Lihat Juga :BI: Ruang Penurunan Suku Bunga Makin Tertutup Imbas Perang AS-IranMeskipun begitu, angka penjualan turun 1 persen saat H&M memprediksi kenaikan 1 persen pada Maret."Hanya 1 persen, agak mengecewakan mengingat komentar manajemen bahwa koleksi musim semi telah diterima dengan baik," kata analis Alphavalue Jie Zhang.Erver mengatakan dampak perang terhadap H&M masih terbatas karena eksposur penjualan yang kecil di Timur Tengah, di mana toko-toko dijalankan oleh pewaralaba (franchisee). Perusahaan juga sedikit terdampak akses pengiriman jalur udara karena sebagian besar barang diangkut melalui laut dan darat.Analis Inderes Lucas Mattsson mengatakan masih terlalu dini untuk berspekulasi tentang efek potensial perang, namun hal itu tetap perlu diwaspadai."Kami tidak melihat pertumbuhan penjualan yang kuat di 2026, justru karena mereka belum menunjukkan tren atau pola yang jelas mengenai hal itu," katanya.Lihat Juga :Prabowo Beber Sumber Migas RI Tak Terlalu Banyak Lewat Selat Hormuz (ins/sfr)
Add
as a preferred source on Google

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260409130100-92-1346017/hm-bakal-tutup-160-gerai-tahun-ini-ini-alasannya
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.