BI Disebut Borong Emas 2 Ton pada Kuartal I 2026
Jakarta, World Gold Council (WGC) mencatat sejumlah bank sentral dunia memborong emas selama tiga bulan pertama tahun ini, tak terkecuali Bank Indonesia (BI) yang disebut membeli h...
"Bank Indonesia berkontribusi dengan menambah 2 ton emas ke dalam cadangan devisanya, sejalan dengan pola pembelian bank sentral di kawasan yang lebih luas," ujar Shaokai saat menyampaikan laporan secara virtual, Rabu (13/5) lalu.Lihat Juga :Apa Dampak Rupiah Anjlok Ditekuk Dolar Bagi Masyarakat Desa?
Menurutnya, volume pembelian emas oleh bank sentral dunia ini melampaui angka pada kuartal sebelumnya maupun rata-rata lima tahun terakhir. Padahal, beberapa bank sentral ada yang menjual stok emas mereka.Contohnya, Bank Sentral Republik Turki, Bank Sentral Federasi Rusia, dan Dana Minyak Negara Republik Azerbaijan (SOFAZ) memilih menjual stok emasnya dengan alasan beragam, seperti menjaga nilai tukar hingga membiayai investasi mereka."Aktivitas pembelian ini menegaskan peran unik emas sebagai aset cadangan utama yang sangat penting di tengah turbulensi pasar yang ekstrem," kata Shaokai.Secara keseluruhan, total permintaan emas pada kuartal I 2025 sebanyak 1.205 ton dan naik tipis menjadi 1.231 ton di kuartal I 2026.
Produksi tambang bahkan mencetak rekor kuartal pertama baru, didorong oleh peningkatan signifikan di Indonesia menyusul pemulihan produksi di tambang Batu Hijau pasca ekspansi fasilitas pengolahan (mill expansion).Sementara itu, volume permintaan perhiasan justru turun tajam 23 persen (yoy) menjadi 300 ton sebagai respons terhadap tingginya harga. Penurunan terjadi di seluruh pasar utama, seperti China (-32 persen), India (-19 persen), Timur Tengah (-23 persen), dan Indonesia (-20 persen)."Namun, secara nilai, pengeluaran untuk perhiasan justru meningkat, menandakan konsumen tetap bersedia berinvestasi pada emas meski harga berada di level rekor," ujarnya.Lihat Juga :Bea Cukai Buka Suara Usai Disebut Sarang MalingRedaksi berupaya menghubungi Bank Indonesia untuk mengkonfirmasi pembelian emas yang dilaporkan WGC. Namun, bank sentral belum memberikan tanggapan.Emas moneter sendiri merupakan bagian dari cadangan devisa BI. Per akhir April 2026, cadangan devisa BI tercatat US$146,2 miliar atau turun 1,3 persen dibandingkan dengan posisi akhir Maret 2026, US$148,2 miliar. Posisi cadangan devisa pada akhir April 2026 setara dengan pembiayaan 5,8 bulan impor atau 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. (ldy/sfr)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260513170708-78-1358340/bi-disebut-borong-emas-2-ton-pada-kuartal-i-2026
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Pertamina Berbagi Lebih dari 4.400 Hewan Kurban di Momen Iduladha 2026
28 May 2026
Dari Sumatra ke Nusa Tenggara, BNI Salurkan 1.200 Kurban Iduladha 2026
28 May 2026
Pimpinan Bank Mandiri Hadiri Nobar Film 'Semua Akan Baik-baik Saja'
28 May 2026
Harga Minyak Naik Setelah AS Kembali Serang Iran
28 May 2026
Rupiah Melemah Pagi Ini, Dibuka Dekati Rp17.900 per Dolar AS
28 May 2026
Harga Emas Antam Turun Rp31.000 Jadi Rp2,754 Juta/gram