Mendag Minta UMKM Genjot Ekspor saat Rupiah Babak Belur
Jakarta, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso meminta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus mendorong ekspor di tengah tekanan pelemahan nilai tukar rupiah yang...
Ia mengatakan pemerintah ingin memastikan ekspor tetap tumbuh di tengah situasi ekonomi global yang dinamis. Karena itu, Budi menyebut pihaknya terus mendorong pelaku UMKM dan eksportir mencari peluang pasar baru di luar negeri.Lihat Juga :Uang Rp50 Ribu RI Raih Predikat Teraman Kedua di Dunia
"Kita harapkan, dengan kondisi seperti ini, kita tetap tumbuh dengan baik. Pokoknya apapun kondisinya, kita harus terus mencari jalan keluar agar ekspor kita tetap berjalan, bahkan terus meningkat," katanya.Budi juga mengungkapkan masih banyak pelaku UMKM yang sebenarnya memiliki produk potensial untuk pasar ekspor, namun belum memahami mekanisme ekspor maupun cara mencari pembeli dari luar negeri.Karena itu, Kemendag saat ini aktif mempertemukan eksportir muda dan pelaku UMKM melalui berbagai program pendampingan dan pelatihan."Teman-teman UMKM tadi mempunyai produk tapi belum tahu caranya ekspor. Jadi kita bareng-bareng. Setelah itu kita ada program UMKM Bisa Ekspor, kemudian juga ada pelatihan," ujarnya.Lihat Juga :Mendag Bakal Wajibkan Shopee - TikTok Shop Transparan soal Biaya AdminIa menjelaskan pemerintah membantu pelaku usaha kecil melakukan standardisasi produk agar dapat masuk ke pasar internasional, termasuk produk rumah tangga dan usaha ritel kecil."Walaupun produknya dari UMKM yang produk rumah tangga, ritel-ritel kecil, nanti kita standardisasi sehingga produk-produknya bisa masuk ke pasar ekspor," katanya.Menurut Budi, kendala terbesar yang paling sering disampaikan pelaku UMKM adalah kesulitan mencari buyer atau pembeli dari luar negeri."Keluhannya kebanyakan dari teman-teman ini enggak tahu caranya ekspor, bagaimana cara mencari buyer," ujarnya.Lihat Juga :Purbaya Klaim Satgas Debottlenecking Tarik Investasi di Atas Rp525 TUntuk mengatasi hal itu, Kemendag mengandalkan jaringan perdagangan Indonesia di luar negeri. Saat ini pemerintah memiliki perwakilan perdagangan di 33 negara melalui atase perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC).Budi mengatakan pelaku UMKM juga dapat memanfaatkan program business matching yang difasilitasi pemerintah untuk mempertemukan penjual dan calon pembeli secara daring."Kita punya program UMKM Bisa Ekspor. Di dalam program itu ada business matching. Jadi teman-teman UMKM bisa jualan secara online, bisa business matching secara online melalui perwakilan kita," terang Budi.
Selain membahas ekspor, Budi turut memastikan kondisi pangan dalam negeri masih relatif terkendali meski rupiah melemah. Ia mengatakan pemerintah terus memantau harga kebutuhan pokok bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan."Tadi pagi saya ke pasar sama Pak Menteri (Koordinator Bidang) Pangan (Zulkifli Hasan). Harga kebutuhan pokok itu sebenarnya relatif stabil. Bahkan tadi ada beberapa yang di bawah HET," ujar Budi.Bank Indonesia (BI) mengungkap pelemahan rupiah dipicu memanasnya konflik Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga minyak dunia serta penguatan dolar AS. Rupiah sempat berada di level Rp17.514 per dolar AS pada perdagangan Rabu (13/5). (del/sfr)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260514061511-92-1358481/mendag-minta-umkm-genjot-ekspor-saat-rupiah-babak-belur
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
HUT ke-31, Telkomsel Tegaskan Semangat "Melayani Sepenuh Hati"
28 May 2026
Pertamina Berbagi Lebih dari 4.400 Hewan Kurban di Momen Iduladha 2026
28 May 2026
Dari Sumatra ke Nusa Tenggara, BNI Salurkan 1.200 Kurban Iduladha 2026
28 May 2026
Pimpinan Bank Mandiri Hadiri Nobar Film 'Semua Akan Baik-baik Saja'
28 May 2026
Harga Minyak Naik Setelah AS Kembali Serang Iran
28 May 2026
Rupiah Melemah Pagi Ini, Dibuka Dekati Rp17.900 per Dolar AS