Kloter Pertama Timwas Haji DPR Berangkat, Siap Sidak Layanan Jemaah
Jakarta, Kloter pertama Timwas Haji DPR RI mulai berangkat ke Tanah Suci pada Sabtu (16/5) dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Sabtu (16/05). Salah satu anggota Timwas...
Salah satu anggota Timwas Haji DPR RI Selly Andriany Gantina menjelang berangkat mengatakan Timwas Haji DPR akan melakukan pengawasan langsung terhadap pelayanan jemaah haji Indonesia di Madinah dan Makkah.
Pengawasan akan difokuskan pada kawasan Markaziyah Madinah, layanan kesehatan, katering, hingga kelayakan hotel yang ditempati jemaah.
Selly mengatakan pihaknya telah memetakan sejumlah titik krusial yang akan menjadi perhatian selama proses pengawasan haji berlangsung.
Timwas Haji DPR Sebut Ada Hotel Jemaah Haji yang Tak Layak
"Kami akan memerhatikan beberapa titik krusial seperti rumah sakit yang berkaitan dengan layanan kesehatan jemaah, termasuk pelaksanaan asuransi kesehatan yang bekerja sama dengan Pemerintah Saudi," ujar Selly.
Selain kesehatan, Tim Pengawas Haji DPR juga menyoroti kualitas layanan katering yang dikonsumsi jemaah haji. Selly menyebut menu katering yang kurang sesuai dengan selera Nusantara mulai dikeluhkan dan berpotensi menimbulkan kejenuhan bagi jemaah selama berada di Tanah Suci.
Timwas Haji DPR juga menyoroti fasilitas hotel bagi jemaah. Ia mengatakan Timwas Haji DPR sudah menerima laporan adanya hotel yang dinilai tidak layak untuk kembali digunakan pada musim haji mendatang.
Temuan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dalam rapat bersama Kementerian Agama.
Selly juga mengungkap adanya persoalan overkapasitas hotel di Makkah. Berdasarkan laporan yang diterima DPR, sejumlah hotel di sektor 4 dan sektor 9 diduga menempatkan enam tempat tidur dalam kamar yang seharusnya hanya berkapasitas empat orang.
"Ini menjadi evaluasi kami, apakah karena kamar tidak cukup atau memang dipaksakan oleh pihak terkait," kata Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu.
Menurut Selly, dengan total sekitar 203 ribu jemaah haji reguler, seharusnya kapasitas hotel yang telah disiapkan pemerintah mampu menampung seluruh jemaah di 10 sektor wilayah Makkah tanpa harus memaksakan kapasitas kamar.
Di sisi lain, DPR mengapresiasi langkah pemerintah dalam mencegah keberangkatan haji ilegal. Selly menilai koordinasi lintas kementerian, imigrasi, dan aparat bandara cukup efektif menekan praktik pemberangkatan menggunakan visa nonhaji.
Namun demikian, ia menilai sosialisasi terkait aturan baru dari Pemerintah Arab Saudi masih lemah. Salah satu aturan yang perlu segera diinformasikan kepada jemaah adalah larangan mendokumentasikan area privat milik warga Saudi yang dapat berujung sanksi hukum.
"Informasi seperti ini harus disampaikan jauh-jauh hari agar tidak terlambat diterima jemaah," ujarnya.
Selly juga menyoroti laporan adanya jemaah yang terpisah dari rombongannya di hotel, sehingga distribusi makanan menjadi terganggu. Ia menilai pemisahan rombongan dalam satu kloter tidak seharusnya terjadi karena dapat menyulitkan pendistribusian konsumsi.
"Tidak boleh ada katering yang terpisah-pisah dari satu kloter karena itu akan menyulitkan distribusi makanan," tegasnya.
(agt)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260516105110-78-1359043/kloter-pertama-timwas-haji-dpr-berangkat-siap-sidak-layanan-jemaah
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
HUT ke-31, Telkomsel Tegaskan Semangat "Melayani Sepenuh Hati"
28 May 2026
Pertamina Berbagi Lebih dari 4.400 Hewan Kurban di Momen Iduladha 2026
28 May 2026
Dari Sumatra ke Nusa Tenggara, BNI Salurkan 1.200 Kurban Iduladha 2026
28 May 2026
Pimpinan Bank Mandiri Hadiri Nobar Film 'Semua Akan Baik-baik Saja'
28 May 2026
Harga Minyak Naik Setelah AS Kembali Serang Iran
28 May 2026
Rupiah Melemah Pagi Ini, Dibuka Dekati Rp17.900 per Dolar AS