Ekonomi 17 May 2026 7 views

Kemnaker Berupaya Cegah PHK Akibat Geopolitik Global

Jakarta, Pemerintah Indonesia sedang terus mengantisipasi potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mungkin terjadi dampak geopolitik global, terutama akibat ketegangan di Timur...

Kemnaker Berupaya Cegah PHK Akibat Geopolitik Global
Jakarta, Pemerintah Indonesia sedang terus mengantisipasi potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mungkin terjadi dampak geopolitik global, terutama akibat ketegangan di Timur Tengah. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor."Kita segera mengantisipasi terjadinya PHK yang bisa membuat banyaknya pengangguran yang ada di Indonesia," ujar Afriansyah di tengah acara Patriot Move 2026 yang diselenggarakan Kementerian Transmigrasi di Bundaran HI, Jakarta, pada Minggu (17/5), dilansir Antara.Lihat Juga :Perusahaan Bakal Diminta Patungan Bayar Gaji Peserta Magang Nasional

Menurut Afriansyah, konflik global saat ini memberikan tekanan pada perekonomian di banyak negara, termasuk Indonesia. Hal ini membuat pemerintah harus mengambil langkah-langkah untuk menjaga stabilitas lapangan pekerjaan."Tingkat pengangguran sekarang ini setara dengan 7,4 juta orang, sekitar 4,3 persen dari jumlah penduduk Indonesia," kata Afriansyah.

Ia menambahkan, pemerintah terus memantau dampak kondisi geopolitik global terhadap ketenagakerjaan nasional untuk mencegah peningkatan PHK di berbagai sektor industri.Pilihan RedaksiKemnaker Buka Suara soal Laporan 10 Perusahaan Mau PHK Juli MendatangKesejahteraan Buruh dan Ancaman Badai PHK PekerjaPotongan Aplikator Ojol 8 Persen Berlaku Pada Juni 2026Sebagai langkah konkret, Afriansyah mengatakan pemerintah memperkuat berbagai program ketenagakerjaan. Hal tersebut untuk membantu masyarakat tetap mendapatkan peluang kerja di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.Salah satu inisiatif yang direncanakan, yakni memperluas program Magang Nasional dengan meningkatkan kuota peserta dari 100 ribu menjadi 150 ribu orang pada 2026.Program ini ditujukan untuk membantu lulusan baru memperoleh pengalaman kerja dan meningkatkan keterampilan agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri yang makin kompetitif."Untuk tahun 2026, Bapak Presiden (Prabowo Subianto) melalui Kementerian Ketenagakerjaan juga membuka insyaallah lowongan sekitar 150 ribu. Jadi, dari 100 ribu naik menjadi 150 ribu," ucap Afriansyah.Selain program magang, pemerintah juga membuka pelatihan vokasi nasional bagi lulusan SMA dan SMK melalui balai pelatihan kerja dengan kuota 70 ribu pelatihan.Afriansyah pun mengajak masyarakat untuk mendaftar berbagai pelatihan tersebut melalui aplikasi SIAPKerja. Para peserta dapat mengikuti program magang dan pelatihan vokasi nasional."Di situ nanti diberikan insentif itu per hari untuk uang sakunya Rp20.000, terus pelatihannya gratis selama bisa mengikuti dengan baik dan mendapatkan sertifikasi dari negara," Afriansyah menambahkan.Afriansyah mengatakan, pemerintah yakin penguatan ekonomi rakyat akan menjadi fondasi penting dalam menghadapi tekanan global. Oleh karena itu, pelatihan kerja dan penempatan tenaga kerja akan terus diperluas di berbagai daerah di Indonesia. (rti)

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260517154744-92-1359315/kemnaker-berupaya-cegah-phk-akibat-geopolitik-global
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.