Purbaya Buka Suara soal Rupiah Anjlok ke Rp17.600
Jakarta, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal nilai tukar rupiah yang menunjukkan tren melemah belakangan, bahkan menembus level Rp17.600 per dolar AS har...
Purbaya menyebut saat itu Indonesia sudah mengalami resesi sejak pertengahan 1997, sedangkan kondisi hari ini menurutnya berbeda.Lihat Juga :Purbaya soal IHSG Anjlok: Ga Usah Takut, Serok Bawah SekarangIa mengatakan Indonesia belum mengalami resesi, bahkan perekonomian Indonesia bertumbuh kencang.
"Jadi masih ada ruang untuk memperbaiki semua," ucapnya.Menurutnya, pemerintah masih akan membantu pergerakan nilai tukar rupiah untuk bangkit. Sejak minggu lalu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) turun tangan membantu Bank Indonesia (BI) menstabilkan rupiah dengan masuk ke pasar obligasi melalui bond stabilization fund (BSF).Purbaya menyatakan hari ini pihaknya akan terjun ke pasar obligasi lebih signifikan dibanding pekan lalu. Tujuannya, pasar obligasi bisa terkendali dan memperkuat nilai tukar rupiah.Lihat Juga :Kemenkeu soal Isu Purbaya Persilakan Investor Asing Angkat Kaki: Hoaks"Kita juga akan masuk ke bond market mulai hari ini. Minggu lalu udah masuk, tapi hanya sedikit. Mulai hari ini akan kita masuk dengan lebih signifikan lagi, sehingga pasar obligasinya terkendali," ucapnya.Dengan begitu, Purbaya berharap investor asing yang memegang surat utang RI tidak perlu menjualnya karena harganya turun. Hal ini bisa meredam gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar AS."Asing yang pegang obligasi nggak keluar, karena takut misalnya ada capital loss gara-gara harga obligasi turun. Itu akan bisa membantu pergerakan rupiah sedikit," ujar Purbaya.Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menunjukkan tren negatif dalam beberapa waktu terakhir. Pada Senin (18/5) siang, nilai tukar rupiah nyaris menembus level Rp17.700 per dolar AS. Angka ini menjadi level mata uang Garuda yang terlemah sepanjang sejarah.
Pantauan .com dalam situs Bloomberg, rupiah berada di level Rp17.676 per dolar AS pada pukul 12.00 WIB. Posisi itu melemah 80 poin atau 0,45 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.Pelemahan itu juga memperdalam tekanan rupiah setelah pada pembukaan perdagangan pagi tadi rupiah sudah berada di level Rp17.630 per dolar AS, turun 33 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya.Level itu melampaui rekor pelemahan rupiah saat krisis moneter 1998 yang sempat menyentuh kisaran Rp16.800 per dolar AS. (mnf/pta)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260518122031-532-1359539/purbaya-buka-suara-soal-rupiah-anjlok-ke-rp17600
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Pertamina Berbagi Lebih dari 4.400 Hewan Kurban di Momen Iduladha 2026
28 May 2026
Dari Sumatra ke Nusa Tenggara, BNI Salurkan 1.200 Kurban Iduladha 2026
28 May 2026
Pimpinan Bank Mandiri Hadiri Nobar Film 'Semua Akan Baik-baik Saja'
28 May 2026
Harga Minyak Naik Setelah AS Kembali Serang Iran
28 May 2026
Rupiah Melemah Pagi Ini, Dibuka Dekati Rp17.900 per Dolar AS
28 May 2026
Harga Emas Antam Turun Rp31.000 Jadi Rp2,754 Juta/gram