Rupiah Berdarah ke Rp17.668 per Dolar AS Sore Ini
Jakarta, Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.668 per dolar AS pada perdagangan Senin (18/5) sore. Mata uang Garuda melemah 71 poin atau 0,40 persen dibandingkan perdagangan seb...
Mata uang utama negara maju juga bergerak variatif. Euro Eropa naik 0,10 persen, poundsterling Inggris menguat 0,31 persen, dolar Australia terapresiasi 0,10 persen, dolar Kanada naik 0,09 persen, serta franc Swiss menguat 0,25 persen terhadap dolar AS.Lihat Juga :Purbaya Buka Suara soal Rupiah Anjlok ke Rp17.600
Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan dolar AS dipicu meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap risiko inflasi global akibat lonjakan harga minyak dunia di tengah memanasnya tensi geopolitik Timur Tengah.Menurutnya, kenaikan harga energi memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed), akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. "Penguatan dolar AS terjadi karena meningkatnya risiko inflasi yang didorong tingginya harga minyak. Hal ini memperkuat ekspektasi bahwa The Fed dapat mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama," ujarnya kepada .com, Senin (18/5).Ia mengatakan pasar juga mencermati meningkatnya ketegangan geopolitik setelah upaya mengakhiri konflik AS-Iran dinilai belum menunjukkan kemajuan signifikan.Ibrahim menyebut serangan drone di Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi memicu kekhawatiran eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.Selain faktor eksternal, Ibrahim menilai pasar domestik turut tersentak oleh pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut sebagian besar masyarakat desa tidak menggunakan dolar AS dalam aktivitas sehari-hari.Lihat Juga :IHSG Sesi I Ambruk 3,76 Persen ke 6.470Menurut Ibrahim, pernyataan tersebut memunculkan persepsi negatif di pasar di tengah pelemahan rupiah yang terus terjadi."Kondisi masyarakat desa saat ini lebih memahami perkembangan ekonomi dan teknologi dibandingkan sebelumnya, sehingga pernyataan tersebut menjadi sorotan pasar," katanya.Ia menambahkan pernyataan pejabat pemerintah, termasuk kepala negara, menjadi perhatian investor di tengah kondisi pasar yang sensitif terhadap sentimen global.Ibrahim memperkirakan rupiah masih berpotensi melemah pada perdagangan besok di kisaran Rp17.660 hingga Rp17.720 per dolar AS.
(lau/ins)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260518155532-78-1359653/rupiah-berdarah-ke-rp17668-per-dolar-as-sore-ini
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Pertamina Berbagi Lebih dari 4.400 Hewan Kurban di Momen Iduladha 2026
28 May 2026
Dari Sumatra ke Nusa Tenggara, BNI Salurkan 1.200 Kurban Iduladha 2026
28 May 2026
Pimpinan Bank Mandiri Hadiri Nobar Film 'Semua Akan Baik-baik Saja'
28 May 2026
Harga Minyak Naik Setelah AS Kembali Serang Iran
28 May 2026
Rupiah Melemah Pagi Ini, Dibuka Dekati Rp17.900 per Dolar AS
28 May 2026
Harga Emas Antam Turun Rp31.000 Jadi Rp2,754 Juta/gram