Harga Meledak, Kambing Kurban di Gaza Capai Rp106 Juta per Ekor
Jakarta, Harga hewan kurban di Jalur Gaza dilaporkan meroket tajam hingga menyentuh angka US$6.000 atau setara Rp106 juta per ekor menjelang perayaan Iduladha 2026. Lonjakan harga...
"Setiap tahun kami biasa berkurban, kami akan menyembelih, berbahagia, makan bersama dan membagikan kepada masyarakat miskin," kenang Suhweil dilansir dari Al Jazeera, Kamis (28/5).Lihat Juga :H-1 Iduladha Pedagang Hewan Kurban Menjerit, Penjualan Turun 60 Persen
Suhweil bahkan membeberkan perbandingan harga yang sangat timpang sebelum dan sesudah perang berkecamuk, di mana sebelum perang harga seekor domba biasa dijual 400-500 dinar Yordania (US$560-$700) atau sekitar 2.000 shekel. Kini, saat perang berkecamuk harga hewan kurban meledak. Ia mengungkapkan, seekor hewan kurus dengan bobot 50 kilogram melonjak drastis hingga 16.000-17.000 shekel (US$4.000-$4.700), bahkan beberapa laporan mencatat harga tertinggi menembus US$6.000 (Rp106 juta)."Saat ini, orang bahkan tidak memikirkan kurban, mereka bahkan tidak mampu membeli dua kilo sayuran," ungkapnya.Melonjaknya harga hewan kurban merupakan imbas langsung hancurnya sektor peternakan di Palestina. Data dari Kamar Dagang dan Industri Gaza menyebutkan bahwa lebih dari 90 persen peternakan di Gaza telah hancur atau rusak akibat serangan militer Israel.
Blokade ketat terhadap pakan serta larangan masuknya hewan hidup dari luar wilayah membuat pasokan ternak lumpuh total. Kondisi ini memaksa warga dari berbagai kalangan mengantre panjang demi mendapatkan bantuan pangan pokok."Kami merasa seolah-olah kami adalah sekte Muslim yang berbeda, tidak dapat melakukan ritual Iduladha apa pun," keluh Suhweil.Kekecewaan mendalam juga dirasakan Fawzi Hamdan (63). Tabungan yang ia kumpulkan bertahun-tahun untuk menunaikan ibadah Haji bersama istrinya hangus karena wilayah mereka dikepung total.Lihat Juga :MUI soal Kurban Pakai APBN: Logikanya Sama dengan Bantuan Sembako"Kami terkepung, kami tidak bisa keluar atau masuk, tidak bisa menunaikan ibadah Haji, tidak bisa mendapatkan perawatan, tidak bisa melakukan apa pun secara normal," ujar ayah tujuh anak tersebut.Pada perayaan Iduladha ini, sebagian besar warga Gaza terpaksa bertahan hidup dalam kondisi mendekati kelaparan. Hamdan bahkan berkelakar getir mengenai situasi ini."Tahun lalu, saya mengganti kurban dengan sekaleng daging kalengan, tahun ini, saya tidak tahu. Mungkin akan diperbolehkan bagi kami untuk menyembelih ayam sebagai kurban atau membeli daging beku?" tuturnya.Kisah pilu lainnya dibagikan I'tidal Hamdan (68), seorang ibu dari 11 anak yang mengungsi dari Beit Hanoon, Gaza utara. Hamdan awalnya berharap tahun ini bisa berbeda setelah nama dirinya dan sang suami masuk dalam daftar resmi kuota jemaah Haji pada 2024 lalu.Lihat Juga :Purbaya Nilai Rupiah Anjlok ke Rp17.800 Tak Masuk AkalNamun, impian yang telah dinanti selama lebih dari satu dekade tersebut hancur seketika. Suaminya yang berusia 67 tahun tewas dalam serangan udara Israel tahun lalu sebelum sempat menginjakkan kaki di Mekah."Mungkin saya telah memimpikannya selama lebih dari 10 tahun," ujar Hamdan, seperti dikutip dari Al Jazeera. "Suami saya sangat menginginkan melaksanakan ibadah Haji dan dia terbunuh sebelum dia dapat memenuhi keinginannya."Perang yang berkecamuk membuat alokasi keberangkatan jemaah Haji asal Gaza kini tertunda hingga batas waktu yang tidak dapat ditentukan. (dis/ins)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260528175833-92-1363172/harga-meledak-kambing-kurban-di-gaza-capai-rp106-juta-per-ekor
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Pupuk Indonesia Salurkan Hewan Kurban untuk 152 Ribu Penerima Manfaat
28 May 2026
HUT ke-31, Telkomsel Tegaskan Semangat "Melayani Sepenuh Hati"
28 May 2026
Pertamina Berbagi Lebih dari 4.400 Hewan Kurban di Momen Iduladha 2026
28 May 2026
Dari Sumatra ke Nusa Tenggara, BNI Salurkan 1.200 Kurban Iduladha 2026
28 May 2026
Pimpinan Bank Mandiri Hadiri Nobar Film 'Semua Akan Baik-baik Saja'
28 May 2026
Harga Minyak Naik Setelah AS Kembali Serang Iran