Ekonomi 20 Jun 2026 1 views

Bos Artha Graha Nilai Indonesia Masih Menarik bagi Investor Global

Jakarta, Pengusaha nasional, Tomy Winata, menilai Indonesia masih memiliki prospek investasi yang kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik yang terjadi...

Bos Artha Graha Nilai Indonesia Masih Menarik bagi Investor Global
Jakarta, Pengusaha nasional, Tomy Winata, menilai Indonesia masih memiliki prospek investasi yang kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik yang terjadi di berbagai negara. Menurutnya, kondisi tersebut tidak mengurangi daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi jangka panjang.Pendiri Artha Graha Network itu mengatakan optimisme terhadap perekonomian nasional perlu tetap dijaga. Ia menilai berbagai tantangan yang muncul saat ini, termasuk fluktuasi nilai tukar rupiah, merupakan bagian dari siklus yang bersifat sementara.“Bukan hanya Bali. Bali dan Indonesia semuanya prospek. Yang penting kita ikuti aturan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/6).

Tomy menuturkan bahwa sebagai pelaku usaha, dirinya selalu berupaya melihat peluang yang dapat berkembang di masa depan. Ia meyakini Indonesia memiliki kekuatan tersendiri untuk menghadapi perubahan kondisi ekonomi dunia.Menurutnya, tantangan global tidak seharusnya membuat dunia usaha kehilangan kepercayaan terhadap potensi yang dimiliki Indonesia. Peluang pertumbuhan masih terbuka di berbagai sektor selama didukung oleh stabilitas dan kepatuhan terhadap regulasi.

“Kita pedagang melihat kesempatan, melihat kemungkinan dan melihat sesuatu yang saya kira akan muncul lebih baik,” imbuh dia.Di samping faktor ekonomi, Tomy menilai persatuan nasional menjadi modal penting dalam menjaga kepercayaan investor. Ia mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh berbagai isu yang berpotensi memecah belah bangsa.Menurutnya, posisi Indonesia tetap strategis dan memiliki peran penting di tingkat global. Karena itu, optimisme terhadap masa depan negara perlu terus diperkuat.“Indonesia dibutuhkan dunia. Yang penting kita orang Indonesia bersatu. Jangan terpengaruh oleh kompor-kompor. Kita yakin saja sebagai orang Indonesia,” tegasnya.Tomy juga mengingatkan investor agar tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam mengambil keputusan. Ia menilai investasi yang sehat adalah investasi yang disesuaikan dengan kemampuan finansial serta mengikuti aturan yang berlaku.Pendekatan tersebut dinilai dapat membantu investor menghadapi perubahan kondisi ekonomi tanpa harus menanggung risiko yang berlebihan. Menurutnya, kedisiplinan dalam mengelola investasi menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan usaha.“Yang penting jangan overinvest. Investasi sesuai dengan kekuatan kita yang masuk akal dan sesuai aturan pemerintah dan negara,” ujarnya.Secara khusus, Tomy melihat Bali masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Ia menilai perkembangan sektor pariwisata tidak hanya memberikan manfaat bagi industri perjalanan, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor lain yang saling terhubung.Ia menyebut ekonomi kreatif, kuliner, seni budaya, hingga pengelolaan situs sejarah dan keagamaan akan ikut berkembang seiring meningkatnya aktivitas pariwisata. Efek berganda tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Bali tetap menarik bagi investor.“Kalau pariwisata jalan, akomodasi perjalanan, ekonomi kreatif, kuliner, seni budaya juga ikut jalan,” katanya.Tomy juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Menanggapi berbagai tantangan yang dihadapi kawasan wisata seperti Kuta, termasuk abrasi pantai dan dampak pertumbuhan pariwisata, ia mendorong adanya kerja sama berbagai pihak untuk mencari solusi.Menurutnya, setiap perkembangan tentu membawa konsekuensi yang perlu dikelola secara bersama-sama. Karena itu, pelaku usaha juga perlu berkontribusi terhadap upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.“Jangan hanya curhat masalah. Ya sudah, ada untung kurangi beberapa persen untuk CSR, peduli lingkungan,” ajak dia.Tomy menegaskan bahwa peluang investasi di Bali masih terbuka selama masyarakat dan budaya lokal tetap menjadi bagian penting dalam proses pembangunan. Ia menilai kekuatan budaya yang dimiliki Bali menjadi salah satu faktor yang membuat daerah tersebut memiliki daya tarik yang berkelanjutan di mata investor.“Selama masyarakat Bali menerima dan budaya Bali tetap terjaga, maka berbagai peluang pengembangan dan investasi di Pulau Dewata masih terbuka lebar,” pungkasnya. (rir)

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260620204056-625-1371288/bos-artha-graha-nilai-indonesia-masih-menarik-bagi-investor-global
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.