Kenapa Tubuh Mudah Sakit Saat Liburan? Ini Penjelasannya
Judul: Kenapa Tubuh Mudah Sakit Saat Liburan? Ini Penjelasannya Daftar Isi 1. Stres yang baru terasa saat tubuh berhenti 2. Ada 'tantangan' baru untuk tubuh 3. Liburan sebenarnya
Daftar Isi
1. Stres yang baru terasa saat tubuh berhenti
2. Ada 'tantangan' baru untuk tubuh
3. Liburan sebenarnya tak sepenuhnya istirahat
Lantas, apa yang harus dilakukan?
Jakarta, Liburan seharusnya menjadi momen paling menyenangkan. Setelah bekerja lembur, menutup target akhir tahun, dan akhirnya mengemas koper, Anda siap menikmati hari-hari santai, entah berjalan di taman High Line di New York atau menyusuri pasar rempah Marrakesh.Namun, baru sehari liburan, tenggorokan mulai terasa gatal. Atau lebih buruk lagi, perut mulas yang memaksa Anda menghabiskan waktu di kamar hotel. Fenomena ini terasa menjengkelkan karena seolah tubuh justru 'berkhianat' saat liburan dimulai.Kondisi ini dikenal sebagai leisure sickness, istilah yang menunjukkan pola ketika seseorang justru merasa tidak enak badan saat akhirnya mengambil waktu istirahat dari pekerjaan.
"Ini bukan diagnosis psikiatri resmi, tetapi cukup sering terjadi, terutama pada mereka yang sulit bertransisi dari bekerja ke tidak bekerja," kata Ong Li Anne, konsultan psikiatri di Ng Teng Fong General Hospital (NTFGH) mengutip CNA.Lihat Juga :Awas, Hipertensi Ancam Usia Muda Tapi Sering Tidak TerdiagnosisKondisi ini kerap dialami individu dengan tekanan kerja tinggi dan standar diri yang juga tinggi. Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa hal yang bisa memicu kenapa Anda kerap sakit saat liburan: 1. Stres yang baru terasa saat tubuh berhentiStres menjadi faktor utama. Menurut Yee Szemen, konsultan senior sekaligus Kepala Divisi Endokrinologi NTFGH, tekanan pekerjaan, terutama menjelang akhir tahun, memicu respons fight or flight dalam tubuh."Tubuh melepaskan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol. Dalam jangka panjang, hormon ini menekan sistem imun," jelasnya.Saat hormon stres terus tinggi, tubuh seakan memerintahkan sistem kekebalan untuk 'mundur' demi menghemat energi menghadapi tekanan.Pilihan RedaksiCocok Buat Keluarga, Ini 5 Wisata di Jakarta yang Buka saat Tahun Baru7 Rekomendasi Destinasi Wisata Malam Tahun Baru di JogjaGubernur Bali: Penerbangan Berkurang, Wisatawan Ikut TurunAkibatnya, daya tahan tubuh menurun. Begitu stres mereda saat liburan, tubuh menjadi lebih rentan terhadap virus flu atau pilek.Ong menambahkan, ketika ritme melambat, seseorang juga menjadi lebih peka terhadap sinyal tubuh. Rasa lelah, pegal, atau tidak nyaman yang sebelumnya diabaikan saat sibuk bekerja kini terasa lebih jelas.2. Ada 'tantangan' baru untuk tubuhFaktor perjalanan juga berperan. Menurut Woo Han Yang, dokter umum dari Doctor Anywhere, udara kabin pesawat yang kering dapat mengganggu fungsi alami lendir di hidung dan tenggorokan."Lendir berfungsi menangkap virus dan bakteri. Saat udara terlalu kering, lendir mengering dan tidak bekerja optimal, sehingga kuman lebih mudah masuk ke saluran pernapasan," ujarnya.Meski demikian, Woo menilai pesawat jarang menjadi penyebab langsung. Gejala biasanya muncul beberapa hari setelah tiba di destinasi, saat tubuh beradaptasi dengan iklim, lingkungan, dan pola makan baru.Keluhan paling umum adalah diare, yang sering berkaitan dengan perbedaan standar kebersihan makanan, bakteri lokal, atau air minum. Ditambah lagi, berada di lingkungan asing dapat menimbulkan stres tersendiri, apalagi jika sulit berkomunikasi saat membutuhkan bantuan medis.3. Liburan sebenarnya tak sepenuhnya istirahatBahkan tanpa bepergian, musim liburan tetap meningkatkan risiko sakit. Pertemuan keluarga, acara kumpul teman, hingga pusat perbelanjaan yang padat memperbesar peluang tertular penyakit.
Konsumsi alkohol berlebihan juga dapat melemahkan sistem imun. "Alkohol diketahui mengganggu proses fisiologis normal dan menurunkan pertahanan tubuh," kata Woo.Aktivitas fisik yang berlebihan pun bisa berdampak serupa. Ada teori open window, yakni periode singkat penurunan imunitas setelah olahraga berat berkepanjangan. Jika dikombinasikan dengan stres tinggi, tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi.Lantas, apa yang harus dilakukan?Saat bepergian, Woo menyarankan kebiasaan makan dan minum yang aman, memilih air kemasan, menghindari makanan mentah atau kurang matang, serta menjaga kebersihan tangan.Soal suplemen, ia menegaskan dasar-dasar tetap yang utama. Pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, dan istirahat cukup adalah fondasi sistem imun yang kuat. Suplemen hanya bersifat pendukung, bukan pengganti.Lihat Juga :Apa Penyebab Batuk Berdahak dan Berdarah? Ini yang Perlu DiwaspadaiSementara itu, Ong menyarankan perubahan cara pandang terhadap istirahat. "Bagi tubuh, istirahat bukan tombol on-off, melainkan proses bertahap," ujarnya.Ia menyarankan agar pengelolaan stres dilakukan sepanjang tahun, rutin beristirahat saat bekerja, tetap aktif bergerak, menjaga hubungan sosial yang menyenangkan, tidur cukup, dan makan seimbang. Dengan begitu, transisi menuju liburan terasa lebih alami, bukan kejutan mendadak bagi tubuh. (tis/tis)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20251229172632-255-1311654/kenapa-tubuh-mudah-sakit-saat-liburan-ini-penjelasannya
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
14 Feb 2026
Penyakit Ini Mengintai Kamu yang Suka Tidur dengan Lampu Menyala
13 Feb 2026
Cancer Cocok dengan Zodiak Apa? Ini Penjelasannya
13 Feb 2026
Cek Jadwal War Tiket Mudik Kereta Lebaran 2026, Berikut Cara Pesannya
13 Feb 2026
50 Ucapan Hari Valentine untuk Sahabat yang Tulus dan Berkesan
13 Feb 2026
7 Cara 'Ngucapin' Hari Valentine ke Pacar yang Romantis dan Tulus
13 Feb 2026
Changi Jadi Salah Satu Bandara Terbaik untuk Bertemu Belahan Jiwa