Gaya Hidup 31 Dec 2025 6 views

5 Penyakit yang Paling Banyak Dialami Warga Indonesia Sepanjang 2025

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah merilis data lima penyakit yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia sepanjang tahun 2025, berdasarkan sistem surveilans nasional. Dat...

5 Penyakit yang Paling Banyak Dialami Warga Indonesia Sepanjang 2025
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah merilis data lima penyakit yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia sepanjang tahun 2025, berdasarkan sistem surveilans nasional. Data ini menunjukkan bahwa penyakit infeksi masih menjadi beban kesehatan utama, terutama di daerah padat penduduk dengan tantangan sanitasi.

Berikut adalah rincian lima penyakit tersebut:

1. **Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)**
ISPA menempati posisi teratas dengan 14.506.235 kasus sepanjang 2025. Kemenkes mencatat bahwa peningkatan kasus ISPA sering terjadi saat musim hujan, di mana suhu dan kelembapan mendukung penyebaran virus dan bakteri pernapasan. Penurunan cakupan imunisasi juga dianggap meningkatkan kerentanan kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Provinsi dengan kasus ISPA tertinggi:
* Jawa Barat: 2.527.302 kasus
* Jawa Tengah: 2.292.627 kasus
* DKI Jakarta: 1.845.882 kasus
* Jawa Timur: 1.337.901 kasus
* Banten: 827.325 kasus

2. **Diare Akut**
Diare akut berada di posisi kedua dengan total 3.774.195 kasus sepanjang 2025. Berbeda dengan ISPA, diare tidak menunjukkan pola musiman yang kuat. Kemenkes menilai tingginya kasus diare lebih berkaitan dengan akses sanitasi, kualitas air bersih, serta kebersihan makanan dan minuman. Wilayah padat penduduk dengan tantangan sanitasi masih mencatat angka kasus yang besar, terutama di Pulau Jawa.
Provinsi dengan kasus diare akut tertinggi:
* Jawa Barat: 667.709 kasus
* Jawa Tengah: 542.065 kasus
* Jawa Timur: 512.924 kasus
* DKI Jakarta: 317.688 kasus
* Banten: 228.179 kasus

3. **Influenza-like Illness (ILI)**
ILI mencatat 1.692.642 kasus sepanjang 2025. Dalam beberapa pekan terakhir, tren kasus dilaporkan berfluktuasi namun menunjukkan kecenderungan meningkat secara nasional. Rendahnya cakupan vaksin influenza disorot sebagai salah satu faktor yang berpotensi memperluas penularan di masyarakat.
Provinsi dengan kasus ILI tertinggi:
* Jawa Timur: 448.894 kasus
* Jawa Barat: 233.156 kasus
* Jawa Tengah: 229.439 kasus
* Sumatera Utara: 196.572 kasus
* Aceh: 63.943 kasus

4. **Suspek Demam Tifoid**
Kasus suspek demam tifoid mencapai 914.132 kasus sepanjang 2025. Tren peningkatan terlihat sejak akhir 2024 dan kembali menguat pada pertengahan 2025. Kemenkes menilai rendahnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), terutama kebersihan lingkungan, keamanan makanan, serta kebiasaan mencuci tangan, masih menjadi faktor utama.
Provinsi dengan kasus suspek tifoid tertinggi:
* Jawa Barat: 182.245 kasus
* Jawa Timur: 179.950 kasus
* Jawa Tengah: 168.952 kasus
* DKI Jakarta: 59.201 kasus
* Banten: 49.299 kasus

5. **Pneumonia**
Pneumonia menjadi penyakit kelima dengan jumlah kasus terbanyak di Indonesia sepanjang 2025, dengan total 753.712 kasus. Kemenkes menyebut kenaikan kasus pada awal tahun ini dipengaruhi oleh meningkatnya kapasitas unit pelapor dalam mendeteksi dan mencatat kasus pneumonia secara lebih optimal. Secara historis, tren pneumonia di Indonesia menunjukkan keterkaitan erat dengan faktor iklim dan musim. Lonjakan kasus terlihat sejak minggu ke-34 tahun 2023 seiring dampak El Nino, dan kembali meningkat pada awal 2024 serta akhir 2024 hingga awal 2025 seiring intensitas musim hujan. Sepanjang 2025, tren kasus pneumonia bersifat fluktuatif, dengan kenaikan menonjol pada minggu ke-29 hingga minggu ke-36.
Provinsi dengan kasus pneumonia tertinggi:
* Jawa Barat: 142.092 kasus
* Jawa Tengah: 113.844 kasus
* Jawa Timur: 100.936 kasus
* DKI Jakarta: 70.074 kasus
* Banten: 48.466 kasus

Tingginya kasus lima penyakit ini menekankan pentingnya pencegahan dasar, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi air dan makanan yang aman, hingga melengkapi imunisasi. Penyakit yang tampak umum tetap menjadi ancaman serius jika pencegahan tidak dilakukan secara konsisten, terutama di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20251231113217-255-1312227/5-penyakit-yang-paling-banyak-dialami-warga-indonesia-sepanjang-2025
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.