Gaya Hidup 03 Jan 2026 5 views

Setiap 2 Menit, 1 Wanita Meninggal Akibat Kanker Serviks

Seorang wanita bernama Jeanette merasa sangat terpukul setelah didiagnosis kanker serviks. Ia dihantui pertanyaan tentang kemungkinan tidak bisa memiliki anak atau harus menopause...

Setiap 2 Menit, 1 Wanita Meninggal Akibat Kanker Serviks
Seorang wanita bernama Jeanette merasa sangat terpukul setelah didiagnosis kanker serviks. Ia dihantui pertanyaan tentang kemungkinan tidak bisa memiliki anak atau harus menopause di usia 31 tahun. "Saya merasa dikhianati oleh tubuh saya sendiri," ujarnya kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kanker serviks, yang merupakan jenis kanker keempat paling umum pada wanita, merenggut nyawa Jeanette setahun setelah diagnosis. Pada Januari, yang diperingati sebagai Bulan Kesadaran Kanker, WHO kembali menekankan bahwa penyakit ini sebenarnya dapat dicegah dan disembuhkan.

Kanker serviks adalah kanker pada leher rahim yang jika tidak dideteksi atau diobati sejak dini, dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Data WHO tahun 2022 menunjukkan angka yang mengkhawatirkan: sekitar 660.000 wanita didiagnosis menderita kanker serviks di seluruh dunia, dan sekitar 350.000 wanita meninggal dunia akibat penyakit ini. UNICEF, badan anak-anak PBB, memperingatkan bahwa penyakit ini merenggut nyawa satu wanita setiap dua menit.

Hampir seluruh kasus kanker serviks terkait dengan infeksi Human Papillomavirus (HPV), virus yang sangat umum menular melalui kontak seksual. Meskipun sistem kekebalan tubuh biasanya mampu membersihkan virus ini secara alami, infeksi yang menetap dari jenis HPV karsinogenik tertentu dapat menyebabkan pertumbuhan sel abnormal yang berujung pada kanker.

Kanker serviks adalah salah satu bentuk kanker yang paling sukses untuk diobati jika terdeteksi dini dan dikelola dengan efektif. Langkah pencegahan utama yang direkomendasikan WHO meliputi: vaksinasi HPV untuk semua anak perempuan usia 9-14 tahun sebelum mereka aktif secara seksual, serta skrining rutin mulai usia 30 tahun (atau 25 tahun bagi perempuan dengan HIV).

Namun, ketimpangan akses terhadap layanan kesehatan masih menjadi kendala besar. Hal ini menyebabkan angka kejadian dan kematian tetap tinggi di beberapa wilayah, termasuk Afrika sub-Sahara, Amerika Tengah, dan Asia Tenggara.

Pada tahun 2020, sebanyak 194 negara telah menyepakati strategi global untuk mengeliminasi kanker serviks. Strategi ini menetapkan target ambisius "90-70-90" yang harus dicapai pada tahun 2030: 90 persen anak perempuan mendapatkan vaksinasi HPV lengkap pada usia 15 tahun, 70 persen perempuan menjalani skrining dengan tes berperforma tinggi pada usia 35 dan 45 tahun, dan 70 persen perempuan yang didiagnosis mendapatkan akses pengobatan.

Jika strategi ini berhasil, PBB memperkirakan dunia dapat menghindari 74 juta kasus baru dan mencegah 62 juta kematian pada tahun 2120.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260103135054-255-1313136/setiap-2-menit-1-wanita-meninggal-akibat-kanker-serviks
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.