5 Tren Wisata 2026, Liburan Tak Lagi Melulu soal Senang-senang
Judul: 5 Tren Wisata 2026, Liburan Tak Lagi Melulu soal Senang-senang Jakarta, Setidaknya ada lima gaya perjalanan yang diprediksi akan populer di tahun 2026. Tren ini bisa jadi i...
Jakarta, Setidaknya ada lima gaya perjalanan yang diprediksi akan populer di tahun 2026. Tren ini bisa jadi inspirasi kamu untuk menyiapkan rencana liburan selama satu tahun ke depan.Tren perjalanan akan terus berubah diiringi dengan banyaknya faktor termasuk teknologi, ekonomi, sosial-budaya, infrastruktur, alam, hingga kebijakan pemerintah.Lihat Juga :Panduan Buat Kamu yang Pertama Kali Mau Liburan ke Jepang
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika disimpulkan, tren wisata 2026 tak lagi melulu soal mencari tempat berlibur yang ramai dan bersenang-senang. Lebih dari itu, pelancong kini tampaknya mencari sesuatu yang bermakna.Apa saja tren pariwisata di tahun 2026? Berikut di antaranya, dilansir dari In Your Area. 1. Astro-tourism (wisata Langit)Menyaksikan pemandangan langit malam (astro-tourism) tampaknya jadi tujuan wisata yang populer tahun 2026.Pilihan RedaksiDaftar 5 Barang yang Wajib Dibawa Liburan Saat Musim Hujan15 Negara Ini Jadi Target Penyumbang Turis Asing bagi RI pada 2026Korea Selatan Perpanjang Bebas Biaya Visa untuk 6 Negara, RI TermasukKetertarikan ini mulai terlihat sejak terjadi gerhana matahari total pada 12 Agustus lalu. Ditambah lagi, baru-baru ini ada penampakan aurora dan gerhana bulan di seluruh Inggris.Destinasi yang wajib dikunjungi jika ingin mencoba astro-tourism antara lain Gurun Atacama (Chili), Cagar Alam Aoraki Mackenzie (Selandia Baru), dan negara bagian Utah (AS). Sejauh ini pemesanan tiket untuk astro-tourism masih didominasi oleh pelancong paruh baya dan keluarga antar-generasi."Astro-tourism memungkinkan orang untuk terhubung dengan alam pada saat dunia terasa lebih online dari sebelumnya," kata Joanna Reeve, Direktur Intrepid, Inggris.Astro-tourism semakin diminati karena perasaan bisa lebih terasa damai setelah melihat langit. Selain itu, tren wisata ini juga bisa memberikan manfaat positif bagi komunitas di wilayah terpencil, karena fokus pariwisata tidak lagi ke atraksi terkenal.2. Perjalanan nostalgiaIlustrasi. Perjalanan yang membawa kenangan masa kecil kini diminati pelancong. (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)Sekarang para wisatawan lebih senang datang ke tempat yang membawa kembali memori masa kecilnya. Nostalgia seperti ini dianggap memberikan kesan yang lebih berharga.Pendiri 360 Private Travel, James Turner mengatakan bahwa wisatawan kini mendambakan pengalaman yang benar-benar bisa membuat mereka tertawa dan mengingatkan tentang bagaimana rasanya ketika sesuatu pernah terjadi.Menurutnya, nostalgia akan terus menjadi pengaruh besar dalam rencana perjalanan para pelancong di tahun-tahun yang akan datang. Pasalnya, perjalanan nostalgia terhubung dengan emosi dan kenangan hidup seseorang."Kami menemukan bahwa klien kami semakin tertarik pada perjalanan yang memicu rasa takjub yang sama yang mereka ingat sejak kecil . Apakah itu tidur di rumah pohon di bawah bintang-bintang atau memiliki petualangan koboi di atas kuda," ujar Turner.Simak tren wisata 2026 lainnya..
3. Pengalaman komunitasPemesanan untuk pengalaman budaya dan komunitas telah berlipat ganda dibandingkan dengan tahun 2025, menurut operator tur Timbuktu Travel.Artinya, wisatawan ingin mencari pengalaman berlibur yang lebih autentik, alih-alih berdesakan di destinasi populer yang mainstream.Lihat Juga :Tren Baru Wisata Jepang, Turis Asing Bisa Titipkan Bayi Saat LiburanMenurut salah satu pendiri Timbuktu Travel, Johnny Prince, perjalanan mendalam yang mengeksplor budaya akan jadi salah satu tren paling berpengaruh ke depannya. Pasalnya, kini orang-orang tidak lagi puas melihat destinasi yang sudah mereka lihat ratusan kali secara online."Baru-baru ini, kami telah memfasilitasi para pelancong untuk mempelajari teknik menenun yang dijaga oleh komunitas Andes selama lebih dari 5 ribu tahun dan tidur di Kalahari dengan keluarga yang telah mewariskan keterampilan bertahan hidup di generasi yang tak terhitung jumlahnya," ujar dia.4. Perjalanan soloBanyak juga pelancong yang sekarang pergi berlibur dan tidak menerima campur tangan siapa pun, hanya ada dia dan dirinya sendiri. Itulah mengapa, liburan solo sedang booming akhir-akhir ini. Perusahaan asuransi, True Traveller, telah melihat peningkatan yang stabil akan hal ini. Orang-orang di setiap kelompok usia menginginkan perlindungan untuk dirinya sendiri, tak terkecuali ketika liburan singkat sekali pun."Wisatawan semakin percaya diri melakukannya sendiri. Tujuan-tujuan yang sedikit berada di luar jalur yang dilalui tetapi infrastrukturnya bagus, seperti Bali, Thailand, dan Jepang, memimpin di antara para pelancong solo," kata direktur pelaksana True Traveller, Tim Riley. Lihat Juga :Bosan dengan Keraton? Ini 5 Destinasi Wisata di Jogja Anti-MainstreamKini, peminat pelayaran solo untuk menjelajahi sungai juga semakin naik, tak lagi fokus pada pelayaran kapal pesiar besar. Bahkan ada perusahaan perjalanan yang dikabarkan meluncurkan sebuah kapal khusus untuk pelancong solo pada tahun 2027."Permintaan untuk pelayaran sungai solo telah melonjak, dengan pelancong solo sekarang menyumbang hampir 13 persen dari semua pemesanan kami," kata Will Sarson, Direktur Produk Riviera Travel.5. Mempertimbangkan dampak over-tourismMenariknya, kini wisatawan mulai berpikir dua kali sebelum memutuskan berlibur ke tempat wisata yang dianggap berlebihan.Penelitian Interpid mengungkapkan, pariwisata yang berlebihan telah mempengaruhi pilihan tujuan untuk hampir setengah warga Inggris atau sekitar 44 persen. Angka ini hampir dua kali lipat dari tahun 2022.Mulai ada kesadaran di antara para pelancong, bahwa tempat yang mereka kunjungi bisa berdampak pada komunitas lokal. Sekarang orang-orang ingin menemukan tempat-tempat yang kurang terkenal dan jauh dari keramaian.
Tren Wisata 2026
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260109123350-269-1315218/5-tren-wisata-2026-liburan-tak-lagi-melulu-soal-senang-senang
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
14 Feb 2026
Ini Ciri-ciri Orang dengan IQ Tinggi dalam Keseharian, Apa Saja?
14 Feb 2026
Apa Itu Hari Valentine? Sejarah dan Makna di Balik Perayaannya
14 Feb 2026
50 Kata-Kata Mutiara Hari Valentine, Sederhana tapi Penuh Makna
14 Feb 2026
Berapa Suhu yang Tepat untuk Panggang Kue Kering? Ini Kata Peneliti
14 Feb 2026
Penyakit Ini Mengintai Kamu yang Suka Tidur dengan Lampu Menyala
13 Feb 2026
Cancer Cocok dengan Zodiak Apa? Ini Penjelasannya