Gaya Hidup 12 Jan 2026 6 views

8 Destinasi Populer Dunia yang Perlu Dihindari Turis untuk 2026

Judul: 8 Destinasi Populer Dunia yang Perlu Dihindari Turis untuk 2026 Jakarta, Destinasi wisata populer kerap menjadi magnet bagi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Tidak...

8 Destinasi Populer Dunia yang Perlu Dihindari Turis untuk 2026
Judul: 8 Destinasi Populer Dunia yang Perlu Dihindari Turis untuk 2026

Jakarta, Destinasi wisata populer kerap menjadi magnet bagi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Tidak sedikit wisatawan yang datang berulang kali untuk menikmati liburan di destinasi tertentu.Datang ke destinasi populer di dunia berarti kamu sudah siap untuk menerima kenyataan tentang keramaian dan kepadatan wisatawan yang datang.Ada juga destinasi populer yang dianggap kecantikan dan keindahannya mulai memudar karena kerusakan lingkungan. Jika ini yang terjadi, pengalaman liburan kamu bakal jauh dari kata menyenangkan dan memuaskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fodor's Travel, penerbit yang berbasis di AS, baru-baru ini merilis "Fodor's No List 2026". Mereka mengungkap sejumlah destinasi wisata yang harus dihindari setahun ke depan.Melansir The Gazette, sejumlah destinasi dianjurkan untuk dihindari wisatawan karena alasan pariwisata yang berlebihan atau overtourism sampai kerusakan lingkungan. Berikut daftarnya. Pilihan RedaksiDubai dan Daya Tarik Wisata Baru yang Siap Menyambut Para Turis5 Tren Wisata 2026, Liburan Tak Lagi Melulu soal Senang-senang5 Destinasi Paling Berkembang di Asia, Salah Satunya di Indonesia1. AntartikaMeskipun populer, tetapi sebenarnya Antartika sama sekali tidak membutuhkan turis lagi karena bisa mengancam keberadaan tempat ini.Dalam daftar tahunan Fodor ini, disebutkan jumlah wisatawan yang datang ke benua ini antara tahun 2023 dan 2024 mencapai 120 ribu orang.Jumlah ini diperkirakan bisa meroket terus sampai dua kali lipat pada tahun 2033. Wisatawan yang membeludak di Antartika bisa memberikan tekanan berlebihan pada lingkungannya. Ini akan berisiko terhadap wilayah langka dan rapuh tersebut.2. Kepulauan Canary, SpanyolPada paruh pertama tahun 2025, Kepulauan Canary telah menyambut 7,8 juta pengunjung. Angka ini meningkat empat persen dari tahun sebelumnya. Melihat wisatawan di mana-mana, penduduk sampai turun ke jalan pada Mei 2025 untuk protes.Kenaikan biaya dan tekanan pada lingkungan adalah imbas dari banjir wisatawan tersebut. Semua ini dianggap menjadi ancaman terhadap kebiasaan hidup sehari-hari penduduk lokal.
3. Taman Nasional Glacier, ASDalam daftar Fodor, Taman Nasional Glacier di Amerika Serikat juga disebut. Sekarang, dari rata-rata global, Taman Nasional ini sudah memanas hampir dua kali lipat, seperti yang dikonfirmasi oleh pihak layanan Taman Nasional.Dari awalnya sekitar 150 gletser mengelilingi puncak taman di awal abad ke-20, sekarang hanya 27 gletser yang tersisa. Bahkan diperkirakan gletser akan lenyap semuanya di tahun 2030.Berpotensi memperparah keadaan, wisatawan justru terus berbondong-bondong datang ke tempat ini untuk melihat gletser sebelum semuanya menghilang. Hal ini memberikan dampak negatif terhadap keberlangsungan lingkungan di sana.
4. Isola Sacra, ItaliaIsola Sacra merupakan sebuah komunitas pesisir kecil di kota Fiumicino, Italia. Mereka mendapatkan nama 'Isola Sacra' setelah pelabuhannya diusulkan untuk menyambut beberapa kapal pesiar terbesar di dunia.Namun, penduduk setempat menentang proyek ini, mereka khawatir hal ini akan mengundang perhatian wisatawan. Jika ribuan turis datang menyerbu Isola Sacra, takutnya akan merusak ekosistem di sana yang rapuh. Termasuk bukit pasir, lahan basah, lahan pertanian, sampai spesies tumbuhan dan hewan.5. Wilayah Jungfrau, SwissJungfrau tengah bergulat dengan dilema, antara menyeimbangkan pariwisata yang sedang naik daun atau melestarikan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat di sana yang unik. Padahal, menurut Jungfrau Railways, jumlah dan keuntungan pariwisata di wilayah tersebut sedang berada pada titik tertinggi sepanjang masa.6. MeksikoSementara itu, Meksiko tengah berjuang untuk mengatasi ledakan pariwisata yang berlebihan. Banyak penduduk lokal yang akhirnya mengeluhkan harga sewa akomodasi yang tinggi, penggusuran, hingga erosi identitas budaya. Menurut Fodor, banyak yang menyalahkan penyewaan jangka pendek oleh wisatawan yang berkunjung ke Meksiko.7. Mombasa, KenyaMombasa di Kenya merupakan rumah bagi pantai tropis dengan pasir putih, cagar alam, spesies satwa liar yang unik, sampai harta karun budaya yang ikonik.Mombasa menyambut rekor 2,4 juta kedatangan internasional tahun lalu, angka ini meningkat 14,6 persen dibandingkan tahun 2023. Namun, pejabat setempat tidak bisa mengambil sikap ketika overtourism ini terjadi bisa menyebabkan kerusakan di Mombasa yang indah.Ditambah lagi, Fodor mencatat bahwa kota tersebut sedang berjuang dengan menipisnya sumber daya, kepadatan penduduk, infrastruktur transportasi yang tidak memadai, dan pengelolaan limbah yang buruk.8. Montmartre, ParisTerakhir adalah Montmarte, sebuah desa yang berada di puncak perbukitan Paris, Prancis. Pasalnya tempat ini hanya mampu menampung 30 ribu penduduk, tetapi harus berjuang dengan menyambut sekitar 11 juta wisatawan setiap tahun.Menurut Fodor's, penduduk telah melakukan protes meskipun suaranya masih kecil. Sebagian besar karena mengeluhkan kenaikan biaya perumahan dan ketakutan identitas budaya masyarakat akan hilang lama-kelamaan.
Rencana Liburan 2026, Ini Deretan Destinasi Global yang Perlu Dihindari

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260112074444-269-1315961/8-destinasi-populer-dunia-yang-perlu-dihindari-turis-untuk-2026
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.