Gaya Hidup 18 Jan 2026 8 views

Berabad-abad Berlalu, Desa Cantik Ini seperti Membeku dalam Waktu

Judul: Berabad-abad Berlalu, Desa Cantik Ini seperti Membeku dalam Waktu Jakarta, Di jantung Northumberland, Inggris, ada sebuah desa yang memiliki kecantikan bak negeri dongeng....

Berabad-abad Berlalu, Desa Cantik Ini seperti Membeku dalam Waktu
Judul: Berabad-abad Berlalu, Desa Cantik Ini seperti Membeku dalam Waktu

Jakarta, Di jantung Northumberland, Inggris, ada sebuah desa yang memiliki kecantikan bak negeri dongeng. Adalah Blanchland, yang dianggap destinasi hidden gem atau permata tersembunyi, di mana diceritakan desa ini seperti membeku dalam waktu, karena tak banyak yang berubah dari tempat ini meskipun sudah berabad-abad berlalu.Pada tahun 1165, Blanchland dibangun dengan menggunakan batu yang diambil dari Biara Blanchland. Sejak tahun itu hingga hari ini, tak banyak yang berubah dari bangunan itu. Bangunan yang berdiri dari bebatuan ini membuat kesan kuno desa semakin terasa, terlebih lagi pemandangan sekitarnya dikelilingi dengan perbukitan yang indah.Jalanan berbatu yang berkelok menghubungkan seisi desa. Ketika menelusuri Blanchland melalui jalanan setapak itu, kamu akan sadar bahwa desa ini seperti tak beranjak dari masa lalu. Tak ada satupun toko modern terlihat di sini, semuanya serba kuno, antik, dan orisinil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tersembunyi di samping Sungai Derwent, hanya ada 135 penduduk yang menghuni desa cantik ini. Meskipun tak banyak, tetapi sejak 2011 kunjungan wisatawan ke Blanchland mulai meningkat.Sebenarnya, tak banyak destinasi wisata yang bisa dijelajahi di desa ini, tapi justru itu dia yang menjadi daya tariknya. Blanchland menawan dengan Biara Blanchland-nya yang terkenal maupun Ruang Teh Biksu Putih (White Monk Tea Room) yang otentik. Pilihan RedaksiDaftar 20 Kota Paling Ramah di Dunia, Tak Ada dari Indonesia6 Lokasi Syuting 'Frankenstein', Rumah-rumah Klasik yang Mencekam5 Tren Wisata 2026, Liburan Tak Lagi Melulu soal Senang-senangSeperti pemukiman pada umumnya, terlihat ada sekolah di tengah desa. Adapun toko lokal dengan kotak pos berwarna putih di depannya yang khas. Sisanya? Cukup melihat setiap sudut di desa kuno ini sudah bisa memanjakan mata.Blanchland menyimpan sejarah yang panjang dan lekat dengan pengaruh Prancis. Bahkan dari namanya, diambil dari kata "Blanche" dalam bahasa Prancis yang artinya "Putih". Jadi, dulu biarawan Prancis yang bekerja di Biara Blanchland identik menggunakan jubah berwarna putih, sehingga hal ini diabadikan dalam nama Blanchland.Berbicara mengenai Biara Blanchland yang sedari tadi disebut, biara ini didirikan sebelum akhirnya kawasan tersebut berubah menjadi desa di tahun yang sama, tepatnya 1165 oleh Walter de Bolbec.Melansir Mirror, Biara Blanchland pernah menjadi tempat persembunyian Raja Edward III ketika tengah bersiap melawan Skotlandia pada 1327.Lokasinya yang strategis membuat beberapa pihak berebut menguasai tempat yang indah ini, mulai dari orang Skotlandia, Viking, Romawi, sampai kelompok di perbatasan Reivers tergiur untuk memiliki Blanchland.Sampai akhirnya, Biara Blanchland berakhir di bawah kekuasaan Raja Henry VIII pada tahun 1539. Ketika jatuh di tangan Sang Raja, sebagian besar kompleks Blanchland dihancurkan, dibongkar, bahkan dilucuti. Sisa-sisa struktur bangunan kemudian diberikan kepada sekutu Raja Henry VIII, atau dijual kepada kolektor pribadi.
Pondok Biara Blanchland akhirnya dialihfungsikan menjadi rumah. Gerbang dan struktur lainnya setelah itu dijadikan alun-alun desa Blanchland. Waktu bergerak setelah itu, tetapi Blanchland seakan membeku dan tak banyak berubah.Tibalah tahun 1704, ketika Lord Crewe membeli perkebunan Blanchland. Selepas kepergiannya, di tahun 1721 ia mewariskan properti ini kepada The Lord Crewe Charity Trust. Setelah itu, pemulihan dan pembangunan desa perlahan tapi pasti mulai dirawat kembali.Sejak saat itu, Blanchland memiliki sebuah hotel yang sekarang menjadi salah satu penginapan paling kuno di Inggris, karena berdiri pada abad ke-12, yaitu Hotel Lord Crewe Arms. Hotel ini berdiri menggunakan balok kayu tradisional dengan interior dindingnya yang terbuat dari batu.Menariknya, Hotel Lord Crewe Arms memiliki perapian terbuka yang besar yang menjadi ciri khasnya. Ini juga menjadi tempat persembunyian bagi Jenderal Tom Forster selama pemberontakan Jacobite tahun 1715. Bukan hanya Forster, tetapi hotel ini juga disinggahi oleh tokoh penting dunia lainnya.Penyair terkemuka yang legendaris, WH Auden menghabiskan Paskah tahun 1930 di sana. Adapun penulis Emily Elizabeth Shaw Beavan, sempat tinggal dan menulis karya-karyanya di dalam hotel sembari suaminya bekerja di Derwent Mines.Tak jarang kecantikan Blanchland ini membuatnya selama bertahun-tahun menjadi spot utama untuk syuting film. Wisatawan juga semakin penasaran untuk melihat seperti apa desa yang membeku dalam waktu tersebut.Bahkan, pendiri situs web perjalanan populer Finding our Adventure, Jonny dan Hannah, memahkotai permata tersembunyi ini sebagai desa tercantik di Inggris.
Berabad-abad Berlalu, Desa Ini Tak Banyak Berubah bak Membeku oleh Waktu

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260115181534-269-1317497/berabad-abad-berlalu-desa-cantik-ini-seperti-membeku-dalam-waktu
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.