Soft Clubbing, Cara Baru Gen Z Bersosialisasi Tanpa Pesta
Judul: Soft Clubbing, Cara Baru Gen Z Bersosialisasi Tanpa Pesta Daftar Isi 1. Kesehatan jadi prioritas 2. Gym sebagai ruang sosial baru 3. Soal biaya dan kesadaran finansial 4. D...
Daftar Isi
1. Kesehatan jadi prioritas
2. Gym sebagai ruang sosial baru
3. Soal biaya dan kesadaran finansial
4. Definisi baru tentang 'seru'
Jakarta, Lampu kelap-kelip dan dentuman musik keras bukan lagi satu-satunya cara melepas penat di akhir pekan. Bagi banyak Gen Z, definisi 'malam seru' kini bergeser. Bukan lagi di club, melainkan di gym, studio kebugaran, atau ruang meditasi.Fenomena ini dikenal sebagai soft clubbing, tren ketika olahraga dan wellness mengambil alih peran dunia malam.Alih-alih begadang sambil minum alkohol, generasi muda memilih bersepeda statis di kelas silent disco, ikut sound bath healing, atau sekadar berkeringat bersama teman-teman lalu pulang lebih awal demi tidur berkualitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat Juga :Belajar Hemat Melalui Metode Slow Shopping, Ini 5 CaranyaBersenang-senang, ya. Tapi tanpa hangover dan alkohol berlebihan. Menukil Athletech News, perubahan ini tak datang tiba-tiba. Di Amerika Serikat, sejumlah pusat kebugaran bahkan sengaja mengemas kelas olahraga sebagai ajang sosial.Gym berubah menjadi ruang berkumpul, tempat orang asing berkenalan, berbagi tujuan hidup sehat, dan pulang dengan energi baru, bukan kelelahan.Fenomena serupa terasa kuat di Indonesia, terutama di kota besar seperti Jakarta. Pemandangan gym penuh sebelum jam kerja, area Sudirman yang ramai pelari setiap akhir pekan, hingga menjamurnya studio Pilates, yoga, boxing, dan strength training kini jadi hal biasa.Pilihan RedaksiHati-hati, Kenali Tanda Makanan Kukusan Sudah Tak Layak KonsumsiTren Cari Jodoh Tahun 2026: Sambil 'Lari Kalcer' di Jogging TrackMaskapai Mulai Cemas, Anak-anak Muda Jepang Ogah Pergi ke Luar NegeriOlahraga rekreasional seperti futsal, bulu tangkis, dan bersepeda pun masuk agenda rutin mingguan.Lantas, apa yang bikin para Gen Z ini memilih sof clubbing alih-alih dugem sebagai hiburan melepas penat? Melansir berbagai sumber, berikut beberapa alasannya:1. Kesehatan jadi prioritasSalah satu pendorong utamanya adalah kesadaran kesehatan fisik dan mental. Gen Z tumbuh menyaksikan generasi sebelumnya bergulat dengan burnout, jam kerja panjang, dan gaya hidup tak seimbang. Dari situ, muncul keinginan untuk hidup lebih terencana.Olahraga menawarkan imbal hasil jangka panjang. Tidur lebih nyenyak, suasana hati lebih stabil, tubuh lebih bugar, dan rasa pencapaian. Sebaliknya, dugem kerap identik dengan kelelahan, kecemasan, dan rutinitas yang berantakan, hal-hal yang kini justru dihindari.2. Gym sebagai ruang sosial baruBagi Gen Z, fitness bukan aktivitas individual semata. Ia menjelma ekosistem sosial. Komunitas lari, gym buddies, kelas kelompok, hingga klub bersepeda menjadi ruang bertemu dan berjejaring.Relasi dibangun lewat konsistensi dan tujuan bersama, bukan tekanan untuk minum atau bertahan hingga dini hari.Media sosial ikut memperkuat tren ini. Linimasa dipenuhi video progres latihan, outfit gym, hingga pencapaian personal record. Wellness bukan hanya normal tapi juga aspiratif. Membagikan lari pagi atau sesi latihan terasa lebih membanggakan ketimbang unggahan pesta jam 2 pagi.
3. Soal biaya dan kesadaran finansialAda pula faktor ekonomi. Dugem di kota besar bisa menguras dompet dalam satu malam. Tiket masuk, minuman, transportasi, semuanya mahal. Dibandingkan itu, biaya keanggotaan gym atau kelas kebugaran terasa lebih masuk akal, bahkan dianggap investasi.Gen Z dikenal lebih sadar finansial. Mereka mengejar nilai dan manfaat jangka panjang, bukan kesenangan instan.Lihat Juga :Ternyata 4 Alasan Ini yang Bikin Resolusi Tahun Baru Kamu Selalu Gagal4. Definisi baru tentang 'seru'Di balik semua alasan itu, ada pergeseran paling mendasar, cara Gen Z memaknai kesenangan. Fun tak lagi identik dengan begadang hingga subuh, melainkan bangun pagi dengan tubuh segar dan pikiran jernih. Mengejar target latihan terasa lebih memuaskan daripada mengejar euforia sesaat. (tis/tis)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260115182041-277-1317499/soft-clubbing-cara-baru-gen-z-bersosialisasi-tanpa-pesta
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
14 Feb 2026
5 Manfaat Jalan Kaki 30 Menit Setiap Hari yang Menakjubkan
14 Feb 2026
Ini Ciri-ciri Orang dengan IQ Tinggi dalam Keseharian, Apa Saja?
14 Feb 2026
Apa Itu Hari Valentine? Sejarah dan Makna di Balik Perayaannya
14 Feb 2026
50 Kata-Kata Mutiara Hari Valentine, Sederhana tapi Penuh Makna
14 Feb 2026
Berapa Suhu yang Tepat untuk Panggang Kue Kering? Ini Kata Peneliti
14 Feb 2026
Penyakit Ini Mengintai Kamu yang Suka Tidur dengan Lampu Menyala