Gaya Hidup 19 Jan 2026 5 views

Apakah Gula Merah Aman untuk Diabetes? Ini Penjelasan Medisnya

Bagi penderita diabetes, mengontrol asupan gula harian sangat penting untuk menjaga kadar gula darah. Banyak yang mengira gula merah lebih alami dan aman dibandingkan gula putih. N...

Apakah Gula Merah Aman untuk Diabetes? Ini Penjelasan Medisnya
Bagi penderita diabetes, mengontrol asupan gula harian sangat penting untuk menjaga kadar gula darah. Banyak yang mengira gula merah lebih alami dan aman dibandingkan gula putih. Namun, apakah gula merah benar-benar aman untuk diabetes?

Penderita diabetes umumnya disarankan membatasi konsumsi gula putih karena dapat memicu kenaikan gula darah. Hal ini mendorong banyak orang beralih ke gula merah sebagai pemanis alternatif. Namun, anggapan ini sering muncul karena kurangnya pemahaman tentang kandungan nutrisi dan efek gula pada metabolisme tubuh. Oleh karena itu, penting untuk memahami perbedaan antara kedua jenis gula ini agar penderita diabetes dapat membuat keputusan yang tepat mengenai pola makan mereka.

Gula merah dan gula putih berasal dari sumber yang sama, yaitu bit gula atau tebu, dan proses pembuatannya tidak jauh berbeda. Gula merah adalah gula putih olahan yang ditambahkan molase, yang memberinya warna lebih gelap dan rasa sedikit lebih kuat. Penambahan molase ini memang memberikan sedikit nutrisi tambahan seperti kalsium, zat besi, dan kalium. Namun, jumlah nutrisi tersebut dalam satu porsi gula merah sangat kecil dan tidak signifikan untuk memenuhi kebutuhan harian tubuh. Dari segi berat, gula merah memang sedikit lebih rendah kalori dan karbohidrat dibandingkan gula putih, tetapi perbedaannya tidak terlalu besar.

Menurut MedicineNet, komponen utama dalam gula merah dan gula putih adalah sukrosa. Sukrosa memiliki indeks glikemik yang tinggi, yang dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah secara cepat. Ini berarti, baik gula merah maupun gula putih dapat memicu kenaikan gula darah yang serupa pada penderita diabetes. Kedua jenis gula ini juga dapat meningkatkan kadar gula darah seperti karbohidrat sederhana lainnya.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merekomendasikan batas konsumsi gula harian tidak lebih dari 50 gram per hari, atau setara dengan empat sendok makan. Batas ini berlaku untuk semua jenis gula tambahan, termasuk gula putih dan gula merah.

Dengan demikian, meskipun gula merah mengandung sedikit mineral tambahan, konsumsinya tetap harus dibatasi. Mengonsumsi gula merah secara berlebihan tetap berisiko menyebabkan lonjakan gula darah dan memperburuk kondisi diabetes. Dengan pengelolaan pola makan yang tepat, risiko komplikasi diabetes dapat ditekan, dan kualitas hidup penderita diabetes tetap terjaga.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260119121256-262-1318415/apakah-gula-merah-aman-untuk-diabetes-ini-penjelasan-medisnya
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.