Sering Kretek Jari? Waspadai Dampaknya bagi Kesehatan Sendi
Judul: Sering Kretek Jari? Waspadai Dampaknya bagi Kesehatan Sendi Jakarta, Kebiasaan mengkretekkan jari kerap dianggap sepele dan bahkan memberi rasa lega sesaat. Namun, di balik...
Jakarta, Kebiasaan mengkretekkan jari kerap dianggap sepele dan bahkan memberi rasa lega sesaat. Namun, di balik bunyi 'krek' yang memuaskan itu, ada sejumlah risiko terhadap kesehatan sendi yang tetap perlu diperhatikan, terutama jika dilakukan terlalu sering atau dengan teknik yang keliru.Menukil Real Simple, bunyi kretek pada jari terjadi akibat pelepasan gas nitrogen dari cairan sinovial di sekitar sendi. Saat sendi ditarik atau ditekan, tekanan di dalam cairan menurun sehingga terbentuk gelembung gas yang kemudian pecah dan menimbulkan suara khas.Lihat Juga :Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Peregangan Sebelum Tidur?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski proses ini tidak secara langsung menyebabkan radang sendi (arthritis), para ahli mengingatkan bahwa kebiasaan ini bukan tanpa konsekuensi, khususnya jika dilakukan terus-menerus dalam jangka panjang.Salah satu risiko utama berasal dari cara mengkretekkan jari yang salah. Menarik atau menekan jari dengan tenaga berlebihan dapat melukai ligamen, memicu nyeri, hingga menyebabkan pembengkakan. Dalam beberapa kasus, jari bahkan bisa mengalami dislokasi ringan jika dilakukan secara paksa dan berulang.
Melansir Cleveland Clinic, teknik mengkretekkan jari memegang peranan penting. Jika dilakukan, sebaiknya tidak menggunakan tenaga berlebihan dan tidak memutar jari ke arah yang tidak alami.Sejumlah penelitian juga menunjukkan adanya keterkaitan antara kebiasaan mengkretekkan jari dan masalah sendi. Beberapa studi menyebutkan hubungan antara kebiasaan ini dengan pembengkakan pada persendian jari.Mengutip Harvard Health Publishing, terdapat beberapa laporan medis langka mengenai masalah kesehatan yang berkaitan dengan kebiasaan ini, terutama terkait besarnya kekuatan dan teknik yang digunakan seseorang saat mengkretekkan jari.Lihat Juga :5 Teh untuk Redakan Stres, Bikin Tidur Lebih NyenyakSebuah penelitian pada 1990 melaporkan bahwa dari 74 orang yang secara teratur mengkretekkan jari, ditemukan lebih banyak kasus pembengkakan tangan dibandingkan 226 orang yang tidak memiliki kebiasaan tersebut.Sementara itu, penelitian pada 2017 menemukan tidak ada korelasi antara kebiasaan membunyikan persendian jari dan kekuatan genggaman. Para ahli juga menyebut belum pernah melihat adanya komplikasi jangka panjang yang signifikan.Meski hasil penelitian belum sepenuhnya konsisten, para dokter sepakat bahwa rasa sakit setelah mengkretekkan jari merupakan tanda peringatan yang tidak boleh diabaikan.Lihat Juga :Hernia pada Anak, Apakah Harus Selalu Dioperasi?Nyeri, sensasi tertarik, atau rasa tidak stabil pada sendi bisa menandakan adanya cedera ringan yang jika dibiarkan berpotensi berkembang menjadi masalah yang lebih serius.Selain itu, perubahan bentuk jari, seperti tampak bengkok atau muncul bengkak yang menetap, juga patut diwaspadai. Kondisi ini bisa menandakan adanya cedera jaringan lunak atau gangguan pada struktur sendi yang memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut. (nga/tis)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260123060218-255-1319998/sering-kretek-jari-waspadai-dampaknya-bagi-kesehatan-sendi
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
14 Feb 2026
50 Kata-Kata Mutiara Hari Valentine, Sederhana tapi Penuh Makna
14 Feb 2026
Berapa Suhu yang Tepat untuk Panggang Kue Kering? Ini Kata Peneliti
14 Feb 2026
Penyakit Ini Mengintai Kamu yang Suka Tidur dengan Lampu Menyala
13 Feb 2026
Cancer Cocok dengan Zodiak Apa? Ini Penjelasannya
13 Feb 2026
Cek Jadwal War Tiket Mudik Kereta Lebaran 2026, Berikut Cara Pesannya
13 Feb 2026
50 Ucapan Hari Valentine untuk Sahabat yang Tulus dan Berkesan