Gaya Hidup 24 Jan 2026 6 views

Data Kesehatan Nasional 2025 Masih Dibayangi Obesitas dan Hipertensi

Jakarta – Data kesehatan nasional tahun 2025 masih menunjukkan tantangan besar, dengan masalah kesehatan yang muncul di hampir semua kelompok usia, mulai dari bayi hingga lansia. E...

Data Kesehatan Nasional 2025 Masih Dibayangi Obesitas dan Hipertensi
Jakarta – Data kesehatan nasional tahun 2025 masih menunjukkan tantangan besar, dengan masalah kesehatan yang muncul di hampir semua kelompok usia, mulai dari bayi hingga lansia. Evaluasi Kementerian Kesehatan menyoroti beberapa temuan penting.

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi, mengungkapkan bahwa enam dari 100 bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Pada kelompok balita, 31 persen mengalami gigi berlubang.

Masalah kesehatan juga mulai terlihat pada usia remaja, di mana satu dari lima remaja memiliki tekanan darah di atas normal. Sementara itu, pada kelompok dewasa, satu dari tiga orang mengalami obesitas sentral. Kondisi ini berlanjut hingga usia lanjut, dengan 51 persen lansia tercatat mengidap hipertensi.

Menanggapi situasi ini, pemerintah berkomitmen untuk memperkuat layanan kesehatan dasar. Mulai tahun 2026, pasien hipertensi dan diabetes tidak hanya akan menjalani pemeriksaan, tetapi juga akan langsung mendapatkan obat di Puskesmas pada hari yang sama.

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang kini memasuki tahun kedua pelaksanaannya juga akan memiliki pendekatan baru. Jika sebelumnya fokus pada skrining, pada tahun 2026 Kementerian Kesehatan akan lebih menitikberatkan pada tata laksana dan penanganan hasil pemeriksaan, terutama bagi masyarakat yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa CKG dirancang sebagai program berkelanjutan yang mencakup pencegahan hingga pengobatan secara terintegrasi. Targetnya adalah memastikan masyarakat benar-benar sehat, dengan pemeriksaan, pencegahan, dan penanganan yang semuanya gratis.

Pemerintah menjamin pengobatan gratis selama 15 hari pertama bagi masyarakat yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan melalui CKG. Setelah itu, penanganan akan dilanjutkan melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi peserta BPJS Kesehatan aktif. Bagi warga yang belum terdaftar, akan diarahkan untuk segera mengaktifkan kepesertaan.

Badan Komunikasi Pemerintahan menekankan pentingnya orkestrasi komunikasi publik secara masif agar masyarakat semakin sadar dan aktif memanfaatkan layanan CKG, mengingat program ini menjangkau seluruh populasi.

Di tingkat daerah, berbagai inovasi layanan juga mulai bermunculan. Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, menghadirkan layanan jemput bola melalui "Perahu Sehat Pulau Bahagia" untuk menjangkau warga kepulauan. Sementara itu, Puskesmas Pacitan mengintegrasikan layanan kesehatan fisik dan mental melalui program "Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP)".

Dengan fokus baru pada penanganan dan pengendalian penyakit, pemerintah berharap CKG tidak hanya menjadi agenda pemeriksaan tahunan, tetapi benar-benar berdampak pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260124141940-255-1320545/data-kesehatan-nasional-2025-masih-dibayangi-obesitas-dan-hipertensi
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.