Apa Itu Avoidant? Kenali Ciri dan Cara Mengatasinya dalam Hubungan
Judul: Apa Itu Avoidant? Kenali Ciri dan Cara Mengatasinya dalam Hubungan Daftar Isi Apa itu avoidant? Ciri-ciri avoidant dalam hubungan 1. Tidak nyaman dengan kedekatan emosional...
Daftar Isi
Apa itu avoidant?
Ciri-ciri avoidant dalam hubungan
1. Tidak nyaman dengan kedekatan emosional
2. Menjaga jarak saat hubungan mulai serius
3. Sulit mengekspresikan perasaan
4. Menghindari konflik emosional
5. Sangat mengandalkan diri sendiri
6. Merasa tertekan oleh ekspektasi pasangan
7. Terlihat tenang, tetapi emosional tertutup
Jakarta, Dalam sebuah hubungan, kedekatan emosional kerap dianggap sebagai fondasi utama untuk membangun rasa aman, kepercayaan, dan komitmen jangka panjang. Namun, tidak semua orang merasa nyaman dengan kedekatan tersebut.Ada sebagian individu yang justru menarik diri ketika hubungan mulai terasa dekat. Kondisi ini dikenal dengan gaya keterikatan avoidant.Bagi sebagian orang, semakin dekat sebuah hubungan, semakin besar pula dorongan untuk menjaga jarak. Tanpa disadari, pola ini membuat hubungan terasa datar, berjarak, bahkan sulit berkembang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat Juga :7 Ciri-Ciri Orang yang Diam-Diam Membenci Kita, Perhatikan GesturnyaUntuk memahami dinamika hubungan secara lebih sehat, penting mengetahui apa itu avoidant dan bagaimana pengaruhnya dalam hubungan. Dikutip dari Cleveland Clinic, WebMD, dan berbagai sumber lainnya, berikut penjelasan mengenai avoidant, ciri-cirinya, serta cara mengatasinya dalam hubungan.Apa itu avoidant?Avoidant attachment atau gaya keterikatan menghindar adalah kondisi ketika seseorang cenderung menghindari kedekatan emosional dan menjaga jarak dalam hubungan interpersonal, terutama hubungan romantis.Pola ini umumnya terbentuk sejak masa kanak-kanak, akibat pengalaman dengan lingkungan yang kurang responsif secara emosional.Sejak kecil, individu dengan gaya avoidant terbiasa mengandalkan diri sendiri untuk memenuhi kebutuhan emosinya. Mereka belajar bahwa mengekspresikan perasaan atau mencari dukungan tidak selalu mendapat respons yang aman atau menenangkan.Pilihan RedaksiApa Tanda Kepribadian Ganda Seperti yang Dituduhkan Pada Brigadir J?9 Tokoh Hebat Pengidap Skizofrenia, Aaron Carter hingga Van GoghMengenal Kepribadian Ganda Cha mu-hee di Can This Love Be Translated?Akibatnya, mereka mengembangkan mekanisme bertahan hidup dengan menekan emosi dan membangun kemandirian yang berlebihan.Dalam hubungan dewasa, pola ini terlihat dari rasa tidak nyaman terhadap keintiman, enggan bergantung pada pasangan, serta kesulitan membuka diri secara emosional.Meski tampak mandiri dan tenang, individu avoidant kerap menyimpan ketakutan akan penolakan atau kehilangan kendali dalam hubungan.Ciri-ciri avoidant dalam hubungan1. Tidak nyaman dengan kedekatan emosionalIndividu avoidant sering merasa cemas atau tertekan ketika hubungan menuntut kedekatan emosional yang lebih dalam. Kedekatan bukan dipersepsikan sebagai kehangatan, melainkan ancaman terhadap kendali diri.Mereka khawatir terlalu dekat akan membuat ketergantungan emosional, sesuatu yang sejak kecil dipelajari untuk dihindari. Karena itu, batas emosional yang tegas kerap dijaga demi rasa aman.2. Menjaga jarak saat hubungan mulai seriusSaat hubungan memasuki tahap komitmen, individu avoidant bisa berubah menjadi lebih dingin, jarang menghubungi pasangan, atau tampak sibuk mendadak.Sikap ini bukan selalu tanda hilangnya ketertarikan, melainkan respons defensif terhadap ketakutan akan keterikatan yang terlalu dalam.Lihat Juga :Bukan Cuma Telat Makan, Stres Juga Bisa Picu GERD3. Sulit mengekspresikan perasaanOrang dengan gaya avoidant terbiasa memendam emosi dan jarang mengungkapkan perasaan secara verbal. Mereka mungkin merasa tidak aman atau tidak terbiasa mengekspresikan emosi dengan sehat.Saat terluka, mereka cenderung memilih diam dan memproses sendiri, yang kerap membuat pasangan merasa diabaikan secara emosional.4. Menghindari konflik emosionalKonflik yang melibatkan emosi sering dihindari oleh individu avoidant. Mereka bisa menarik diri, mengalihkan topik, atau memilih diam demi menghindari konfrontasi.
Bagi mereka, konflik emosional terasa melelahkan dan mengancam stabilitas diri, bukan sebagai peluang memperbaiki hubungan.5. Sangat mengandalkan diri sendiriKemandirian berlebihan menjadi ciri khas gaya avoidant. Mereka terbiasa menyelesaikan masalah sendiri dan jarang meminta bantuan, bahkan kepada pasangan.Ketergantungan emosional sering dianggap sebagai kelemahan, sehingga pasangan bisa merasa tidak dibutuhkan atau tidak dipercaya.Lihat Juga :Tarot di TikTok Kian Populer, Psikolog Ingatkan Risikonya6. Merasa tertekan oleh ekspektasi pasanganPermintaan akan perhatian, kejelasan hubungan, atau komitmen emosional sering dipersepsikan sebagai tekanan. Ekspektasi yang sebenarnya wajar justru dianggap membatasi kebebasan pribadi.Respons yang muncul biasanya berupa penarikan diri, penundaan pembicaraan penting, atau sikap defensif.7. Terlihat tenang, tetapi emosional tertutupIndividu avoidant kerap tampak rasional dan tenang. Namun, ketenangan ini sering merupakan hasil dari emosi yang ditekan.Emosi yang tidak diproses dengan sehat dapat menumpuk dan muncul sebagai stres, kelelahan emosional, atau jarak yang semakin lebar dalam hubungan.Lihat Juga :8 Hal Kecil yang Digunakan Orang untuk Menilai KepribadianCara mengatasi avoidant attachment dalam hubungan1. Menyadari pola hubungan yang dimiliki2. Belajar mengenali emosi diri3. Melatih keterbukaan secara bertahap4. Menunda dorongan untuk menghindar5. Membangun komunikasi yang lebih jujur6. Mengelola stres dan luka emosional masa lalu7. Bersabar dan konsisten dengan proses perubahanDengan mengenali apa itu avoidant dan ciri-cirinya, membangun hubungan yang lebih sehat dan bermakna bukanlah hal mustahil. Kesadaran, keterbukaan, serta dukungan yang tepat dapat menjadi jalan menuju keterikatan emosional yang lebih aman dan dewasa. (gas/tis)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260127103313-284-1321438/apa-itu-avoidant-kenali-ciri-dan-cara-mengatasinya-dalam-hubungan
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
13 Feb 2026
FOTO: Kota Kuno Petra di Yordania, Monumen Kejeniusan dari Masa Lampau
13 Feb 2026
Kenapa Korban Pelecehan Seksual Kerap Memilih Diam?
13 Feb 2026
Mencicip Angsa Michelin di Song Wat yang Bikin Rela Antre
13 Feb 2026
Ini Bahaya Paparan Pestisida bagi Kesehatan dan Gejalanya
13 Feb 2026
Lowongan Kerja buat Introvert: Petugas Penjaga Pulau Indah yang Sepi
13 Feb 2026
7 Penyebab Ngidam Makanan Asin, Awas Bisa Jadi Gejala Penyakit