Gaya Hidup 27 Jan 2026 7 views

Jonathan Anderson 'Menyelamatkan' Couture Lewat Koleksi Teranyar Dior

Judul: Jonathan Anderson 'Menyelamatkan' Couture Lewat Koleksi Teranyar Dior Jakarta, "Setelah wanita, bunga adalah ciptaan yang paling agung."Kalimat itu pernah keluar dari Chris...

Jonathan Anderson 'Menyelamatkan' Couture Lewat Koleksi Teranyar Dior
Judul: Jonathan Anderson 'Menyelamatkan' Couture Lewat Koleksi Teranyar Dior

Jakarta, "Setelah wanita, bunga adalah ciptaan yang paling agung."Kalimat itu pernah keluar dari Christian Dior di masa lampau. Kini, kalimat tersebut menjadi poros konseptual dalam koleksi perdana haute couture Jonathan Anderson untuk Dior.Lihat Juga :LAPORAN DARI PARISRekonstruksi Gaya Aristokrat Modern Jonathan Anderson untuk Dior Men
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan sekadar kutipan arsip, kalimat itu menjadi prinsip yang memandunya menciptakan koleksi ini. Anderson melihat alam sebagai struktur, sumber inspirasi, dan sistem yang hidup.Koleksi haute couture untuk musim panas 2026 ini berangkat dari upaya merumuskan ulang apa itu couture di abad ke-21. Menurutnya, dunia couture penuh dengan savoire-faire yang penting, namun terancam punah. Merilis koleksi couture jadi cara utama untuk menyelamatkannya dari kepunahan. Anderson bertransformasi. Lulusan London College of Fashion ini sempat mendirikan label eponim dan menjadi 'arsitek' bagi Loewe. Kini, ia menjadi direktur kreatif Christian Dior yang berada di bawah LVMH.Pilihan RedaksiJonathan Anderson Sah Jadi Direktur Kreatif DiorImajinasi dan Jenaka Koleksi Debut Jonathan Anderson Bareng Dior Men'Tafsir' Baru Dior dalam Debut Jonathan AndersonPenunjukannya sebagai direktur kreatif Dior tahun lalu menempatkannya dalam buku sejarah yang panjang dan berat. Pertemuannya dengan John Galliano memberikan bobot simbolik tersendiri. Anderson menyebut Galliano sebagai pahlawan masa kecilnya.Hadiah buket cyclamen dari Galliano menjadi genesis koleksi ini. Bunga kecil itu ia sertakan di undangan, lalu muncul di seluruh langit-langit tempat show ini diadakan di Museum Rodi.Di sini, bunga bukan hanya menjadi dekorasi, melainkan juga simbol dari baton estafet.Anderson membuka show ini dengan tiga exit berupa gaun yang mengingatkan pada look pembuka ready-to-wear-nya. Namun, dengan versi yang lebih kompleks dibuat sepenuhnya secara handmade. Volume jam pasir Dior klasik dibentuk melalui tulle yang dirut dan dijahit, terlihat besar namun ringan.Pertanyaan yang ia ajukan--bagaimana menciptakan struktur yang ringan untuk Dior--langsung menggemakan obsesi Christian Dior akan arsitektur tubuh, yang sekaligus mengingatkan pada teknik Galliano di akhir 1990-an. Kala itu, korset, bias cut, dan drapery, yang awalnya hanyalah dianggap sebagai teknik saja, menjadi alat naratif.Debut koleksi couture Jonathan Anderson bersama Dior di Paris Couture Week, Senin (26/1). (REUTERS/Benoit Tessier)Salah satu gestur yang tidak lazim adalah banyaknya tampilan hasil rajut ke dalam wilayah couture. Gaun-gaun avant-garde serta sweater yang lebih tradisional memperluas bahasa couture dari dalam.Rajut yang biasanya terlihat kasual, menjadi medan eksperimentasi material. Serat dipintal dan dirajut secara simultan, mengaburkan batas antara bahan mentah dan busana jadi. Pendekatan ini mengingatkan pada semangat eksperimental Galliano di era Dior, tetapi dengan material yang lebih cool tanpa terlihat terlalu berat.Sikap kontrarian lain muncul dalam cara Anderson 'merendahkan' kemewahan. Rok malam sutra berbordir dipasangkan dengan tank top rib tipis nyaris transparan. Perpaduan high-low ini menunjukkan pentingnya relevansi couture di dunia modern yang serba cepat dan industri yang kian penuh dengan fast fashion.Lihat Juga :Kim Jones Raih Desainer Terbaik, Dedikasikan untuk Virgil AblohAksesori di koleksi ini juga memperkuat narasi wunderkammer yang disebut Anderson dalam show note. Tas kulit berukuran besar, clutch amplop dari jacquard sutra, hingga minaudière dari mother-of-pearl yang disayat tipis tampil sebagai objek untuk dikoleksi.Sepatu loafers dibuat dari bahan yang menyerupai tekstil Prancis abad ke-18, stola dari alpaka dan satin sutra, serta perhiasan kain dan aluminium yang dilukis tangan. Untuk pertama kalinya, koleksi tas-tas ini menjadi 'tas couture', termasuk reinterpretasi baru Lady Dior.Simak ulasan selengkapnya di halaman berikutnya..
Anderson memposisikan couture sebagai laboratorium ide, sejajar dengan sistem alam yang terus bergerak. Meteor, fosil, miniatur potret abad ke-18, hingga karya keramik Magdalene Odundo baginya merupakan katalis untuk mendapatkan perspektif baru.Misalnya, hiasan bunga-bunga yang tampak realistis sebenarnya dibuat dari sutra ringan atau dipadatkan dalam bordir. Lalu ada sifon serta organza yang diproses hingga tampak seperti bulu. Di sinilah couture menjadi cara melihat dunia, dan bukan sekadar cara membuat pakaian.Lihat Juga :Karya Terakhir dan Warisan Feminisme Maria Grazia Chiuri di DiorPernyataan Anderson tentang atelier tanpa mesin jahit, tentang jaket yang sepenuhnya dibuat dengan tangan, menjadi kunci emosional koleksi ini. Keajaiban yang ada di couture, baginya, lahir dari kesadaran bahwa keahlian untuk membuatnya sedang terancam.Di tahun 1950-an, ada sekitar 150 rumah mode couture di Paris. Kini, hanya ada 28 rumah mode yang ikut dalam jadwal resmi Paris Couture Week. Dalam konteks Dior, posisi ini terasa signifikan.Jika Galliano pernah menggunakan couture sebagai panggung drama dan narasi historis yang ekstrem, Anderson menggunakannya sebagai alat konservasi.Lihat Juga :Viral Klaim Tas-Tas Mewah Label AS dan Eropa Diproduksi di ChinaDebut ini tidak mencoba menyaingi Galliano dalam hal teatrikalitas. Ia memilih jalur lain, yakni dengan membangun tata bahasa baru yang beresonansi dengan fondasi Dior, sambil menguji batasan-batasannya, baik secara teknis maupun estetika.Hasilnya adalah koleksi yang intelektual tanpa terlihat dingin, historis tanpa terjebak nostalgia, dan eksperimental tanpa kehilangan rasa hormat pada rumah mode yang memiliki sejarah yang panjang.Mulai Selasa (27/1), lokasi show di Musée Rodin akan menjadi tuan rumah Grammar of Forms, sebuah presentasi selama sepekan yang terbuka untuk umum. Presentasi ini akan menempatkan desain haute couture Anderson dalam dialog dengan kreasi ikonik Christian Dior dan patung keramik Magdalene Odundo.Program ini mencakup diskusi publik dan tur sekolah. Tujuannya, untuk mendemistifikasi dunia couture dan memastikan keberlanjutannya bagi generasi mendatang.
Jonathan Anderson 'Menyelamatkan' Couture Lewat Koleksi Teranyar Dior

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260127122959-277-1321489/jonathan-anderson-menyelamatkan-couture-lewat-koleksi-teranyar-dior
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.