Gaya Hidup 02 Feb 2026 4 views

Pada Berobat ke Negeri Jiran, Indonesia Rugi Rp160 T Kata Wamenkes

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan bahwa Indonesia berpotensi kehilangan devisa sebesar Rp160 triliun. Jumlah ini mengalir ke negara-negara te...

Pada Berobat ke Negeri Jiran, Indonesia Rugi Rp160 T Kata Wamenkes
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan bahwa Indonesia berpotensi kehilangan devisa sebesar Rp160 triliun. Jumlah ini mengalir ke negara-negara tetangga seperti Penang, Singapura, Thailand, dan Korea karena banyaknya warga Indonesia yang memilih berobat di luar negeri. Hal ini disampaikan Dante di Jakarta Utara pada Selasa (27/1).

Dante menjelaskan bahwa salah satu alasan utama pasien domestik memilih berobat ke luar negeri adalah buruknya keramahan atau *hospitality* rumah sakit di dalam negeri. Ia menegaskan bahwa kualitas dokter di Indonesia sebenarnya tidak kalah, namun pelayanan yang ramah masih menjadi kelemahan. Oleh karena itu, Dante berpesan kepada seluruh rumah sakit di Indonesia untuk tidak membeda-bedakan pasien berdasarkan "kelas" dan memberikan kualitas pelayanan yang sama untuk semua.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga mengakui kekurangan pelayanan di sektor rumah sakit, khususnya pada fasilitas kesehatan milik pemerintah. Ia menekankan pentingnya perubahan, terutama dalam hal *hospitality*, baik untuk pasien BPJS maupun non-BPJS.

Malaysia diketahui menjadi pasar utama bagi pasien dari Indonesia. Laporan tematik dari Malaysian Industrial Development Finance Berhad (MIDF) pada Agustus 2025 menyebutkan bahwa daya tarik Malaysia sebagai destinasi wisata medis adalah harganya yang terjangkau. Biaya perawatan di Malaysia bisa 30 hingga 50 persen lebih murah dibandingkan negara-negara Barat. Ditambah dengan hasil klinis yang kuat dan waktu tunggu yang lebih singkat, Malaysia menjadi salah satu destinasi paling kompetitif di Asia untuk operasi besar, diagnostik, hingga perawatan khusus.

Menurut laporan MIDF, pasien dari Indonesia menyumbang porsi terbesar, mencapai 65 persen dari total pasien wisata medis di Malaysia. Presiden Asosiasi Rumah Sakit Swasta Malaysia, Kuljit Singh, menjelaskan bahwa tingginya jumlah pasien dari Indonesia tidak lepas dari kedekatan budaya kedua negara, mulai dari bahasa yang lebih familier hingga penerapan aspek halal karena mayoritas penduduknya Muslim. Kuljit menambahkan bahwa pasien Muslim dari Indonesia dan Timur Tengah sering mempertimbangkan ketersediaan fasilitas ibadah, dokter perempuan, dan layanan reproduksi sebagai alasan utama memilih rumah sakit di Malaysia.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260127140017-255-1321558/pada-berobat-ke-negeri-jiran-indonesia-rugi-rp160-t-kata-wamenkes
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.