Bahaya Tidur Ngorok, Bisa Hambat Diet hingga Picu Stroke
Jakarta, Tidur sering dianggap sepele dalam upaya menjaga kesehatan. Padahal, kualitas tidur memegang peran penting...
Jakarta, Tidur sering dianggap sepele dalam upaya menjaga kesehatan. Padahal, kualitas tidur memegang peran penting, termasuk bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan.Salah satu gangguan tidur yang kerap diabaikan adalah ngorok atau mendengkur.Dokter spesialis penyakit dalam, Vardian Mahardika, menegaskan ngorok bukan sekadar suara mengganggu saat tidur, melainkan bisa menjadi tanda masalah serius pada tubuh.
Lakukan 5 Cara Ini Agar Tidak Mendengkur saat Tidur"Ngorok atau mendengkur memang bisa jadi tanda b ahaya kesehatan, karena ini juga pertnada ada penyempitan di saluran pernapasan" kata Vardian dalam Talkshow di acara Wellnest Festival 2026 yang digelar di Jakarta, Jumat (30/1). Menurut dia, kualitas tidur yang baik perlu didukung ruangan yang gelap, sejuk, tidak berisik, serta bebas dari distraksi seperti ponsel.Ia juga menekankan pentingnya olahraga, terutama latihan beban, bagi siapa pun yang ingin menurunkan berat badan. Namun, semua upaya tersebut bisa sia-sia bila tidur terganggu oleh ngorok.Cerita Pria yang Sukses Turunkan BB 45 Kg, Apa Rahasianya?Ngorok dan obesitas, lingkaran setanVardian menjelaskan, orang dengan obesitas lebih rentan mengalami ngorok atau mendengkur. Pada kondisi tertentu, ngorok bahkan bisa berkembang menjadi obstructive sleep apnea (OSA), yakni gangguan tidur ketika napas berhenti sesaat saat tidur."Ada pasien saya datang mau konsultasi penurunan berat badan. Istrinya menemukan suaminya ngorok dan sempat berhenti napas satu sampai dua detik. Itu sudah termasuk obstructive sleep apnea," ujarnya.OSA sering kali tidak disadari penderitanya. Padahal, kondisi ini menandakan saluran pernapasan menyempit sehingga suplai oksigen ke tubuh berkurang drastis.Akibatnya, tubuh terus berada dalam mode siaga sepanjang malam.Bahaya Kesehatan yang Bisa Terjadi Akibat Ngorok8 Tanda Bahaya saat Ngorok"Tubuh seperti terus 'berkelahi' saat tidur. Kortisol naik terus. Dalam kondisi seperti ini, berat badan sangat sulit turun," jelas Vardian.Lebih mengkhawatirkan lagi, ngorok berat yang disertai sleep apnea dapat meningkatkan risiko stroke. Vardian menyebut, risiko stroke saat tidur pada orang dengan ngorok berat bisa meningkat hingga 90 persen."Bisa dibayangkan seberat apa gangguan ngoroknya. Ini bukan hal sepele," ujarnya.Karena itu, ia menyarankan evaluasi ngorok perlu dilakukan, termasuk analisis apakah kondisi tersebut membutuhkan intervensi medis, seperti alat bantu napas yang digunakan saat tidur.Bagi mereka yang belum yakin apakah ngoroknya berbahaya, Vardian menyarankan langkah sederhana. Jika memiliki pasangan tidur, kualitas tidur bisa direkam menggunakan ponsel."Direkam saja saat tidur, supaya tahu bagaimana kualitas tidurnya. Dari situ bisa terlihat apakah ada dengkuran berat atau henti napas," katanya. (tis/tis)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260130171440-255-1322891/bahaya-tidur-ngorok-bisa-hambat-diet-hingga-picu-stroke
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
29 May 2026
Tak Usah Takut Sesak, Ini Tips Aman Olahraga untuk Penderita Asma
28 May 2026
Kenapa Tidur Harus Mematikan Lampu? Begini Caranya Adaptasi
28 May 2026
Kisah Pulau Boneka Meksiko, dari Tragedi hingga Wisata Horor Mendunia
28 May 2026
Khawatir Gerd Kambuh Setelah Makan Daging Kurban, Begini Saran Dokter
28 May 2026
Kenapa Muncul Rasa Ingin Mengunyah saat Mengantuk?
28 May 2026
Cara Mengolah Daging Sapi Kurban Agar Tak Alot, Ini Tipsnya