Menjaga Kualitas Hidup Melalui Preventive Medicine Terpadu di Seraphim
Kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sebelum munculnya penyakit semakin meningkat, terutama di tengah gaya hidup modern. Pendekatan *preventive medicine* kini dia...
Wahyu Rizal, Manager Marketing & Sales Seraphim Medical Center, menyatakan bahwa fokus utama *preventive medicine* adalah menjaga tubuh tetap optimal melalui pencegahan, bukan hanya mengobati setelah penyakit muncul. Pendekatan ini sejalan dengan upaya meningkatkan harapan hidup masyarakat Indonesia agar dapat hidup lebih lama, lebih kuat, dan lebih berkualitas.
"Preventive medicine melihat kesehatan secara menyeluruh. Seluruh aspek kehidupan diperiksa terlebih dahulu melalui konsultasi dengan dokter, kemudian disusun program yang sesuai dengan kondisi masing-masing individu," jelas Wahyu kepada awak media di Wellnest Festival 2026 pada Jumat, 30 Januari.
Seraphim Medical Center mengusung konsep *personalized treatment*, di mana setiap pasien mendapatkan rencana perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuhnya. Program tersebut mencakup konsultasi medis berbasis *functional medicine*, latihan fisik, hingga berbagai terapi penunjang kesehatan.
Beberapa terapi yang banyak diminati antara lain *cryo-chamber therapy*, yaitu terapi paparan suhu ekstrem hingga minus 110 derajat Celsius. Terapi ini disebut bermanfaat untuk menekan inflamasi, mendukung kesehatan otot, meningkatkan kualitas kulit melalui stimulasi kolagen, serta membantu proses eliminasi toksin dalam tubuh. "Toksin merupakan salah satu sumber utama munculnya berbagai penyakit. Dengan terapi yang tepat, tubuh dapat dibantu untuk mengurangi akumulasi toksin tersebut," terang Wahyu.
Selain itu, tersedia pula terapi pembersihan usus besar atau *colon hydrotherapy*, serta *hyperbaric chamber therapy* yang memanfaatkan oksigen bertekanan tinggi untuk mendukung proses regenerasi tubuh.
Dalam konteks kesehatan jangka panjang, Wahyu juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan otak. Ia menilai, ancaman gangguan kognitif seperti demensia masih sering luput dari perhatian masyarakat, padahal dampaknya sangat besar terhadap kualitas hidup.
"Selama ini masyarakat lebih takut pada penyakit jantung, stroke, atau gangguan metabolik. Padahal, demensia juga mengancam dan dampaknya bisa sangat menakutkan karena berkaitan dengan penurunan daya ingat dan fungsi otak," ujarnya.
Menurut Wahyu, ketergantungan pada teknologi dalam kehidupan sehari-hari turut memengaruhi kinerja otak. Kebiasaan mengandalkan perangkat digital untuk mengingat berbagai hal dinilai dapat mengurangi stimulasi alami otak dalam jangka panjang.
Sebagai bagian dari upaya pencegahan, Seraphim Medical Center memperkenalkan teknologi *transcranial pulse stimulation* yang ditujukan untuk membantu menjaga fungsi otak dan mencegah risiko demensia. Teknologi ini masih tergolong terbatas di Indonesia dan menjadi bagian dari pendekatan *preventive medicine* berbasis inovasi medis.
Wahyu menegaskan, investasi pada kesehatan melalui pencegahan sejak dini diharapkan dapat membantu masyarakat menjalani hidup yang lebih produktif dan berkualitas. "Dengan *preventive medicine*, kita tidak hanya berbicara soal hidup lebih lama, tetapi juga tentang bagaimana hidup dengan kondisi yang lebih baik," pungkasnya.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260131135230-260-1323113/menjaga-kualitas-hidup-melalui-preventive-medicine-terpadu-di-seraphim
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
13 Feb 2026
Cancer Cocok dengan Zodiak Apa? Ini Penjelasannya
13 Feb 2026
Cek Jadwal War Tiket Mudik Kereta Lebaran 2026, Berikut Cara Pesannya
13 Feb 2026
50 Ucapan Hari Valentine untuk Sahabat yang Tulus dan Berkesan
13 Feb 2026
7 Cara 'Ngucapin' Hari Valentine ke Pacar yang Romantis dan Tulus
13 Feb 2026
Changi Jadi Salah Satu Bandara Terbaik untuk Bertemu Belahan Jiwa
13 Feb 2026
Vlogger Filipina Meninggal Setelah Makan 'Kepiting Setan'