Ini Alasan Tak Perlu Turunkan Hormon Kortisol untuk Atasi Stres
Judul: Ini Alasan Tak Perlu Turunkan Hormon Kortisol untuk Atasi Stres Daftar Isi Mengapa kita tak perlu menurunkan hormon kortisol? 1. Kortisol membuat Anda bertahan hidup 2. Gan...
Daftar Isi
Mengapa kita tak perlu menurunkan hormon kortisol?
1. Kortisol membuat Anda bertahan hidup
2. Gangguan kortisol relatif jarang terjadi
3. Tak perlu lakukan tes kortisol
Mengelola stres tetap diperlukan
Jakarta, Dikenal sebagai hormon stres, selama ini kadar kortisol selalu diupayakan untuk ditekan. Tak heran jika banyak orang yang mencari cara menurunkan hormon kortisol.Ternyata, ini cara yang salah dalam mengelola stres. Kortisol tetap dibutuhkan untuk fungsi lain, tak sekadar mengatur respons tubuh terhadap stres.Lihat Juga :9 Penyebab Kamu Terbangun dalam Keadaan Lapar
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengapa kita tak perlu menurunkan hormon kortisol?Sejumlah profesional medis menolak gagasan mengenai pengendalian kortisol. Di satu sisi, pengendalian sangat tak mungkin dilakukan. Di sisi lain, masyarakat sebaiknya tak melabeli hormon ini sebagai musuh.Berikut ini sejumlah hal yang perlu Anda ketahui terkait kortisol. Pilihan RedaksiPerhatikan, 5 Hal Ini Bisa Jadi Tanda Fungsi Otak Mulai MenurunBukan Cuma Garam, 8 Makanan Ini Diam-diam Bikin Darah TinggiKebiasaan Minum Teh Setelah Makan, Aman atau Bikin Masalah?1. Kortisol membuat Anda bertahan hidupHormon kortisol dibutuhkan manusia untuk bertahan hidup. Berasal dari kelenjar adrenal yang terletak di atas ginjal, hormon ini berperan penting bagi banyak fungsi tubuh.Mengutip Cleveland Clinic, hormon kortisol berperan mengatur tubuh menggunakan glukosa untuk energi, mengurangi peradangan, mengatur tekanan darah, mengontrol siklus tubuh, dan masih banyak lainnya.Adapun kadar kortisol berfluktuasi sepanjang hari, meningkat saat Anda bangun di pagi hari dan menurun sebelum tidur di malam hari. Menurut ahli endokrinologi dari Universitas Johns Hopkins, Roberto Salvatori, kortisol juga meningkat saat Anda sakit atau kondisi stres lainnya."Kadar kortisol kita diatur setiap menit," ujar Salvatori, melansir The Independent UK.2. Gangguan kortisol relatif jarang terjadiOrang yang mengalami gangguan akibat hormon kortisol sangat jarang terjadi. Jika kadarnya rendah secara kronis, justru akan menyebabkan insufisiensi adrenal. Ini termasuk penyakit Addison, yakni ketika sistem imun menyerang kelenjar adrenal.Adapun kadar kortisol yang terlalu tinggi dialami oleh penderita sindrom Cushing. Salah satu penyebabnya, yakni tumor yang muncul di kelenjar adrenal atau hipofisis.3. Tak perlu lakukan tes kortisolGejala kadar kortisol tinggi atau rendah sangat beragam dapat tumpang tindih dengan tanda masalah kesehatan lain. Jadi, tidak melulu terkait dengan kondisi stres.Kadar hormon kortisol dapat diukur melalui air liur, darah, atau urine. Namun diagnosis membutuhkan waktu dan pemahaman tentang kesehatan pasien secara keseluruhan."Ada banyak nuansa dalam menafsirkan kortisol dan itulah yang membuat saya sedikit khawatir tentang pasien yang melakukan tes kortisol sendiri tanpa pengawasan dokter," kata ahli endokrinologi di UTHealth Houston, Katie Guttenberg.Menurutnya, tes darah kortisol yang dilakukan sekali saja tak akan memberikan informasi berguna. Ini justru bisa menyebabkan stres dan tindak lanjut medis yang tak perlu.Misalnya, perempuan yang menggunakan pil KB akan memiliki hasil tes darah kortisol yang tinggi secara tidak akurat. Ini kaitannya dengan cara kerja pil KB dalam tubuh.
Mengelola stres tetap diperlukanOrang yang mengidap penyakit tertentu, cenderung memiliki kadar hormon kortisol yang tidak stabil. Misalnya, mengobati kadar kortisol yang tinggi bisa membantu penderita diabetes yang mengonsumsi banyak obat untuk mengontrol kadar gula darah.Bagi yang sehat, ketimbang berfokus menurunkan hormon kortisol, lebih baik kembali ke dasar-dasar manajemen stres. Misalnya, makan dengan baik, tidur yang cukup, berolahraga, atau menjalani terapi.Anda justru patut waspada dengan suplemen atau vitamin yang mengeklaim dapat menurunkan hormon kortisol. Para ahli endokrinologi mengatakan, tidak ada pengobatan tanpa resep yang terbukti efektif terhadap pengendalian kortisol.Hanya penderita kondisi tertentu saja, seperti sindrom Cushing, yang bisa mendapatkan obat dari resep dokter. Itu pun dosis obat harus diatur dengan hati-hati. (rti)
Add
as a preferred source on Google
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260203120621-255-1323986/ini-alasan-tak-perlu-turunkan-hormon-kortisol-untuk-atasi-stres
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
05 Apr 2026
Plus Minus Situationship, Hubungan Tanpa Status yang Lagi Tren
05 Apr 2026
Suhu Kawah Gunung Slamet Naik, Seluruh Jalur Pendakian Ditutup
05 Apr 2026
Trans Hotel Jakarta, Sekali Coba Ingin Datang Lagi
05 Apr 2026
10 Makanan yang Tahan Lama, Nyaris Tak Bisa Kedaluwarsa
05 Apr 2026
Tak Selalu 'I Love You', Ini 9 Tanda Si Dia Sayang Kamu
05 Apr 2026
Terungkap! Studi Ini Sebut Laki-laki Lebih Cepat Meninggal