Marak Penipuan dan Getok Harga, Turis Mulai Khawatir Kunjungi Thailand
Judul: Marak Penipuan dan Getok Harga, Turis Mulai Khawatir Kunjungi Thailand Jakarta, Thailand pernah menjadi magnet pariwisata nomor satu di Asia Tenggara. Namun, tahun lalu Neg...
Jakarta, Thailand pernah menjadi magnet pariwisata nomor satu di Asia Tenggara. Namun, tahun lalu Negeri Gajah Putih tersebut kehilangan daya pikatnya karena sederet keluhan turis asing.Pada tahun 2025, Thailand mengalami penurunan kedatangan internasional. Tercatat 32,9 juta turis asing yang datang ke negara tersebut tahun lalu, angka ini merosot 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.China, Malaysia, India, dan Korea Selatan disebut sebagai pasar pariwisata terbesar di Thailand pada tahun 2025. Namun sebuah survei menunjukkan, wisatawan khususnya yang berasal dari Asia Timur (termasuk China dan Korsel) memiliki kekhawatiran tinggi terhadap tingkat keamanan di Negeri Gajah Putih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan hanya wisatawan Asia Timur, tetapi turis dari Asia Tenggara juga mengeluhkan hal yang sama. Sementara itu, wisatawan Eropa diklaim sebagai kelompok yang paling sedikit mengkhawatirkan hal tersebut ketika melancong ke Thailand.Seperti dilansir dari VN Express, Dewan Pariwisata Thailand telah melakukan survei kepada 302 turis asing pada kuartal keempat tahun 2025. Hasilnya, terungkap beberapa masalah yang dihadapi mereka selama berkunjung di Thailand. Pilihan RedaksiTuris Disentil Usai Keluhkan Warga Thailand Tak Fasih Bahasa InggrisThailand Berencana Bangun Disneyland Pertama di Asia TenggaraSudah 3 Turis Taman Nasional Thailand Tewas Diserang Gajah yang SamaPeringkat pertama kekhawatiran yang dikeluhkan para turis adalah masalah keamanan, terutama praktik penipuan yang mengintai mereka.Penipuan ini termasuk getok harga (gouging) tarif taksi, agen tur yang curang atau gadungan, sampai harga untuk turis yang dibuat lebih mahal dibandingkan warga lokal.Disusul dengan masalah kedua yaitu hambatan komunikasi dengan masyarakat setempat. Keterbatasan penggunaan bahasa asing membuat turis lebih sulit berkomunikasi selama di Thailand.Para turis juga mengeluhkan pengemudi taksi yang hanya mau menjemput penumpang dengan tarif tetap sejak awal (tidak mau menggunakan meteran taksi). Tak jarang pengemudi yang seenaknya menggetok harga tinggi meskipun jarak perjalanannya relatif dekat.Masalah selanjutnya adalah mereka melihat adanya potensi eksploitasi karena ketidaktahuan turis. Adapun kemungkinan permintaan suap (uang damai) oleh oknum petugas atau pejabat setempat, apabila turis terlibat masalah selama di ThailandSelain itu, polusi udara akibat partikel kecil yang berbahaya (disebut PM2.5) juga menjadi kekhawatiran. Di kota-kota besar Thailand, polusi udara bahkan bisa mencapai level tinggi.Sementara itu, di antara sejumlah keluhan tersebut, masalah yang paling tidak dikhawatirkan oleh turis adalah kemungkinan serangan fisik sampai penculikan yang meminta uang tebusan. (ana/wiw)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260205122201-269-1324886/marak-penipuan-dan-getok-harga-turis-mulai-khawatir-kunjungi-thailand
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
13 Feb 2026
7 Penyebab Ngidam Makanan Asin, Awas Bisa Jadi Gejala Penyakit
13 Feb 2026
Ribuan Kelinci Huni Pulau di Jepang, Ada Teori Kisah Masa Lalu Kelam
13 Feb 2026
Tak Selalu Haus, Ini 7 Tanda Tubuh Mengalami Dehidrasi
13 Feb 2026
Tertutup Nama Paris, Pesona Kota di Prancis Ini Jarang Disadari Turis
13 Feb 2026
7 Kepribadian yang Khas Dimiliki Anak Sulung, Suka Ngatur?
13 Feb 2026
7 Destinasi di Indonesia yang Punya Tradisi Khas Perayaan Imlek