4 Penyebab Anak Alami Depresi yang Sering Luput dari Orang Tua
Judul: 4 Penyebab Anak Alami Depresi yang Sering Luput dari Orang Tua Daftar Isi 1. Kurangnya perhatian dan komunikasi 2. Kekerasan emosional dan kebiasaan membandingkan anak 3. A...
Daftar Isi
1. Kurangnya perhatian dan komunikasi
2. Kekerasan emosional dan kebiasaan membandingkan anak
3. Anak tidak didengarkan secara emosional
4. Gizi dan gaya hidup anak terabaikan
Jakarta, Depresi pada anak kerap terjadi tanpa disadari lingkungan terdekat, termasuk orang tua. Tak sedikit orang tua baru menyadari kondisi tersebut ketika anak sudah menunjukkan perubahan perilaku yang cukup berat, seperti menarik diri, mudah marah, atau kehilangan minat pada hal-hal yang sebelumnya disukai.Psikolog anak Mira Amir menjelaskan, depresi pada anak umumnya tidak muncul secara tiba-tiba. Kondisi ini merupakan hasil dari berbagai faktor yang saling berkaitan, terutama yang berasal dari lingkungan keluarga.Lihat Juga :Tanda Depresi pada Anak yang Kerap Terabaikan Orang Tua
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut sejumlah penyebab anak bisa mengalami depresi menurut Mira Amir:1. Kurangnya perhatian dan komunikasiMinimnya perhatian dari orang tua menjadi salah satu faktor utama yang membuat anak rentan mengalami depresi. Anak tidak hanya membutuhkan pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga kehadiran emosional dari orang tuanya. Pengabaian ini kerap terjadi ketika komunikasi di rumah hanya berjalan satu arah. Orang tua merasa sudah berkomunikasi dengan anak, padahal yang dilakukan sebatas menasihati atau menegur tanpa benar-benar mendengarkan."Orang tua melalaikan tanggung jawabnya hanya sebatas memberikan kebutuhan fisik. Kasih makan, kasih pendidikan, mungkin bahkan sekolah mahal, tapi minim interaksi, minim komunikasi," kata Mira saat dihubungi .com, Kamis (5/2).Pilihan RedaksiAnak 5 Kali Lebih Rentan Alami Anxiety, Menkes Ingatkan BahayanyaCKG Temukan Anak dan Remaja Lebih Rentan Alami Depresi-KecemasanMenteri PPPA Fokus Pendampingan Keluarga Anak Bunuh Diri di NTT2. Kekerasan emosional dan kebiasaan membandingkan anakFaktor lain yang kerap memicu depresi pada anak adalah kekerasan, baik fisik, verbal, maupun emosional, yang sering kali dilakukan tanpa disadari.Menurut Mira, banyak orang tua meniru pola asuh yang mereka terima di masa kecil dan menganggapnya sebagai sesuatu yang wajar untuk diterapkan kembali."Orang tua menganggap bahwa bagaimana mereka diasuh ketika kecil adalah layak juga diterapkan pada anak-anaknya. Apa yang terjadi? Perilaku kekerasan, abusive, fisik, mental, verbal," ujarnya.Termasuk dalam kekerasan emosional adalah kebiasaan membandingkan anak dengan anak lain, baik dengan saudara kandung maupun anak seusianya."Orang tua membanding-bandingkan antara anak yang satu dengan anak yang lain. Itu bisa berpotensi membuat seorang anak masuk ke gejala depresi," kata Mira.3. Anak tidak didengarkan secara emosionalMira menekankan bahwa komunikasi yang sehat bukan hanya soal berbicara, tetapi juga mendengarkan."Komunikasi adalah juga kemampuan orang tua untuk mampu mendengarkan si anak," ujarnya.Ketika anak merasa pendapat dan perasaannya tidak didengar atau dianggap sepele, mereka cenderung memendam emosi. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memicu gangguan kesehatan mental, termasuk depresi.
4. Gizi dan gaya hidup anak terabaikanSelain relasi dalam keluarga, gaya hidup juga berpengaruh pada ketahanan mental anak. Mira menyoroti pola makan dan aktivitas fisik yang kurang seimbang sebagai faktor risiko yang sering luput dari perhatian."Faktor nutrisi dan aktivitas pada anak itu juga sama pentingnya. Hanya melulu konsumsi junk food, tidak ada keseimbangan gizi, itu rentan," kata Mira.Lihat Juga :Mengenal Bipolar Tipe 1 yang Diidap Kanye West: Gejala dan PenyebabnyaIa menjelaskan, kondisi fisik yang tidak prima dapat membuat anak lebih rapuh saat menghadapi tekanan. Ketika ada masalah atau situasi yang menekan, daya tahan tubuh dan mental anak menjadi lebih mudah goyah.Mira menegaskan, depresi pada anak biasanya merupakan akumulasi dari berbagai faktor yang saling berkaitan. Karena itu, kepekaan orang tua untuk hadir secara emosional, membangun komunikasi dua arah, serta menciptakan lingkungan yang aman dan suportif menjadi kunci penting dalam mencegah depresi pada anak sejak dini. (nga/tis)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260209061009-284-1326049/4-penyebab-anak-alami-depresi-yang-sering-luput-dari-orang-tua
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
13 Feb 2026
7 Kepribadian yang Khas Dimiliki Anak Sulung, Suka Ngatur?
13 Feb 2026
7 Destinasi di Indonesia yang Punya Tradisi Khas Perayaan Imlek
13 Feb 2026
5 Jenis Makanan Pemicu Tumbuh Sel Kanker, Selektif Sejak Dini
13 Feb 2026
Tak Semua Pemalu, Ini 4 Tipe Introvert yang Perlu Kamu Tahu
13 Feb 2026
5 Makanan untuk Kesehatan Mental yang Lebih Baik, Wajib Dicoba
13 Feb 2026
Anti Gloomy, 10 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Redakan Depresi