2 Pria Ini Nekat 518 Hari Jalan Kaki untuk Sampai di China
Judul: 2 Pria Ini Nekat 518 Hari Jalan Kaki untuk Sampai di China Jakarta, Jalan kaki 10 ribu langkah sehari sudah biasa. Bayangkan, jika jalan kaki penuh selama satu setengah tah...
Jakarta, Jalan kaki 10 ribu langkah sehari sudah biasa. Bayangkan, jika jalan kaki penuh selama satu setengah tahun lintas benua, sudah berapa banyak langkahnya?Ini bukan bualan semata, tapi sebuah kisah nyata yang datang dari petualang asal Negeri Mode, Prancis. Dua orang sahabat berhasil jalan kaki dari Prancis menuju China, tanpa banyak mengandalkan moda transportasi kecuali kalau benar-benar tak ada opsi lagi.Dua pria nekat ini bernama Loic Voisot (26 tahun) dan Benjamin Humblot (27 tahun). Mereka memulai langkahnya pada September 2024. Petualangannya berakhir ketika menapakkan kaki di tepi sungai Bund Promenade, Shanghai, China pada 7 Februari 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari mana awal mula ide gila ini? Berawal dari obrolan iseng dua orang sahabat di suatu malam. Voisot dan Humblot sudah berteman sejak berusia 10 tahun, sekolah dan berkuliah di tempat yang sama.Saat dewasa, mereka masih sering nongkrong bareng sepulang kerja. Suatu malam di Paris saat keduanya lagi deep talk, muncul pertanyaan apa yang ingin mereka lakukan meskipun itu terdengar mustahil. Pilihan RedaksiJepang Terancam Tak Punya Lagi Panda setelah Ribut Sama ChinaMau Liburan ke China Tahun Ini? Cek Dulu Panduannya di SiniSaingan Bali, Pulau Tercantik di Asia Akan Jadi Primadona Wisata Dunia"Ketika kami berbicara tentang petualangan, China muncul dengan cepat. Kemudian kami memiliki ide yang sedikit gila untuk berjalan kaki," cerita Humblot, seperti dilansir AFP.Melanjutkan obrolan malam itu, dua sahabat ini benar-benar mewujudkannya. Perjalanan itu selalu diiringi dengan hati yang penuh tekad, ingin mengunjungi China tanpa menggunakan pesawat."Kami berdua sadar akan perubahan iklim dan tanggung jawab manusia untuk itu, ada beberapa tindakan yang dapat kami ambil secara individu. Kami telah melakukan pekerjaan yang cukup baik," ungkap Voisot.Kemudian langkah mereka terus dihitung, hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun juga mulai berlalu. Setiap lima atau tujuh hari sekali, mereka akan memberi tubuhnya hak untuk beristirahat.[Gambas:Instagram]Hanya mengandalkan sepasang kaki yang kuat, Voisot dan Humblot berjalan sekitar 45 kilometer setiap harinya. Kecuali pada saat menyeberang sebentar ke Rusia, mereka memutuskan untuk menggunakan bus.Meskipun ingin menghabiskan seluruh perjalanan dengan jalan kaki, tetapi mereka masih mendengar nalar dan akal sehatnya. Dengan alasan keamanan dan logistik, menurut mereka mustahil untuk menyeberang ke Rusia dengan berjalan kaki.Tak terasa 518 hari sudah dilewati, dengan langkah yang tak berhenti, dan keringat yang terus menetes di dahi. Jarak sejauh 12.850 kilometer sudah ditaklukkan. Sudah 16 negara berhasil dilintasi, hampir seluruhnya dengan berjalan kaki.
Langkahnya tak selalu berayun ringan. Ketika musim dingin datang, dingin menusuk sampai ke tulang, membuat langkahnya semakin berat. Ini adalah tantangan yang tak bisa mereka hindarkan."Ada musim dingin yang sangat sulit, kami harus menyeberangi padang pasir di Uzbekistan. Intinya harus memiliki kemauan untuk terus berjalan," cerita Voisot dengan bangga.Sementara Humblot, mengatakan bahwa mereka berdua makan dengan sangat baik selama perjalanan. Tak heran, dengan banyaknya negara yang mereka singgahi, kuliner lezat juga sudah banyak dicicipi. Namun ada satu makanan yang membuat mereka rindu kampung halaman, yaitu keju Prancis.Singkat cerita, hari yang dinantikan itu akhirnya tiba, hari ketika mereka tiba di Shanghai. Lelahnya terbayarkan, dengan terharu Voisot dan Humblot saling berpelukan ketika akhirnya tiba di Shanghai, China.Ini adalah tempat yang selalu mereka rindukan selama hampir satu setengah tahun terakhir. Mata itu berbinar ketika memandang cakrawala China membentang tepat di hadapannya."Kami sulit percaya untuk percaya bahwa ini nyata, bahwa kami telah melakukan semua itu dengan berjalan kaki, bahwa kami akhirnya sampai di sini setelah memikirkan Shanghai begitu lama," ujar Voisot.Selama musim gugur, Voisot dan Humblot sudah memasuki China. Kedatangan dua petualang ini disambut oleh penduduk setempat dengan beberapa penggemar yang mengagumi mereka dari media sosial. Setidaknya ada 50 orang yang menunggu mereka di 10 kilometer terakhir menuju garis finis.Sorak-sorai kegembiraan mencuat ketika keduanya berhasil menyelesaikan perjalanan panjang ini. Banyak yang mengikuti kisah mereka di media sosial, ikut memantau perkembangan setiap harinya.Setelah berhasil menamatkan petualangan kali ini, ada kemungkinan mereka akan melanjutkan kisahnya itu ke lembaran berikutnya. Terbesit rencana untuk berjalan ke Amerika Utara, menyeberangi lautan ke Prancis dengan perahu, dan kembali pulang ke Annecy.Namun sebelum itu, ada rencana lain yang lebih mendesak menurut keduanya. Hal yang ingin mereka lakukan terlebih dulu saat ini adalah lebih banyak istirahat alias tidur dengan cukup. "Tidurlah lebih banyak!" seru Voisot.
Usai Jalan Kaki dari Prancis, 2 Pria Ini Disambut di China
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260210095949-269-1326480/2-pria-ini-nekat-518-hari-jalan-kaki-untuk-sampai-di-china
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
13 Feb 2026
Tertutup Nama Paris, Pesona Kota di Prancis Ini Jarang Disadari Turis
13 Feb 2026
7 Kepribadian yang Khas Dimiliki Anak Sulung, Suka Ngatur?
13 Feb 2026
7 Destinasi di Indonesia yang Punya Tradisi Khas Perayaan Imlek
13 Feb 2026
5 Jenis Makanan Pemicu Tumbuh Sel Kanker, Selektif Sejak Dini
13 Feb 2026
Tak Semua Pemalu, Ini 4 Tipe Introvert yang Perlu Kamu Tahu
13 Feb 2026
5 Makanan untuk Kesehatan Mental yang Lebih Baik, Wajib Dicoba