Ternyata Ini 5 Alasan Tidak Ada Sabuk Pengaman di Kursi Kereta Api
Jika Anda perhatikan, kursi penumpang di kereta api tidak dilengkapi dengan sabuk pengaman, berbeda dengan moda transportasi lain seperti mobil, bus, atau pesawat terbang. Padahal,...
Seorang ahli keselamatan transportasi, Thomas Barth, menjelaskan beberapa alasan mengapa kereta api tidak membutuhkan sabuk pengaman. Singkatnya, dibandingkan moda transportasi lain, kereta api memiliki tingkat keamanan yang cukup tinggi sehingga belum sampai batas yang mengharuskan penumpang memakai sabuk pengaman selama perjalanan. Berikut penjelasannya, dilansir dari Reader's Digest:
1. **Kereta Api Lebih Aman dan Jarang Terjadi Kecelakaan**
Asosiasi Penumpang Kereta Api menyatakan bahwa bepergian menggunakan kereta api 17 kali lebih aman dibandingkan menggunakan mobil. Desain interior kereta juga sudah diperhitungkan dengan aman melalui jajaran kursinya yang empuk dan berdekatan, sehingga ketika ada kecelakaan atau guncangan keras, penumpang akan jatuh ke bantalan kursi di sekitarnya.
"Tidak ada moda perjalanan yang 100 persen aman, tetapi desain dan peraturan untuk berbagai moda transportasi telah dikembangkan untuk mengurangi risiko ke tingkat yang dapat diterima. Ketika berbicara tentang kereta api, 'tingkat yang dapat diterima' itu saat ini tidak memerlukan sabuk pengaman," ujar Barth.
Kecelakaan kereta api jauh lebih jarang dibandingkan kecelakaan mobil, bus, atau pesawat terbang. Tingkat kematian korbannya juga lebih sedikit dibandingkan korban kecelakaan di jalan raya.
"Keuntungan kereta api adalah beroperasi di lingkungan yang terkendali (di trek dan dengan operator/penjadwalan). Lingkungannya sangat aman sehingga risikonya kecil meskipun tanpa menggunakan sabuk pengaman," jelasnya.
2. **Kekuatan Tabrakannya Lebih Rendah**
Kereta api memiliki kekuatan tabrakan yang relatif lebih rendah dibandingkan kendaraan lain. Ketika terjadi tabrakan, dampak atau seberapa parah kehancuran itu biasanya tergantung dari seberapa cepat kendaraan berhenti.
Saat sebuah mobil menabrak dinding bata, maka mobil itu seketika langsung berhenti. Ini menyebabkan kekuatan tabrakan yang sangat tinggi, kemungkinan akan langsung hancur.
Bagi kereta justru sebaliknya, kendaraan ini sangat besar dan berat sehingga kekuatan tabrakannya juga rendah. Namun, ada beberapa pengecualian kasus yang membuat potensi kekuatan tabrakan kereta menjadi tinggi.
"Tabrakan langsung antara dua kereta atau kereta tergelincir, akan menyebabkan kekuatan tabrakan yang tinggi. Namun ini adalah kejadian yang sangat jarang terjadi," ucap Barth.
3. **Memiliki Sistem Keselamatan yang Berbeda**
Sabuk pengaman dibutuhkan demi keselamatan penumpang, tetapi kereta memiliki sistem keselamatannya sendiri. Prioritas keselamatan di kereta adalah fokus agar kereta tidak mengalami tabrakan berat atau tergelincir.
Kereta beroperasi di lingkungan yang lebih terkontrol dibandingkan transportasi lain. Ditambah lagi, saat ini ada sistem baru yang mampu menghindari tabrakan berat atau tergelincir, yaitu Positive Train Control (PTC).
"Ini adalah sistem jaringan nasional yang akan membatasi pergerakan kereta secara otomatis, daripada mengandalkan petugas/awak kereta yang rentan terhadap *human error*," katanya.
4. **Tidak Sepadan dengan Biayanya**
Beberapa alasan sebelumnya menyimpulkan bahwa kereta tidak membutuhkan sabuk pengaman. Pun jika memaksa memasang sabuk pengaman biayanya akan sangat mahal dan tidak sepadan dengan fungsinya.
Desain kursi kereta saat ini sudah dirancang tanpa fitur sabuk pengaman, kursi empuk dan rapat ini juga cukup efektif untuk mengurangi benturan penumpang di dalamnya kalau terjadi kecelakaan.
Jika ingin ditambahkan sabuk pengaman, maka kereta perlu memiliki desain ulang dan pemasangan besar-besaran yang membutuhkan biaya mahal.
Mengingat jumlah insiden yang rendah, manfaat dari sabuk pengaman ini jadi tidak sebanding dengan harganya yang luar biasa. Penumpang juga mungkin akan jarang menggunakannya, apalagi jika naik kereta yang banyak pemberhentian.
5. **Kursi Jadi Tidak Nyaman Bahkan Berbahaya**
Jika sabuk pengaman benar-benar dipasang di kursi kereta, kemungkinan akan membuat tidak nyaman atau bahkan justru membahayakan penumpang.
Seperti kebanyakan kursi transportasi yang memiliki sabuk pengaman, kursinya terasa lebih kaku karena membuat postur tubuh lebih tegap selama pakai sabuk pengaman.
Kursi seperti ini membahayakan penumpang yang sedang berdiri, berjalan di lorong, atau bahkan penumpang yang tidak mau menggunakan sabuk pengaman.
Ketika terjadi kecelakaan, mereka akan terlempar ke kursi yang sangat kaku tersebut. Akibatnya bisa fatal, cedera, atau bahkan berisiko kematian.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260212170403-269-1327574/ternyata-ini-5-alasan-tidak-ada-sabuk-pengaman-di-kursi-kereta-api
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
08 Apr 2026
Perjuangan Aldi Taher Lawan Kanker, Ini Pantangan Makanannya
08 Apr 2026
Marak Penumpang Protes Dipaksa 'Gate-Check' Bagasi Saat Kabin Kosong
08 Apr 2026
8 Makanan yang Terlihat Sehat Ternyata Diam-diam Ganggu Umur Panjang
08 Apr 2026
FOTO: Kala Jalanan di Jerman Diselimuti Bunga Sakura Bermekaran
08 Apr 2026
Wajib Tahu, Ini 9 Cara Mengatasi Kaki Bengkak karena Diabetes
08 Apr 2026
FOTO: Pemeriksaan Anak buat Cegah Stunting di Hari Balita Nasional