Mencicip Angsa Michelin di Song Wat yang Bikin Rela Antre
Mencicip Angsa Michelin di Song Wat yang Bikin Rela Antre Konon, jika ada warung makan yang benar-benar lezat, polisi pasti akan datang untuk bersantap. Mitos atau bukan, pemandan...
Konon, jika ada warung makan yang benar-benar lezat, polisi pasti akan datang untuk bersantap. Mitos atau bukan, pemandangan itulah yang menyambut saat memasuki Urai Han Palo Braised Goose di 935 Song Wat Road, Bangkok. Sebuah meja panjang dipenuhi polisi Thailand yang sedang menikmati makan siang mereka dengan tenang dan serius.
Warung tua ini terletak di kawasan lama Bangkok yang kini kembali populer. Dari luar, tampilannya sederhana, bahkan cenderung biasa saja, dengan meja-meja kayu dan kipas angin yang terus berputar. Namun, sebuah logo Michelin Guide kategori Bib Gourmand tahun 2025 yang baru terpampang di sana menjadi daya tarik tersendiri.
**Angsa Teochew yang Direbus Pelan Sejak Pagi**
Urai Han Palo terkenal dengan angsa *braised* gaya Teochew yang dimasak dengan resep keluarga turun-temurun. Setiap pagi, angsa utuh direbus perlahan dalam kuah kecap asin, campuran *Chinese five-spice*, dan rempah-rempah. Proses ini membutuhkan api kecil, waktu yang panjang, dan kesabaran agar daging empuk dan meresap rasa.
Proses makan di sini sederhana namun membutuhkan waktu. Pengunjung harus mengambil nomor antrean, duduk, lalu memesan. Teh hangat akan disajikan terlebih dahulu, diikuti daging angsa, nasi, dan pelengkap. Jeda antar sajian terkadang cukup lama, mengikuti ritme dapur.
Para pelayan, yang konon masih satu keluarga, tidak bisa berbahasa Inggris. Oleh karena itu, bahasa tubuh dan kesabaran menjadi kunci untuk menikmati hidangan legendaris ini.
Urai Han Palo tidak buka sepanjang hari. Jam operasionalnya terbagi dua sesi: pukul 10.00-13.00 dan 16.00-19.00, setiap hari Senin hingga Minggu. Datang terlalu siang atau menjelang tutup berisiko kehabisan.
**Harga yang Masih Masuk Akal**
Meskipun sudah masuk radar Michelin, harga di Urai Han Palo masih tergolong ramah. Porsi kecil untuk 1-2 orang dibanderol THB 250 (sekitar Rp112.500), porsi medium untuk 2-3 orang seharga THB 420 (sekitar Rp189 ribu), dan porsi besar untuk 4-5 orang THB 840 (sekitar Rp378 ribu).
Tersedia juga pilihan *ala carte* seperti kepala dan sayap angsa seharga THB 80 (sekitar Rp36 ribu), kaki dan ampela THB 70 (sekitar Rp31.500), serta semangkuk sup bening dengan harga serupa. Nasi putih hanya THB 10 (sekitar Rp4.500 per porsi). Dengan teknik memasak yang memakan waktu dan kualitas rasa yang konsisten, harga ini cukup sepadan.
**Jadi, Bagaimana Rasanya?**
Sepiring angsa disajikan dengan potongan rapi. Kulitnya lembut dan tipis tanpa lemak berlebihan, sementara dagingnya padat namun empuk. Gigitan pertama langsung menjawab rasa penasaran setelah antrean yang bisa memakan waktu 1-1,5 jam. Dagingnya lunak, relatif *juicy*, dan mudah terlepas.
Rasa gurih dari kuah *braise* menyatu dengan aroma rempah yang hangat dan sedikit herbal, tanpa ada aroma amis yang mengganggu. Ini adalah sepiring angsa yang sangat enak, bersih, seimbang, dan matang sempurna. Rasanya ringan, tidak berlebihan, dan membuat ingin suapan berikutnya.
Angsa disajikan bersama semangkuk kecil kaldu bening, nasi putih, dan saus cocolan yang menjadi bintang tersembunyi. Sausnya tajam dan segar, dengan sentuhan *citrus* dan cuka yang menyentil lidah, ditambah pukulan bawang putih yang kuat. Kombinasi ini memotong rasa kaya daging angsa dan membuat hidangan terasa lebih ringan.
Pelayanan di sini lugas dan efisien. Tidak ada obrolan panjang atau dekorasi dramatis. Kipas angin bekerja keras melawan panas Bangkok, namun sering kali cuaca tetap lebih unggul.
Mungkin di situlah daya tariknya. Di tengah kawasan Song Wat yang semakin *hip* dan dipenuhi kafe modern, warung keluarga ini tetap setia pada resep dan dekorasi lama. Dan melihat para polisi yang masih asyik menikmati makan siang mereka, mungkin memang benar, jika polisi setempat saja rela antre dan makan dengan lahap, berarti sepiring angsa ini memang pantas dicari.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260213103440-262-1327780/mencicip-angsa-michelin-di-song-wat-yang-bikin-rela-antre
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
13 Feb 2026
Changi Jadi Salah Satu Bandara Terbaik untuk Bertemu Belahan Jiwa
13 Feb 2026
Vlogger Filipina Meninggal Setelah Makan 'Kepiting Setan'
13 Feb 2026
7 Ciri-Ciri Orang Baik Hati dan Tulus yang Mudah Dikenali
13 Feb 2026
Sering Dibungkus Humor, Tindakan Ini Juga Bentuk Pelecehan Seksual
13 Feb 2026
FOTO: Kota Kuno Petra di Yordania, Monumen Kejeniusan dari Masa Lampau
13 Feb 2026
Kenapa Korban Pelecehan Seksual Kerap Memilih Diam?