Kasus Campak Terdeteksi di Australia, Kenali Gejalanya
Judul: Kasus Campak Terdeteksi di Australia, Kenali Gejalanya Daftar Isi Apa itu campak? Gejala awal campak Gejala campak pada orang dewasa Jakarta, Kasus campak kembali menjadi s...
Daftar Isi
Apa itu campak?
Gejala awal campak
Gejala campak pada orang dewasa
Jakarta, Kasus campak kembali menjadi sorotan setelah satu infeksi dengan riwayat perjalanan dari Jakarta terdeteksi di Australia. Otoritas kesehatan setempat melaporkan seorang perempuan berusia 18 tahun dinyatakan positif campak setibanya di Perth pada 7-8 Februari 2026.Ruam dilaporkan muncul setelah pasien tiba di Australia. Hasil pemeriksaan PCR kemudian mengonfirmasi infeksi tersebut.Laporan ini telah diterima Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui mekanisme International Health Regulations (IHR). Pemerintah menyatakan hingga saat ini belum ada penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak secara nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat Juga :Kasus Campak Australia dari Indonesia, Kemenkes Perketat PengawasanApa itu campak?Mengutip Cleveland Clinic, campak atau rubeola merupakan infeksi virus akut yang sangat menular dan menyebar melalui udara. Virus dapat bertahan di ruangan hingga dua jam setelah penderita batuk atau bersin. Sementara itu, menurut Mayo Clinic, gejala campak biasanya muncul 7-14 hari setelah paparan virus. Pada tahap awal, keluhannya kerap menyerupai flu sehingga sering tidak langsung dikenali.
Gejala awal campakGejala awal yang umum muncul meliputi:• Demam tinggi, bisa mencapai 40 derajat Celsius• Batuk kering dan menetap• Pilek• Mata merah dan berair• Lemas serta nyeri otot• Sensitif terhadap cahayaPilihan RedaksiJangan Disepelekan, Kenali Ciri Kerusakan Saraf Mata dan PenyebabnyaImbas Banjir Sumatra, IDAI Catat Diare-ISPA Dominasi Penyakit AnakDapatkan 5 Vaksin Ini Sebelum Kamu Bepergian ke Luar NegeriSalah satu tanda khas campak adalah munculnya bercak putih kecil di dalam mulut yang disebut bintik Koplik. Bercak ini biasanya terlihat satu hingga dua hari sebelum ruam muncul di kulit.Anak-anak, terutama yang belum mendapat imunisasi lengkap, termasuk kelompok paling rentan tertular. Mengacu pada World Health Organization, penyakit ini umumnya diawali demam dan gejala saluran pernapasan atas selama tiga hingga lima hari, lalu diikuti ruam khas.Ruam campak biasanya:• Dimulai dari wajah, terutama di garis rambut dan belakang telinga• Menyebar ke leher, dada, punggung, lengan hingga kaki dalam dua hingga tiga hari• Berupa bercak merah datar yang dapat menyatu• Umumnya tidak menimbulkan rasa gatal• Bertahan sekitar lima hingga enam hariSebagian besar anak dapat pulih dalam satu hingga dua minggu tanpa komplikasi serius. Namun, pada anak dengan gizi kurang atau daya tahan tubuh lemah, risiko komplikasi meningkat.Komplikasi yang dapat terjadi antara lain diare berat, dehidrasi, infeksi telinga, hingga pneumonia.Gejala campak pada orang dewasaMeski lebih sering terjadi pada anak, campak pada orang dewasa cenderung menimbulkan gejala lebih berat. Demam pada orang dewasa biasanya lebih tinggi dan berlangsung lebih lama.Lihat Juga :7 Bahaya Anak Tidak Vaksin, Rentan Sakit Berat hingga FatalRisiko komplikasi pada orang dewasa meliputi:• Pneumonia, yang menjadi penyebab utama kematian akibat campak• Ensefalitis atau peradangan otak yang dapat menyebabkan kejang dan gangguan saraf• Dehidrasi berat akibat muntah atau diare• Risiko rawat inap yang lebih tinggiPada ibu hamil, infeksi campak dapat meningkatkan risiko keguguran, kelahiran prematur, atau bayi dengan berat lahir rendah.Lihat Juga :Yang Perlu Diketahui soal Difteri, Penyebab hingga GejalaKemenkes mengimbau masyarakat, khususnya pelaku perjalanan internasional, untuk memastikan status imunisasi campak telah lengkap.Bagi yang mengalami demam disertai ruam dan batuk, disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan guna mencegah penularan lebih lanjut.Mengenali gejala campak sejak dini, baik pada anak maupun dewasa, menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi yang lebih berat dan membatasi penyebaran penyakit ini. (nga/tis)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260223113534-255-1330782/kasus-campak-terdeteksi-di-australia-kenali-gejalanya
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
08 Apr 2026
Studi: Glutathione Jadi Bahan Bakar Sel Kanker, Perlu Dibatasi?
07 Apr 2026
Catat! 7 Peralatan Dapur Ini Wajib Diganti Lebih Sering
07 Apr 2026
Rambut 'Ayam Jantan' Putri Kim Jong Un Jadi Ikon Tapi 'Haram' Ditiru
07 Apr 2026
Ramai Pro Kontra Vasektomi, Apa Bedanya dengan Kebiri?
07 Apr 2026
Pilot Bikin Kapok Penumpang Egois yang Menyerobot ke Pintu Pesawat
07 Apr 2026
Ortu Perlu Tahu, Ini Beda Anak Aktif dan Hiperaktif