Respons BPOM soal Viral Kurma Mengandung Sirup Glukosa
Judul: Respons BPOM soal Viral Kurma Mengandung Sirup Glukosa Jakarta, Viral di media sosial X soal produk kurma yang disebut mengandung sirup glukosa. Temuan tersebut ramai dibah...
Jakarta, Viral di media sosial X soal produk kurma yang disebut mengandung sirup glukosa. Temuan tersebut ramai dibahas warganet, terutama karena kurma identik dikonsumsi saat Ramadhan ini sudah manis dari sananya.Unggahan itu dibagikan akun @SeputarTetangga pada Kamis (19/2) dengan menampilkan tangkapan layar komposisi produk. Dalam unggahannya, pemilik akun mempertanyakan perbedaan informasi pada label.Lihat Juga :Viral Kurma Kemasan Ditambah Sirup Glukosa, Ini Kata Dokter Gizi
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada yang bisa jelaskan? Di label asli, ada tertera bahan lain. Kenapa di label tambahan yang bahasa Indonesia cuma di-list buah kurma? Bukannya mesti ditulis semuanya ya? Gak semua orang ngerti arti yang di atas, taunya ini kurma tanpa tambahan apapun. Atau glucose syrup conservative e202 itu something yang naturally occur pada kurma?" tulisnya.Humas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Eka Rosmalasari menyampaikan bahwa penambahan sirup glukosa pada buah kering, termasuk kurma, diperbolehkan selama memenuhi ketentuan yang berlaku. "Mendapatkan izin edar, sesuai dengan yang didaftarkan serta diinformasikan, serta diinformasikan dengan jelas pada label," kata Eka, Selasa (24/2), melansir detikhealth.Pilihan RedaksiMana yang Porsinya Harus Lebih Besar, Makan Sahur atau Buka Puasa?Berapa Kalori Kurma Keju? Cek Dulu Sebelum Jadi Menu Berbuka Puasa5 Ciri-ciri Kurma Tak Layak Konsumsi, Jangan DimakanBPOM menegaskan bahwa setiap bahan tambahan pangan yang digunakan harus tercantum secara jelas dalam label, sesuai regulasi pelabelan pangan olahan.Artinya, produk yang beredar wajib mengikuti ketentuan izin edar dan informasi komposisi sebagaimana didaftarkan.Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing, khususnya bagi pengidap diabetes yang perlu membatasi asupan gula tambahan.Mengutip Healthline, sirup glukosa merupakan bahan yang banyak digunakan dalam industri pangan sebagai pemanis, pengental, sekaligus agen penahan kelembaban.Karena sifatnya yang tidak mudah mengkristal, sirup glukosa kerap dipakai dalam produksi permen, bir, fondant, makanan kaleng, hingga aneka produk olahan dan bakery.
Namun, sirup glukosa berbeda dengan glukosa murni. Glukosa adalah karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi utama tubuh. Sementara sirup glukosa diproduksi melalui proses hidrolisis pati dari bahan bertepung. Proses tersebut menghasilkan cairan kental dengan kadar gula tinggi.Bahan baku yang umum digunakan antara lain jagung, kentang, jelai, singkong, dan gandum. Produk akhirnya bisa berbentuk cairan kental maupun butiran padat.Tingkat kemanisan sirup glukosa diukur melalui nilai dextrose equivalent (DE). Semakin tinggi nilai DE, semakin tinggi juga kandungan gula dan tingkat kemanisannya.Dalam hal ini, konsumen disarankan untuk lebih cermat dengan membaca label komposisi sebelum membeli produk pangan. (nga/asr)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260225114647-262-1331605/respons-bpom-soal-viral-kurma-mengandung-sirup-glukosa
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
07 Apr 2026
Catat! 7 Peralatan Dapur Ini Wajib Diganti Lebih Sering
07 Apr 2026
Rambut 'Ayam Jantan' Putri Kim Jong Un Jadi Ikon Tapi 'Haram' Ditiru
07 Apr 2026
Ramai Pro Kontra Vasektomi, Apa Bedanya dengan Kebiri?
07 Apr 2026
Pilot Bikin Kapok Penumpang Egois yang Menyerobot ke Pintu Pesawat
07 Apr 2026
Ortu Perlu Tahu, Ini Beda Anak Aktif dan Hiperaktif
07 Apr 2026
Kapal Pesiar Khusus Dewasa, Temptation Cruises Sajikan Liburan Sensual