Kisah Wanita Jaksel Terjebak Krim Steroid 10 Tahun, Wajah Rusak Parah
Judul: Kisah Wanita Jaksel Terjebak Krim Steroid 10 Tahun, Wajah Rusak Parah Daftar Isi Terjebak krim steroid Wajah 'hancur' setelah berhenti Kondisi mulai membaik Jakarta, Wajah...
Daftar Isi
Terjebak krim steroid
Wajah 'hancur' setelah berhenti
Kondisi mulai membaik
Jakarta, Wajah mulus dan bebas jerawat sering jadi dambaan banyak orang. Tak sedikit yang rela mencoba berbagai cara demi tampil lebih percaya diri, termasuk menggunakan krim racikan dari klinik kecantikan.Namun, kisah Desty (34), seorang wanita asal Jakarta Selatan, menjadi pengingat bahwa perawatan instan bisa berujung panjang dan menyakitkan.Sama seperti remaja kebanyakan, Desty mengaku ingin memiliki kulit 'glowing' dan bebas jerawat. Saat masih kuliah S1 pada 2011, ia mengalami jerawat yang menurutnya masih tergolong jerawat remaja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat Juga :Rahasia Kulit Glowing Saat Puasa, Cegah Kering dan Berjerawat"Dulu waktu kuliah S1 tahun 2011 memang muka berjerawat. Tapi jerawatnya kayak jerawat ABG gitu," kata Desty, mengutip Detik. Merasa tak percaya diri, ia memutuskan berkonsultasi ke salah satu klinik kecantikan ternama di Malang. Dari sana, dokter meresepkan antibiotik dan krim racikan yang dikenal dengan istilah 'etiket biru'."Awalnya dokter meresepkan antibiotik. Resep itu dikasih dua, satu ke apotekernya, satu lagi ke saya," ujarnya.Masalah mulai muncul ketika ia kembali ke Bogor dan krim tersebut habis. Jerawatnya justru kembali lebih banyak dari sebelumnya.Pilihan Redaksi10 Tanda Tubuh Kamu Kekurangan Kolagen yang Perlu DiwaspadaiMakan Roti Putih Setiap Hari? Waspada 7 Risiko Kesehatan Ini7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi di Usia 40-an Biar Tetap Awet MudaTerjebak krim steroidAlih-alih berhenti, Desty justru kembali membeli krim etiket biru tersebut tanpa konsultasi ulang secara rutin. Harganya yang terjangkau membuatnya merasa penggunaan jangka panjang bukan masalah."Dibeli, dipakai, dan murah. Sebotol kecil itu nggak sampai Rp50 ribu. Jadi sebulan segitu ya enak lah. Dan itu kejadian terus-menerus," katanya.Tanpa benar-benar memahami kandungannya, Desty menggunakan krim tersebut selama hampir 10 tahun, sejak 2013 hingga 2023. Padahal, ia sempat diingatkan bahwa krim tersebut mengandung steroid.Ia mengaku dilema. Setiap kali pemakaian dihentikan, wajahnya memburuk. Namun saat digunakan, kulitnya tampak membaik."Kalau diberhentiin muka saya hancur, dipakai bagus tapi nambah bahaya juga. Tapi saya kerja ketemu orang, nggak mungkin ketemu orang dengan wajah seperti itu. Jadi saya lanjutkan sampai 10 tahun," tuturnya.Wajah 'hancur' setelah berhentiTahun 2023 menjadi titik balik. Desty akhirnya memutuskan berhenti dan berkonsultasi kembali ke dokter. Namun, penghentian krim membuat kulitnya bereaksi hebat.Dalam waktu sekitar dua minggu setelah antibiotik dan obat antiradang habis, wajahnya mengalami breakout parah. Skin barrier menipis, kemerahan muncul, dan jerawat meradang di hampir seluruh wajah."Kalau lihat di TikTok dan Instagram saya, memang hancur banget mukanya," katanya.
Ia sempat mengetahui bahwa penggunaan steroid seharusnya dihentikan secara bertahap atau tapering off. Namun, dokter saat itu tidak menyarankan metode tersebut."Katanya steroid itu harusnya tapering off, dosisnya dikurangi pelan-pelan. Tapi dokter tidak menyarankan saya seperti itu. Jadi langsung berhenti dan lanjut obat minum," ujarnya.Selain perawatan kulit, dokter juga menyarankan Desty menurunkan berat badan. Saat itu, berat badannya mencapai 92 kilogram dan tergolong obesitas.Lihat Juga :Cara Aman Cuci Muka dengan Air Beras dan Efek SampingnyaLemak berlebih disebut dapat memicu peradangan yang memperparah kondisi kulit.Kondisi mulai membaikKini, di tahun 2026, kondisi kulit Desty perlahan membaik. Kemerahan dan jerawat mulai mereda, meski kulitnya menjadi lebih sensitif dibanding sebelumnya."Kayaknya kalau debu, polusi, panas itu gampang banget nge-trigger jerawat kambuh lagi," katanya.Lihat Juga :Perempuan Ini Gunakan Sperma Suami sebagai Skincare, Apa Risikonya?Dari pengalaman panjangnya, Desty berpesan agar masyarakat tidak sembarangan menggunakan krim etiket biru dalam jangka panjang tanpa pengawasan dokter."Jangan pakai krim etiket biru lama-lama tanpa konsultasi rutin. Kita nggak pernah benar-benar tahu apa yang terkandung di dalamnya," tutupnya. (tis/tis)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260225222806-255-1331834/kisah-wanita-jaksel-terjebak-krim-steroid-10-tahun-wajah-rusak-parah
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
07 Apr 2026
Catat! 7 Peralatan Dapur Ini Wajib Diganti Lebih Sering
07 Apr 2026
Rambut 'Ayam Jantan' Putri Kim Jong Un Jadi Ikon Tapi 'Haram' Ditiru
07 Apr 2026
Ramai Pro Kontra Vasektomi, Apa Bedanya dengan Kebiri?
07 Apr 2026
Pilot Bikin Kapok Penumpang Egois yang Menyerobot ke Pintu Pesawat
07 Apr 2026
Ortu Perlu Tahu, Ini Beda Anak Aktif dan Hiperaktif
07 Apr 2026
Kapal Pesiar Khusus Dewasa, Temptation Cruises Sajikan Liburan Sensual