Benarkah Suntik Vitamin K Berbahaya untuk Bayi? Ini Penjelasan IDAI
Judul: Benarkah Suntik Vitamin K Berbahaya untuk Bayi? Ini Penjelasan IDAI Jakarta, Belakangan ini muncul kekhawatiran di kalangan orang tua mengenai pemberian vitamin K pada bayi...
Jakarta, Belakangan ini muncul kekhawatiran di kalangan orang tua mengenai pemberian vitamin K pada bayi yang baru lahir. Sebagian orang tua khawatir suntik vitamin K dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari penyakit kuning hingga leukemia. Namun apa benar demikian? Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa pemberian vitamin K pada bayi baru lahir aman dan penting untuk mencegah kondisi perdarahan yang berbahaya.Lihat Juga :Booster Vaksin pada Orang Tua Bisa Lindungi Bayi dari Campak
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vitamin K telah diberikan pada bayi baru lahir selama puluhan tahun di berbagai negara. Selain terbukti aman, pemberian vitamin ini juga berperan penting dalam mencegah perdarahan serius pada bayi."Pemberian Vitamin K yang digunakan saat ini untuk bayi baru lahir aman, dan tidak terbukti secara ilmiah dapat mengakibatkan anak sakit seperti sakit kuning, eczema, dan leukemia," tulis IDAI dalam unggahan di akun Instagram resminya. Pilihan RedaksiSering Dianggap Sama, Dokter Jelaskan Beda Ruam Campak dan Cacar AirOrang Tua Harus Buat Larangan Cium Bayi Saat Lebaran, Ini AlasannyaIDAI menambahkan kekhawatiran yang beredar di masyarakat tidak didukung bukti ilmiah. Ada yang menganggap bahwa suntik vitamin K dapat memicu eksim.Eksim atau eczema merupakan kondisi peradangan kulit yang dipengaruhi banyak faktor, seperti genetik, riwayat alergi dalam keluarga, gangguan lapisan kulit, hingga faktor lingkungan. Tidak ada bukti ilmiah yang meyakinkan bahwa pemberian vitamin K pada bayi baru lahir dapat menyebabkan eksim.Kekhawatiran juga muncul sebab ada anggapan bahwa suntik vitamin K dapat menyebabkan bayi menjadi kuning. Padahal penyakit kuning pada bayi umumnya terjadi karena proses adaptasi tubuh setelah lahir, terutama karena fungsi hati bayi yang masih berkembang. "Pemberian vitamin K jenis K1 yang digunakan untuk pencegahan bayi baru lahir tidak terbukti menyebabkan penyakit kuning patologis," tulis IDAI.Kemudian yang tak kalah heboh adalah anggapan suntik vitamin K dapat menyebabkan leukemia. IDAI menegaskan hal ini tidak benar. Berbagai penelitian dengan jumlah data besar tidak menunjukkan hubungan antara pemberian vitamin K saat lahir dengan leukemia.[Gambas:Instagram]Pentingnya vitamin K buat bayiMenurut IDAI, pemberian vitamin K justru sangat penting bagi bayi baru lahir karena mereka memiliki cadangan vitamin K yang sangat rendah. Hal ini terjadi karena transfer vitamin K dari ibu melalui plasenta terbatas, sementara kandungan vitamin K dalam ASI juga relatif rendah.Tanpa pemberian vitamin K, bayi berisiko mengalami kondisi yang dikenal sebagai perdarahan akibat kekurangan vitamin K. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan serius, termasuk perdarahan di otak.Pada beberapa kasus, bayi yang mengalami kondisi ini awalnya terlihat sehat. Namun tanpa pencegahan, perdarahan bisa terjadi secara tiba-tiba dan berpotensi menyebabkan kerusakan otak bahkan kematian.Lihat Juga :Trik Jemur Bayi Newborn Tanpa Takut Paparan Polusi UdaraVitamin K diberikan sebagai langkah pencegahan agar bayi terhindar dari risiko perdarahan berbahaya tersebut.IDAI pun mengingatkan orang tua untuk berhati-hati terhadap informasi kesehatan yang beredar, terutama jika disampaikan oleh pihak yang tidak memiliki kompetensi di bidang medis. Popularitas seseorang tidak selalu berarti informasi yang disampaikan benar secara ilmiah.Oleh karena itu, orang tua dianjurkan untuk mencari informasi kesehatan dari tenaga medis atau sumber terpercaya agar tidak salah memahami isu yang berkaitan dengan kesehatan anak. (anm/els)
Add
as a preferred source on Google
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260316132421-255-1338599/benarkah-suntik-vitamin-k-berbahaya-untuk-bayi-ini-penjelasan-idai
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
05 Apr 2026
Plus Minus Situationship, Hubungan Tanpa Status yang Lagi Tren
05 Apr 2026
Suhu Kawah Gunung Slamet Naik, Seluruh Jalur Pendakian Ditutup
05 Apr 2026
Trans Hotel Jakarta, Sekali Coba Ingin Datang Lagi
05 Apr 2026
10 Makanan yang Tahan Lama, Nyaris Tak Bisa Kedaluwarsa
05 Apr 2026
Tak Selalu 'I Love You', Ini 9 Tanda Si Dia Sayang Kamu
05 Apr 2026
Terungkap! Studi Ini Sebut Laki-laki Lebih Cepat Meninggal