Gaya Hidup 24 Mar 2026 6 views

Kurang Tidur Bikin Kamu Jadi Ngambekan, Ini Alasannya

Suasana hati yang mudah meledak-ledak, terutama selama bulan Ramadan, bisa jadi disebabkan oleh kurang tidur. Meskipun sering dianggap sepele, kurang tidur tidak hanya memengaruhi...

Kurang Tidur Bikin Kamu Jadi Ngambekan, Ini Alasannya
Suasana hati yang mudah meledak-ledak, terutama selama bulan Ramadan, bisa jadi disebabkan oleh kurang tidur. Meskipun sering dianggap sepele, kurang tidur tidak hanya memengaruhi fisik, tetapi juga emosi.

Banyak orang merasa lebih mudah kesal, marah, atau sensitif setelah begadang atau kurang istirahat. Hal ini bukan kebetulan, melainkan didukung oleh penelitian. Harvard Division of Sleep Medicine menyatakan bahwa kurang tidur membuat seseorang lebih mudah tersinggung, tidak sabaran, dan rentan terhadap stres. Bahkan, suasana hati bisa berubah drastis akibat kualitas tidur yang buruk. Studi yang dirangkum Harvard menunjukkan bahwa orang yang tidurnya dibatasi selama beberapa hari melaporkan merasa lebih stres, marah, sedih, dan kelelahan mental. Namun, setelah kembali tidur cukup, kondisi emosional mereka membaik.

Hubungan antara tidur dan emosi bersifat dua arah. Stres dan kecemasan dapat menyebabkan sulit tidur, sementara kurang tidur justru memperparah kondisi emosional, menciptakan lingkaran setan yang sulit diputus. Efek ini bisa terjadi meskipun hanya kehilangan beberapa jam waktu istirahat.

Penelitian dari Iowa State University, yang dikutip dari Healthline, menemukan bahwa orang yang tidur lebih sedikit cenderung lebih mudah marah dan kesulitan menghadapi situasi yang menjengkelkan. Dalam studi tersebut, peserta yang waktu tidurnya dipangkas menunjukkan tingkat kemarahan yang lebih tinggi dan kurang mampu beradaptasi dengan kondisi tidak nyaman dibandingkan mereka yang tidur cukup. Ini berarti, kurang tidur tidak hanya membuat lelah, tetapi juga menurunkan toleransi terhadap hal-hal kecil yang biasanya tidak terlalu mengganggu.

Lebih jauh lagi, kurang tidur juga berdampak pada fungsi otak. Penelitian dari Stanford Medicine menggunakan pemindaian otak (fMRI) menunjukkan bahwa kurang tidur memengaruhi area otak yang memproses emosi. Perbaikan kualitas tidur dapat langsung memengaruhi aktivitas otak dan suasana hati.

Pendekatan seperti terapi perilaku kognitif (CBT) untuk insomnia terbukti membantu memperbaiki pola tidur. Ketika tidur membaik, tingkat depresi dan stres juga ikut menurun. Menariknya, penelitian ini juga menemukan bahwa bukan hanya durasi tidur yang penting, tetapi juga waktunya. Tidur lebih awal dan bangun lebih pagi dikaitkan dengan kondisi mental yang lebih baik, bahkan pada orang yang terbiasa begadang.

Meskipun kurang tidur sering dianggap biasa, dampaknya bisa terasa langsung dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam mengelola emosi. Menjaga kualitas tidur, termasuk durasi dan konsistensinya, adalah kunci penting untuk menjaga suasana hati tetap stabil. Tidur yang cukup tidak hanya membuat tubuh segar, tetapi juga membantu pikiran tetap lebih tenang dan terkendali.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260317133546-255-1339003/kurang-tidur-bikin-kamu-jadi-ngambekan-ini-alasannya
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.