Ilmuwan: Ganja Tidak Terbukti Redakan Kecemasan
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa ganja, baik untuk tujuan medis maupun rekreasi, tidak efektif dalam meredakan kecemasan atau masalah kesehatan mental lainnya. Temuan ini didap...
Jack Wilson, peneliti pascadoktoral dari Pusat Penelitian Kesehatan Mental dan Penggunaan Zat Matilda, Universitas Sydney, sekaligus penulis utama studi ini, menyatakan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan efektivitas ganja dalam mengobati kecemasan, depresi, atau gangguan stres pasca-trauma, meskipun kondisi-kondisi ini merupakan alasan utama ganja diresepkan.
Analisis tersebut juga menemukan bahwa penggunaan ganja tidak memperbaiki kondisi kesehatan mental lainnya seperti anoreksia nervosa, gangguan bipolar, gangguan obsesif-kompulsif (OCD), serta gangguan psikotik seperti skizofrenia.
Meskipun minimnya bukti mengenai manfaatnya untuk kesehatan mental, penggunaan ganja medis dan rekreasi terus meningkat. Di Amerika Serikat dan Kanada, sekitar 27 persen orang berusia 16-65 tahun telah menggunakan ganja untuk tujuan medis, dan sekitar setengahnya menggunakannya untuk mengelola kesehatan mental.
Para ahli sepakat bahwa penggunaan ganja yang kuat secara rutin dapat berbahaya, terutama bagi kelompok rentan. Penggunaan ganja selama kehamilan, masa remaja, dan dewasa muda dapat mengganggu perkembangan otak. Bagi individu yang berisiko bipolar atau psikotik, penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ganja dapat meningkatkan risiko perkembangan gangguan psikotik atau masalah kesehatan mental.
Padahal, ada metode yang terbukti efektif untuk mengobati masalah kesehatan mental, seperti selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs), yang merupakan pendekatan farmasi umum untuk depresi dan kecemasan. SSRIs sering dikombinasikan dengan terapi perilaku kognitif (CBT).
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260321142820-255-1340131/ilmuwan-ganja-tidak-terbukti-redakan-kecemasan
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
06 Apr 2026
Studi Ungkap Alasan Senin Jadi Hari Paling Bikin Stres
06 Apr 2026
Kuliner Jadi Faktor Penentu Turis Asia Pilih Destinasi Liburan
06 Apr 2026
Cara Booking Trans Hotel Jakarta dengan Promo Menarik
06 Apr 2026
Ikuti 5 Tips Jalan Kaki Ini Jika Ingin Sekaligus Bentuk Massa Otot
06 Apr 2026
Saran Pakar ke Traveler: Hindari Kursi Pesawat Nomor 30A, 30E, dan 30F
06 Apr 2026
5 Cara Mengatasi Overthinking, Jangan Sampai Produktivitas Terhambat