Gaya Hidup 22 Mar 2026 7 views

Ilmuwan: Ganja Tidak Terbukti Redakan Kecemasan

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa ganja, baik untuk tujuan medis maupun rekreasi, tidak efektif dalam meredakan kecemasan atau masalah kesehatan mental lainnya. Temuan ini didap...

Ilmuwan: Ganja Tidak Terbukti Redakan Kecemasan
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa ganja, baik untuk tujuan medis maupun rekreasi, tidak efektif dalam meredakan kecemasan atau masalah kesehatan mental lainnya. Temuan ini didapat dari analisis terhadap 54 uji coba terkontrol acak yang diterbitkan antara tahun 1980 hingga 2025.

Jack Wilson, peneliti pascadoktoral dari Pusat Penelitian Kesehatan Mental dan Penggunaan Zat Matilda, Universitas Sydney, sekaligus penulis utama studi ini, menyatakan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan efektivitas ganja dalam mengobati kecemasan, depresi, atau gangguan stres pasca-trauma, meskipun kondisi-kondisi ini merupakan alasan utama ganja diresepkan.

Analisis tersebut juga menemukan bahwa penggunaan ganja tidak memperbaiki kondisi kesehatan mental lainnya seperti anoreksia nervosa, gangguan bipolar, gangguan obsesif-kompulsif (OCD), serta gangguan psikotik seperti skizofrenia.

Meskipun minimnya bukti mengenai manfaatnya untuk kesehatan mental, penggunaan ganja medis dan rekreasi terus meningkat. Di Amerika Serikat dan Kanada, sekitar 27 persen orang berusia 16-65 tahun telah menggunakan ganja untuk tujuan medis, dan sekitar setengahnya menggunakannya untuk mengelola kesehatan mental.

Para ahli sepakat bahwa penggunaan ganja yang kuat secara rutin dapat berbahaya, terutama bagi kelompok rentan. Penggunaan ganja selama kehamilan, masa remaja, dan dewasa muda dapat mengganggu perkembangan otak. Bagi individu yang berisiko bipolar atau psikotik, penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ganja dapat meningkatkan risiko perkembangan gangguan psikotik atau masalah kesehatan mental.

Padahal, ada metode yang terbukti efektif untuk mengobati masalah kesehatan mental, seperti selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs), yang merupakan pendekatan farmasi umum untuk depresi dan kecemasan. SSRIs sering dikombinasikan dengan terapi perilaku kognitif (CBT).

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260321142820-255-1340131/ilmuwan-ganja-tidak-terbukti-redakan-kecemasan
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.