Anak Alami Breath Holding Spell? Tenang, Ini Cara Mengatasinya
Judul: Anak Alami Breath Holding Spell? Tenang, Ini Cara Mengatasinya Daftar Isi Apa itu breath holding spell? 1. Tipe sianotik (kebiruan) 2. Tipe pallid (pucat) Cara mengatasi br...
Daftar Isi
Apa itu breath holding spell?
1. Tipe sianotik (kebiruan)
2. Tipe pallid (pucat)
Cara mengatasi breath holding spell pada anak
Jakarta, Anak yang tiba-tiba menahan napas hingga wajah berubah pucat atau kebiruan kerap membuat orang tua panik. Kondisi ini dikenal sebagai breath holding spell, yaitu respons refleks pada anak yang biasanya dipicu oleh emosi kuat seperti marah, takut, atau frustrasi.Meski tampak mengkhawatirkan, kondisi ini tergolong umum terjadi pada anak usia dini dan dalam banyak kasus tidak berbahaya.Lihat Juga :Benarkah Suntik Vitamin K Berbahaya untuk Bayi? Ini Penjelasan IDAI
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mari kenali lebih lanjut mengenai breath holding spell dan ketahui bagaimana cara orang tua mengatasi hal ini ketika terjadi pada Si Kecil.Apa itu breath holding spell?Menurut Medical News Today, breath holding spell adalah kondisi ketika anak menahan napas secara tidak sadar, biasanya setelah menangis atau mengalami emosi intens. Dalam beberapa kasus, anak bisa tampak kaku atau lemas, bahkan kehilangan kesadaran dalam waktu singkat. Pilihan RedaksiBayi yang Miliki Bakteri Ini Bisa Kebal terhadap Asma dan AlergiBelum Haid setelah Melahirkan, Normalkah?Booster Vaksin pada Orang Tua Bisa Lindungi Bayi dari CampakBreath holding spell ini umumnya berlangsung kurang dari satu menit, dan anak akan kembali bernapas normal dengan sendirinya. Meski dramatis, kondisi ini bukan tanda gangguan serius.Kondisi ini paling sering terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 6 tahun. Banyak pula anak yang mengalaminya pertama kali sebelum usia 18 bulan.Breath holding spell bukan tindakan yang disengaja. Anak tidak menahan napas untuk mencari perhatian, tetapi sebagai respons refleks tubuh terhadap emosi atau rangsangan tertentu. Beberapa pemicu yang umum meliputi:Tantrum atau ledakan emosiRasa marah atau frustrasiKetakutanNyeri atau kejadian mengejutkanTeguran dari orang tuaSelain itu, beberapa penelitian menunjukkan kondisi ini juga dapat berkaitan dengan faktor lain seperti kekurangan zat besi atau gangguan pada sistem saraf otonom, yang mengatur fungsi otomatis tubuh seperti detak jantung dan pernapasan.Mengutip dari Nemours KidsHealth, terdapat dua jenis utama breath holding spell yang perlu dikenali orang tua:1. Tipe sianotik (kebiruan)Jenis ini paling umum terjadi dan biasanya dipicu oleh kemarahan atau frustrasi. Anak akan menangis, lalu mengembuskan napas dan menahannya hingga wajah, terutama area bibir, tampak kebiruan. Dalam beberapa kasus, anak bisa kehilangan kesadaran sesaat.2. Tipe pallid (pucat)Jenis ini lebih jarang terjadi dan biasanya dipicu oleh rasa kaget atau nyeri ringan, misalnya saat terjatuh.Anak dapat tiba-tiba menjadi pucat, kehilangan kesadaran, dan tubuh tampak kaku. Kondisi ini sering disalahartikan sebagai kejang.Cara mengatasi breath holding spell pada anakSaat anak mengalami breath holding spell, hal terpenting adalah tetap tenang. Reaksi panik justru dapat memperburuk situasi.Orang tua dan pengasuh harus menanggapi anak yang mengalami henti napas dengan cara yang tepat. Berikut langkah yang disarankan:Baringkan anak dalam posisi miring untuk mencegah cederaJauhkan benda keras atau berbahaya di sekitarnyaTunggu hingga episode berlalu (biasanya kurang dari 1 menit)Tetap berada di dekat anak untuk memastikan kondisi amanSetelah sadar, berikan ketenanganSebaliknya, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari ketika anak sedang mengalami breath holding spell:Mengguncang anakMenyiram air atau membangunkan secara paksaMemarahi anakMemberikan reaksi berlebihanSeiring pertumbuhan, frekuensi breath holding spell biasanya akan berkurang dan menghilang dengan sendirinya. Pada sebagian kecil kasus, anak yang pernah mengalami kondisi ini mungkin lebih rentan pingsan saat remaja, tetapi tidak selalu berlanjut.Meski tampak menakutkan, breath holding spell merupakan bagian dari perkembangan anak yang umumnya tidak berbahaya. Pemahaman yang tepat dan respons yang tenang dari orang tua menjadi kunci dalam menghadapi kondisi ini. (nga/rti)
Add
as a preferred source on Google
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260330125845-255-1342521/anak-alami-breath-holding-spell-tenang-ini-cara-mengatasinya
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
05 Apr 2026
Plus Minus Situationship, Hubungan Tanpa Status yang Lagi Tren
05 Apr 2026
Suhu Kawah Gunung Slamet Naik, Seluruh Jalur Pendakian Ditutup
05 Apr 2026
Trans Hotel Jakarta, Sekali Coba Ingin Datang Lagi
05 Apr 2026
10 Makanan yang Tahan Lama, Nyaris Tak Bisa Kedaluwarsa
05 Apr 2026
Tak Selalu 'I Love You', Ini 9 Tanda Si Dia Sayang Kamu
05 Apr 2026
Terungkap! Studi Ini Sebut Laki-laki Lebih Cepat Meninggal