Ini Makna Warna Liturgi Tri Hari Suci, Putih hingga Merah
Judul: Ini Makna Warna Liturgi Tri Hari Suci, Putih hingga Merah Daftar Isi Kamis Putih: putih Jumat Agung: merah Sabtu Suci: putih Jakarta, Tri Hari Suci menjadi rangkaian pentin...
Daftar Isi
Kamis Putih: putih
Jumat Agung: merah
Sabtu Suci: putih
Jakarta, Tri Hari Suci menjadi rangkaian penting dalam kalender liturgi umat Katolik menjelang Paskah. Perayaan ini dimulai dari Kamis Putih, dilanjutkan Jumat Agung, Sabtu Suci, dan mencapai puncaknya pada Minggu Paskah.Pada 2026, Paskah jatuh pada Minggu, 5 April. Perayaan ini memperingati kebangkitan Yesus Kristus sebagai simbol kemenangan atas kematian sekaligus harapan baru bagi umat Kristiani.Dalam setiap rangkaian tersebut, Gereja menggunakan warna liturgi yang berbeda. Warna-warna ini bukan sekadar elemen visual, melainkan simbol yang membantu umat memahami makna setiap peristiwa iman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat Juga :Susunan Doa Rosario Katolik Lengkap dengan Empat PeristiwanyaBerikut panduan warna liturgi dalam Tri Hari Suci, merujuk Komisi Kateketik Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI): Kamis Putih: putihTri Hari Suci diawali dengan Kamis Putih yang memperingati Perjamuan Terakhir Yesus bersama para rasul. Dalam peristiwa ini, Yesus menunjukkan kasih-Nya dengan menyerahkan tubuh dan darah-Nya dalam rupa roti dan anggur.Warna liturgi yang digunakan adalah putih, melambangkan kemuliaan, kesucian, dan kasih ilahi. Imam mengenakan kasula putih, sementara altar umumnya dihias dengan nuansa serupa.Suasana misa Kamis Putih berlangsung penuh syukur, sekaligus menjadi awal perenungan atas pengorbanan Yesus.Pilihan RedaksiPenemuan Arkeologi di Bawah Makam Yesus Perkuat Catatan AlkitabBerkunjung ke Menara Buku di Praha yang Sempat Viral di TikTokJadwal Ibadah Rabu Abu Jakarta 2026 dan SekitarnyaJumat Agung: merahMemasuki Jumat Agung, suasana berubah menjadi lebih hening dan khidmat. Hari ini diperingati sebagai wafatnya Yesus Kristus di kayu salib.Secara liturgi, warna yang digunakan adalah merah, yang melambangkan darah dan pengorbanan Kristus. Namun, yang paling terasa adalah kesederhanaan dan keheningan sebagai simbol duka dan refleksi mendalam.Tidak ada perayaan Ekaristi pada hari ini. Ibadat berlangsung tanpa musik, altar dibiarkan kosong, dan gereja berada dalam suasana sunyi. Umat juga dianjurkan menjalankan puasa dan pantang sebagai bentuk penghayatan iman.Sabtu Suci: putihSabtu Suci menjadi masa penantian sebelum perayaan Paskah. Sepanjang hari, suasana gereja tetap hening, mencerminkan masa Yesus dalam kematian.Namun, suasana berubah saat Malam Paskah atau Vigili Paskah yang menjadi puncak perayaan. Umat berjaga menyambut kebangkitan Yesus menuju kehidupan baru.Pada perayaan ini, warna liturgi kembali menggunakan putih sebagai lambang kemenangan, terang, dan sukacita. Vigili Paskah memiliki rangkaian liturgi khas, mulai dari liturgi cahaya, liturgi sabda, pembaruan janji baptis, hingga perayaan Ekaristi.Warna liturgi dalam Tri Hari Suci bukan sekadar simbol. Ia menjadi cara Gereja menghadirkan perjalanan iman umat, dari kasih, pengorbanan, hingga kebangkitan. (anm/tis)
Add
as a preferred source on Google
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260330132620-284-1342529/ini-makna-warna-liturgi-tri-hari-suci-putih-hingga-merah
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
05 Apr 2026
Plus Minus Situationship, Hubungan Tanpa Status yang Lagi Tren
05 Apr 2026
Suhu Kawah Gunung Slamet Naik, Seluruh Jalur Pendakian Ditutup
05 Apr 2026
Trans Hotel Jakarta, Sekali Coba Ingin Datang Lagi
05 Apr 2026
10 Makanan yang Tahan Lama, Nyaris Tak Bisa Kedaluwarsa
05 Apr 2026
Tak Selalu 'I Love You', Ini 9 Tanda Si Dia Sayang Kamu
05 Apr 2026
Terungkap! Studi Ini Sebut Laki-laki Lebih Cepat Meninggal