Gaya Hidup 07 Apr 2026 1 views

Mengenal Tall Poppy Syndrome, Rasa Iri atas Kesuksesan Teman

Judul: Mengenal Tall Poppy Syndrome, Rasa Iri atas Kesuksesan Teman Daftar Isi 1. Dikritik karena dianggap 'terlalu ambisius' 2. Menghadapi sikap tidak bersahabat di tempat kerja...

Mengenal Tall Poppy Syndrome, Rasa Iri atas Kesuksesan Teman
Judul: Mengenal Tall Poppy Syndrome, Rasa Iri atas Kesuksesan Teman

Daftar Isi
1. Dikritik karena dianggap 'terlalu ambisius'
2. Menghadapi sikap tidak bersahabat di tempat kerja
3. Enggan berkarya karena takut dicemooh
Cara menghadapi tall poppy syndrome
• Sadari ini bukan kesalahan Anda
• Cari lingkungan yang suportif
• Bangun ketahanan diri
• Kembangkan pola pikir bertumbuh
• Pertimbangkan untuk berpindah lingkungan
Jakarta, Di tengah budaya yang kerap menjunjung kerendahan hati, menjadi menonjol ternyata tidak selalu membawa pujian. Bagi sebagian orang, kesuksesan justru bisa memicu penilaian negatif, kritik, hingga perlakuan tidak menyenangkan dari lingkungan sekitar.Fenomena ini dikenal sebagai tall poppy syndrome.Melansir Medical News Today, istilah ini merujuk pada kecenderungan orang untuk 'memotong' individu yang dianggap terlalu sukses atau menonjol. Kondisi ini kerap muncul di tempat kerja, tetapi juga bisa terjadi dalam lingkup pertemanan, keluarga, hingga media sosial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat Juga :Sering Kentut Tanda Penyakit Apa? Ini Penjelasan MedisnyaFenomena ini dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari rasa iri, kompetisi tidak sehat, hingga bias seperti seksisme dan rasisme. Sejumlah riset bahkan menunjukkan bahwa perempuan dan kelompok minoritas lebih rentan mengalami perlakuan ini, terutama saat mereka mencapai posisi tinggi. Lalu, bagaimana mengenali tanda-tandanya? Berikut beberapa tanda ada tall poppy syndrome di lingkungan Anda, melansir Psychology Today:1. Dikritik karena dianggap 'terlalu ambisius'Alih-alih diapresiasi, Anda justru kerap mendapat komentar miring saat menunjukkan pencapaian. Label seperti 'terlalu ambisius' 'sok menonjol', atau 'berusaha terlalu keras' mungkin sering Anda dengar.Dalam budaya yang menjunjung kesetaraan, individu yang tampil berbeda atau lebih unggul kerap dianggap mengganggu keharmonisan kelompok. Tak jarang, kritik tersebut muncul sebagai bentuk pertahanan diri orang lain yang merasa terancam atau tidak percaya diri.Pilihan RedaksiKucing Ternyata Punya Kepribadian, Ini Tipe-tipe yang Perlu DikenaliTes Genetik, Cara Baru Menentukan Diet dan Perawatan KulitThailand Ambisius Punya Disneyland, Klaim Ada Investor dari TimtengDampaknya, korban bisa mengalami penurunan rasa percaya diri dan kesulitan menempatkan diri dalam lingkungan sosial.2. Menghadapi sikap tidak bersahabat di tempat kerjaDi lingkungan profesional, tall poppy syndrome bisa muncul dalam bentuk yang lebih halus namun berdampak besar. Misalnya, Anda tidak dilibatkan dalam diskusi penting, diabaikan saat ada peluang promosi, atau bahkan sengaja 'ditahan' di posisi tertentu.Beberapa atasan mungkin enggan mempromosikan karyawan berprestasi karena khawatir kehilangan produktivitas tim. Sementara rekan kerja bisa menunjukkan sikap iri melalui komunikasi negatif atau sikap menjauh.Situasi ini dapat memicu kecemasan, keraguan diri, hingga membuat seseorang enggan menunjukkan potensi terbaiknya.3. Enggan berkarya karena takut dicemoohTak hanya di kantor, fenomena ini juga terasa di dunia kreatif. Banyak individu berbakat memilih menahan diri untuk berkarya karena takut mendapat komentar negatif atau dianggap 'cringe'.Dalam konteks budaya, kondisi ini bahkan bisa berkembang menjadi kecenderungan meremehkan karya lokal dan lebih mengagungkan produk luar. Misalnya, seseorang lebih bangga mengapresiasi karya global seperti BTS, tetapi enggan mendukung musisi lokal dengan gaya serupa.Akibatnya, banyak talenta potensial yang tidak berkembang optimal karena kurangnya dukungan dari lingkungan sendiri.
Cara menghadapi tall poppy syndromeJika Anda merasa menjadi sasaran tall poppy syndrome, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:• Sadari ini bukan kesalahan AndaPerlakuan tersebut lebih mencerminkan rasa tidak aman orang lain, bukan nilai diri Anda.• Cari lingkungan yang suportifPilih komunitas atau tempat kerja yang menghargai pencapaian dan mendorong pertumbuhan.• Bangun ketahanan diriFokus pada validasi internal, bukan sekadar pengakuan eksternal.• Kembangkan pola pikir bertumbuhBiasakan merayakan keberhasilan orang lain dan menciptakan budaya positif.• Pertimbangkan untuk berpindah lingkunganJika situasi terus merugikan, mencari tempat baru bisa menjadi pilihan sehat.Lihat Juga :Apakah MBTI Bisa Berubah? Ini Penjelasannya dari Sudut Pandang AhliIngat, kesuksesan bukanlah sesuatu yang perlu disembunyikan. Tantangan seperti tall poppy syndrome justru menjadi pengingat bahwa tidak semua lingkungan siap merayakan pencapaian.Namun, selama Anda berada di jalur yang tepat dan memberikan dampak positif, tidak ada alasan untuk merendahkan diri. Berdirilah tegak, karena tumbuh tinggi bukanlah kesalahan. (tis/tis)
Add
as a preferred source on Google

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260406144913-284-1344744/mengenal-tall-poppy-syndrome-rasa-iri-atas-kesuksesan-teman
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.