Studi Jelaskan soal Selingkuh Bisa Dipengaruhi Genetik
Jakarta, Perselingkuhan kerap dipandang sebagai persoalan moral, komitmen, atau masalah dalam hubungan. Namun belakangan, muncul anggapan yang terdengar lebih ilmiah, selingkuh dis...
Hingga kini, belum ada bukti kuat yang menyatakan bahwa perselingkuhan ditentukan langsung oleh gen. Yang lebih banyak ditemukan justru pengaruh biologis terhadap sifat atau kecenderungan tertentu dalam membangun dan menjaga hubungan. 8 Jenis Selingkuh Non-fisik dalam Hubungan Modern yang Harus DicermatiBerperan, tapi bukan penentuSalah satu studi yang dipublikasikan dalam Frontiers in Psychology membahas variasi gen AVPR1A RS3, bagian dari sistem biologis yang berkaitan dengan hormon vasopresin.
Hormon ini diketahui berperan dalam ikatan sosial, kedekatan emosional, serta proses membangun relasi. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa faktor genetik dapat memengaruhi relationship maintenance processes, seperti komitmen, kedekatan, dan stabilitas hubungan. Namun, hal ini tidak berarti gen tertentu membuat seseorang pasti berselingkuh.Penjelasan lain datang dari kajian The Molecular Basis of Love, yang menguraikan cara kerja otak dan hormon dalam proses jatuh cinta hingga membangun hubungan jangka panjang.Dalam kajian ini disebutkan bahwa zat kimia seperti dopamin, oksitosin, vasopresin, dan serotonin berperan dalam ketertarikan, keterikatan emosional, hingga relasi jangka panjang.Pilihan RedaksiViral, Pria Ketahuan Selingkuh Gara-gara Gagal Bayar Pil KB di ApotekAlarm Bahaya!
Ini 10 Ciri-ciri Pasangan yang BerselingkuhSistem ini memengaruhi bagaimana seseorang merasa dekat, terhubung, atau justru menjaga jarak dalam hubungan.Melansir jurnal Love and Infidelity: Causes and Consequences, perselingkuhan merupakan fenomena multifaktor. Keputusan untuk berselingkuh dipengaruhi oleh berbagai hal, antara lain kepuasan dalam hubungan, komunikasi dengan pasangan, nilai dan prinsip pribadi, kesempatan, hingga faktor sosial dan lingkungan.Meski tidak ada 'gen selingkuh', beberapa aspek biologis memang bisa memengaruhi kecenderungan tertentu, seperti dorongan mencari sensasi (sensation-seeking), keterbukaan terhadap hubungan tanpa komitmen kuat (sociosexuality), serta kemampuan membangun dan mempertahankan ikatan emosional.Faktor-faktor tersebut dapat membuat seseorang lebih rentan atau justru lebih kuat dalam menjaga hubungan. Namun, semuanya bukan penentu akhir.Perselingkuhan merupakan hasil dari kombinasi banyak faktor, mulai dari kondisi psikologis, kualitas relasi, hingga lingkungan sosial.
Meski ada pengaruh biologis, keputusan untuk setia atau tidak tetap berada pada individu. (anm/tis)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260420135127-277-1350011/studi-jelaskan-soal-selingkuh-bisa-dipengaruhi-genetik
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
29 May 2026
Jepang Bersiap Buka Jasa Kargo ke Bulan Mulai 2028
29 May 2026
Tak Usah Takut Sesak, Ini Tips Aman Olahraga untuk Penderita Asma
28 May 2026
Kenapa Tidur Harus Mematikan Lampu? Begini Caranya Adaptasi
28 May 2026
Kisah Pulau Boneka Meksiko, dari Tragedi hingga Wisata Horor Mendunia
28 May 2026
Khawatir Gerd Kambuh Setelah Makan Daging Kurban, Begini Saran Dokter
28 May 2026
Kenapa Muncul Rasa Ingin Mengunyah saat Mengantuk?