Mengapa Manusia Suka Kucing? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Jakarta, Ketertarikan manusia terhadap kucing dan hewan lucu lainnya ternyata berakar pada mekanisme biologis dan psikologis yang telah terbentuk sejak lama.Kucing bukan sekadar he...
5 Alasan Kucing Mendekat Saat Kita MenangisKonsep ini menjelaskan bahwa manusia secara biologis tertarik pada ciri-ciri fisik seperti mata besar, kepala bulat, dan hidung kecil-karakteristik yang identik dengan bayi manusia. Menariknya, kucing memiliki hampir semua ciri tersebut. Akibatnya, otak manusia merespons kucing dengan cara yang mirip saat melihat bayi.Respons ini bersifat otomatis karena berperan dalam memastikan manusia merawat keturunannya.
Namun, sistem ini tidak selektif sehingga juga aktif saat melihat anak kucing, anak anjing, hingga karakter kartun.Selain faktor visual, penelitian menunjukkan bahwa sifat kucing yang cenderung "pilih-pilih" dalam memberi perhatian justru membuat manusia merasa lebih spesial. Respons yang tidak selalu bisa diprediksi ini memicu rasa penasaran dan memperkuat keterikatan emosional.Pilihan RedaksiKucing Tak Pernah Habiskan Makanan? Ini Alasannya Menurut PenelitiTampak Sepele, Tapi Gigitan Kucing Bisa Berisiko SeriusJangan Dibuang!
Ini 6 Cara Memanfaatkan Kulit Jeruk di Halaman RumahInteraksi dengan kucing juga berdampak langsung pada tubuh. Saat seseorang mengelus atau bermain dengan kucing, tubuh akan:• Melepaskan hormon oksitosin yang berkaitan dengan ikatan emosional• Meningkatkan dopamin dan endorfin yang memicu rasa senang• Menurunkan kadar kortisol atau hormon stresEfek ini menjelaskan mengapa banyak orang merasa lebih tenang saat bersama hewan peliharaan. Sebuah studi pada 2009 bahkan menunjukkan bahwa pemilik kucing memiliki risiko lebih rendah mengalami serangan jantung dibandingkan mereka yang tidak memelihara kucing.Sementara itu, survei di Inggris menemukan lebih dari 90 persen responden merasa kesehatan mental mereka membaik setelah memiliki kucing.Meski demikian, ada sisi yang tetap perlu diperhatikan.
Salah satunya adalah risiko infeksi Toxoplasma gondii, parasit yang dapat ditemukan pada kotoran kucing.Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kaitannya dengan gangguan mental seperti depresi atau skizofrenia masih sangat lemah dan belum terbukti kuat secara ilmiah. (nga/tis)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260422083322-284-1350629/mengapa-manusia-suka-kucing-ini-penjelasan-ilmiahnya
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Pria Ini Kesakitan 3 Tahun, Ternyata Ada Batu 1,3 Kg di Kandung Kemih
28 May 2026
Batal Jadi Kurban, Kerbau Trump Dibawa ke Kebun Binatang
28 May 2026
5 Ciri Semangka Merah dan Manis, Jangan Salah Pilih
28 May 2026
Pesawat yang Akan Lakukan Penerbangan 22 Jam 'Delay' Hingga 2027
28 May 2026
4 Manfaat Minyak Zaitun untuk Wajah dan Tips Menggunakannya
28 May 2026
Daftar Tempat Wisata dan Atraksi Baru di Singapura Tahun 2026