Hati-hati, Konsultasi Tarot Bisa Bikin Ketagihan
Jakarta, Fenomena konsultasi tarot kian populer, terutama di tengah masyarakat yang mencari kepastian di tengah ketidakpastian hidup. Namun di balik daya tariknya, praktik ini tern...
Justru ketidakterdugaan ini yang membuat otak kita terus kembali," ujarnya kepada .com beberapa waktu lalu. Ketika keputusan tak lagi datang dari diri sendiriLebih dari sekadar kebiasaan, ketergantungan pada tarot juga bisa muncul dalam bentuk yang lebih halus dan mengkhawatirkan. Arnold menyebutnya sebagai externalization of decision-making, yakni kecenderungan menyerahkan pengambilan keputusan kepada faktor eksternal.Setiap kali seseorang mengambil keputusan penting berdasarkan tarot atau ramalan, secara tidak langsung ia sedang melatih otaknya untuk tidak mempercayai penilaiannya sendiri.Pilihan RedaksiShio Kuda hingga Babi, Ini Ramalan di Tahun Kuda Api 2026Ini Daftar Shio Paling Beruntung vs Ciong di Tahun Kuda Api 2026Kisah 'Dukun AI' Ramal Nasib Warga yang Melintas di Pusat Kota SeoulDalam jangka panjang, kondisi ini dapat melemahkan self-efficacy atau keyakinan terhadap kemampuan diri dalam menghadapi masalah."Ketergantungan bukan sekadar sering konsultasi, tapi ketika seseorang tidak bisa lagi mengambil keputusan sederhana tanpa terlebih dahulu menarik kartu atau meminta ramalan," jelasnya.Meski demikian, Arnold tidak sepenuhnya melarang praktik konsultasi tarot.
Dari perspektif psikologi, ia melihat ada ruang di mana tarot bisa memberikan manfaat, asalkan ditempatkan secara tepat.Tarot, kata dia, dapat berfungsi sebagai alat refleksi, mirip dengan teknik proyektif dalam psikologi. Dalam konteks ini, kartu bukanlah penentu masa depan, melainkan cermin untuk memahami isi pikiran dan perasaan yang sebenarnya sudah ada dalam diri."Yang bekerja sebenarnya bukan kartunya, tapi proses refleksinya," katanya.Cara menyikapi tarot dengan sehatAgar tidak terjebak dalam ketergantungan, ada beberapa sikap yang disarankan.Pertama, kata Arnold ubah cara pandang terhadap tujuan konsultasi. Alih-alih bertanya 'apa yang akan terjadi?', lebih baik mengajukan pertanyaan seperti 'apa yang perlu saya pertimbangkan?'.
Perubahan kecil ini membantu menjaga kendali tetap berada di tangan sendiri.Kedua, penting untuk menjaga batas, baik secara finansial maupun emosional. Jika seseorang merasa harus berkonsultasi setiap akan mengambil keputusan, atau pengeluaran untuk tarot mulai mengganggu kondisi keuangan, hal tersebut bisa menjadi tanda bahaya.Ketiga, ketika hasil ramalan terasa buruk, penting untuk tidak menganggapnya sebagai vonis. Dalam psikologi kognitif, keyakinan dapat membentuk perilaku, dan perilaku pada akhirnya memengaruhi hasil.
Jika seseorang meyakini bahwa ia akan gagal, maka peluang kegagalan bisa meningkat karena otak cenderung mencari bukti yang menguatkan keyakinan tersebut, fenomena yang dikenal sebagai self-fulfilling prophecy dan confirmation bias."Kalau hasilnya buruk, sadari bahwa itu hanya satu interpretasi dari satu orang pada satu momen. Masa depan terlalu kompleks untuk ditentukan oleh 78 kartu," ujar Arnold.Arnold mengingatkan, manusia memang membutuhkan 'peta' untuk menghadapi ketidakpastian hidup. Namun, peta yang paling akurat bukanlah yang datang dari luar, melainkan yang dibangun dari kesadaran diri, nilai yang diyakini, dan keberanian untuk melangkah meski tanpa kepastian penuh."Tarot mungkin bisa menjadi alat bantu sesekali.
Tapi kendali atas hidup, tetap seharusnya berada di tangan sendiri," katanya. (tis/tis)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260423125852-277-1351171/hati-hati-konsultasi-tarot-bisa-bikin-ketagihan
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Kenapa Tidur Harus Mematikan Lampu? Begini Caranya Adaptasi
28 May 2026
Kisah Pulau Boneka Meksiko, dari Tragedi hingga Wisata Horor Mendunia
28 May 2026
Khawatir Gerd Kambuh Setelah Makan Daging Kurban, Begini Saran Dokter
28 May 2026
Kenapa Muncul Rasa Ingin Mengunyah saat Mengantuk?
28 May 2026
Cara Mengolah Daging Sapi Kurban Agar Tak Alot, Ini Tipsnya
28 May 2026
FOTO: Selamat dari Jagal, Kerbau