Per April 2026 Kasus Dengue Tembus 30 Ribu
Jakarta, Lonjakan kasus dengue kembali menjadi perhatian. Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat, hingga 14 April 2026, terdapat 30.465 kasus infeksi dengue di Tana...
Angka ini menunjukkan bahwa dengue masih menjadi ancaman nyata yang belum sepenuhnya terkendali.Kelompok usia produktif menjadi salah satu yang paling terdampak. Selain berisiko mengalami gangguan kesehatan, infeksi dengue juga dapat mengganggu produktivitas kerja hingga berdampak pada lingkungan keluarga. Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, Prima Yosephine menegaskan bahwa dengue masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan."Pencegahan perlu dilakukan secara terintegrasi, mulai dari edukasi, pengendalian vektor, hingga kolaborasi lintas sektor. Saat ini Kementerian Kesehatan juga tengah menyiapkan tindak lanjut dari Strategi Nasional Penanggulangan Dengue ke dalam Rencana Aksi Nasional," ujarnya dalam keterangannya, Kamis (23/4).Pilihan RedaksiKerap Disamakan, Ini Beda Kencing Batu dan Batu GinjalJakarta Catat 10 Ribu Lebih Kasus DBD Sepanjang 2025El Nino 'Godzilla' Ancam Kesehatan, Ini Risiko Penyakit yang MengintaiLangkah tersebut diharapkan dapat memperkuat implementasi pengendalian dengue secara lebih efektif dan berkelanjutan.Di sisi lain, upaya pencegahan melalui vaksinasi dengue belum sepenuhnya diterima. Sebuah studi pada pekerja kantoran di Indonesia menunjukkan masih adanya keraguan terhadap vaksinasi, dengan faktor biaya menjadi salah satu pertimbangan utama.Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan literasi kesehatan dan akses terhadap layanan pencegahan masih menjadi pekerjaan rumah. Pendekatan yang lebih tepat sasaran diperlukan untuk membangun kepercayaan sekaligus memastikan perlindungan yang merata.Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (PERDOKI), Agustina Puspitasari menekankan pentingnya upaya preventif di tempat kerja, termasuk program imunisasi bagi pekerja.Menurutnya, dampak dengue tidak hanya dirasakan individu, tetapi juga meluas ke keluarga dan lingkungan kerja. Proses pemulihan yang tidak singkat dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan peran pekerja."Upaya pencegahan perlu diperkuat secara komprehensif, termasuk edukasi dan pengendalian faktor risiko di lingkungan kerja, agar pekerja tetap sehat dan produktif," jelasnya.Dari perspektif ketenagakerjaan, dengue kini juga dipandang sebagai bagian dari keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Direktur Bina Pengujian K3 Kementerian Ketenagakerjaan RI, M. Yusuf, menilai tempat kerja dapat menjadi lokasi risiko penularan jika tidak dikelola dengan baik.Karena itu, perusahaan didorong untuk menerapkan langkah sistematis seperti menjaga higiene dan sanitasi lingkungan, menjalankan program pemberantasan sarang nyamuk secara rutin, serta mengintegrasikan pencegahan dengue dalam sistem manajemen K3.Selain itu, edukasi pekerja dinilai penting agar mereka dapat berperan sebagai agen perubahan dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Perhatian juga perlu diberikan pada pekerja informal, seperti buruh bangunan, petani, dan pekerja lapangan, yang kerap memiliki akses terbatas terhadap informasi dan perlindungan kesehatan.Dengue bukan penyakit musiman semata. Risiko penularannya dapat terjadi sepanjang tahun dan menyerang siapa saja, tanpa memandang usia maupun gaya hidup.Hal ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan yang konsisten dan kolaboratif. Pemerintah, tenaga kesehatan, dunia usaha, hingga masyarakat perlu berjalan bersama dalam menekan angka kasus.Lihat Juga :IDAI: Anak Usia 4-18 Tahun Kini Bisa Dapat Vaksin DengueAndreas Gutknecht, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, menekankan bahwa upaya pencegahan tidak cukup hanya berhenti pada kesadaran."Dengue masih menjadi tantangan kesehatan yang terjadi sepanjang tahun dan dapat menyerang siapa saja. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga keluarga dan lingkungan kerja. Karena itu, kesiapsiagaan perlu diwujudkan melalui langkah nyata yang konsisten," ujarnya. (tis/tis)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260423175058-255-1351333/per-april-2026-kasus-dengue-tembus-30-ribu
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
29 May 2026
Jepang Bersiap Buka Jasa Kargo ke Bulan Mulai 2028
29 May 2026
Tak Usah Takut Sesak, Ini Tips Aman Olahraga untuk Penderita Asma
28 May 2026
Kenapa Tidur Harus Mematikan Lampu? Begini Caranya Adaptasi
28 May 2026
Kisah Pulau Boneka Meksiko, dari Tragedi hingga Wisata Horor Mendunia
28 May 2026
Khawatir Gerd Kambuh Setelah Makan Daging Kurban, Begini Saran Dokter
28 May 2026
Kenapa Muncul Rasa Ingin Mengunyah saat Mengantuk?