Trump Posting 24 Kali dalam Semalam di Medsos, Pakar: Ingin Perhatian
Jakarta, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali jadi sorotan setelah tercatat mengunggah hingga 24 postingan dalam semalam di platform Truth Social.Dalam rentang waktu...
Kebiasaan ini bukan hal baru, namun, frekuensi posting yang tinggi di malam hari dinilai para ahli bisa mencerminkan lebih dari sekadar aktivitas media sosial biasa.Psikolog kognitif perilaku, Greg Kushnick menilai, pola ini bisa berkaitan dengan kebutuhan untuk mendapatkan perhatian. "Dari sudut pandang psikologi, ini memberi perhatian yang diinginkan. Apalagi jika dilakukan di malam hari, lalu orang-orang melihatnya di pagi hari, itu seperti mengendalikan siklus berita," kata Kushnick, seperti dikutip dari HuffPost.Pilihan Redaksi3 Nyinyiran Trump ke Paus Leo XIV sampai Bikin Publik MeradangSindir Trump, Paus Leo Sebut Dunia Dihancurkan Tiran Doyan PerangTrump Kritik Mamdani Naikkan Pajak Crazy Rich NY: Hancurkan New York!Menurutnya, jika postingan tersebut tidak mendapat respons besar, kemungkinan perilaku itu tidak akan terus dilakukan.Data menunjukkan Trump tidak hanya aktif di siang hari, tetapi juga cukup sering mem-posting di tengah malam. Dalam periode Januari 2025 hingga Januari 2026, Trump tercatat membuat lebih dari 300 postingan pada pukul 00.00 dan lebih dari 100 postingan pada pukul 01.00.Bahkan pada Desember, ia mengunggah 158 postingan antara tengah malam hingga pukul 03.00. Tak hanya itu, dalam setahun terakhir saja, Trump tercatat membuat hampir 7.000 postingan di Truth Social.Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt juga mengungkapkan bahwa Trump memang memiliki pola tidur yang tidak biasa."Ia tidur sangat sedikit, mungkin hanya sekitar empat jam per malam," ujarnya dalam sebuah acara.Kondisi ini membuka kemungkinan bahwa waktu malam menjadi momen di mana Trump lebih bebas mengekspresikan pikirannya."Di jam-jam ini, dia kemungkinan tidak berada di bawah pengaruh penasihat. Ini bisa menjadi cara untuk menegaskan kontrol atau otoritas," kata Kushnick.Efek psikologis, dari dopamin hingga keputusan impulsif
Dari sisi psikologi, kebiasaan aktif di media sosial juga berkaitan dengan apa yang disebut sebagai 'pseudo-validation', rasa validasi semu dari respons pengguna lain.Penelitian tentang penggunaan media sosial menunjukkan adanya efek seperti mesin slot (slot machine effect), di mana pengguna terus mencari respons berupa likes atau komentar yang memicu lonjakan dopamin di otak.Selain itu, studi berjudul Mind After Midnight juga menemukan bahwa kondisi terjaga di malam hari dapat memengaruhi pengambilan keputusan, meningkatkan dorongan mencari perhatian, serta menurunkan kontrol emosi.Ini menunjukkan bahwa aktivitas media sosial di waktu-waktu tersebut bisa membuat seseorang lebih impulsif atau lebih reaktif.Lihat Juga :Warganet China Heboh Gegara Harga Kondom Naik Imbas Perang IranDi samping itu, platform Truth Social sendiri dinilai para ahli sebagai echo chamber, yaitu ruang digital di mana seseorang lebih sering terpapar informasi yang memperkuat pandangannya sendiri.Dengan jumlah pengguna yang jauh lebih kecil dibanding platform lain, sekitar 6 juta pengguna aktif bulanan pada 2024, lingkungan ini dianggap memperkuat pola komunikasi satu arah.Pakar ilmu politik Michael Genovese menilai, cara Trump menggunakan media sosial juga mengalami perubahan dibanding awal karier politiknya."Dulu terasa lebih kreatif dan strategis. Sekarang cenderung lebih emosional dan tidak ter-filter," katanya.Meski tidak bisa dijadikan dasar diagnosis, para ahli menilai bahwa pola ini menunjukkan bagaimana media sosial bisa menjadi alat untuk mencari kontrol, validasi, sekaligus menyalurkan emosi. (anm/asr)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260425124413-284-1351908/trump-posting-24-kali-dalam-semalam-di-medsos-pakar-ingin-perhatian
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
29 May 2026
Tak Usah Takut Sesak, Ini Tips Aman Olahraga untuk Penderita Asma
28 May 2026
Kenapa Tidur Harus Mematikan Lampu? Begini Caranya Adaptasi
28 May 2026
Kisah Pulau Boneka Meksiko, dari Tragedi hingga Wisata Horor Mendunia
28 May 2026
Khawatir Gerd Kambuh Setelah Makan Daging Kurban, Begini Saran Dokter
28 May 2026
Kenapa Muncul Rasa Ingin Mengunyah saat Mengantuk?
28 May 2026
Cara Mengolah Daging Sapi Kurban Agar Tak Alot, Ini Tipsnya