Tren Sport Tourism, Banyak Orang Berburu Event Marathon di Luar Negeri
Jakarta, Wisata kini tak lagi sekadar soal berpindah tempat atau berburu destinasi populer. Dalam beberapa tahun terakhir, cara orang menikmati perjalanan mengalami pergeseran, dar...
Mengenal Argo Bromo Anggrek, yang Kecelakaan dengan KRL di Bekasi"Tren ini naik sekali dari 2024 itu 29 persen, kemudian tahun 2025 ini melonjaknya sampai 320 persen. Berarti yang merasa gaya hidup sehat itu penting, semakin banyak," kata Riki dalam pertemuan media bertajuk Wisata dan Wanita di Jakarta, Selasa (21/4). Data internal Golden Rama Tours & Travel menunjukkan, tren ini tidak hanya tumbuh dari sisi jumlah peserta, tetapi juga dari loyalitas wisatawan.
Sekitar 20 persen pelanggan tercatat melakukan pemesanan ulang.Sementara itu, partisipasi perempuan juga cukup besar, mencapai 34 persen dari total peserta.Tak cuma lari, tapi juga gaya hidup sehatMeski identik dengan ajang lari, wisata olahraga sebenarnya mencakup beragam aktivitas. Dalam program wellness, wisatawan bisa memilih kegiatan seperti rafting, golf, hingga hiking.Pilihan RedaksiBuaya 3,6 Meter Masuk Hotel, Terobos Meja Resepsionis hingga DapurPesona Gunung Yasur yang Bisa Meletus Beberapa Kali dalam 1 JamTerapi Kwek-Kwek, Kala Pijat Bebek di Vietnam Bikin Turis Tertawa GeliNamun, di antara berbagai pilihan tersebut, lari maraton masih menjadi favorit wisatawan Indonesia. Bukan sekadar olahraga, ajang maraton kini menjadi bagian dari pengalaman perjalanan yang prestisius."Pelari Indonesia ini memang sukanya pergi ke tempat-tempat yang terkenal, yang hype.
Salah satunya Tokyo, Berlin, dan Sydney," ujar Riki.Ajang maraton di Sydney, Australia, misalnya, kini menjadi salah satu yang paling diminati. Selain tergolong baru dalam daftar maraton dunia bergengsi, lokasinya dinilai lebih mudah dijangkau oleh wisatawan Indonesia. Sebelumnya, Tokyo menjadi destinasi favorit utama para pelari Tanah Air.Minat terhadap maraton di luar negeri bukan tanpa alasan.
Bagi banyak pelari, mengikuti ajang internasional bukan hanya soal olahraga, tetapi juga pengalaman perjalanan yang lebih luas, mulai dari menjelajah kota baru hingga berbagi momen dengan teman atau pasangan.Faktor cuaca juga menjadi pertimbangan penting. Beberapa kota di luar negeri menawarkan kondisi yang lebih ideal untuk berlari dibandingkan dengan iklim tropis di Indonesia."Orang ke sana itu mencari personal achievement-nya, yang biasanya jauh lebih baik dibanding kita lomba di cuaca Jakarta atau di Indonesia," kata Riki, yang telah menyelesaikan lima dari tujuh ajang maraton besar dunia.Berlin, Jerman, disebut sebagai salah satu destinasi dengan jalur dan kondisi cuaca terbaik bagi pelari. Tak heran jika kota ini menjadi incaran banyak peserta yang ingin mencetak waktu terbaik.
(tis/tis, wiw)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260428150444-269-1353048/tren-sport-tourism-banyak-orang-berburu-event-marathon-di-luar-negeri
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Kenapa Tidur Harus Mematikan Lampu? Begini Caranya Adaptasi
28 May 2026
Kisah Pulau Boneka Meksiko, dari Tragedi hingga Wisata Horor Mendunia
28 May 2026
Khawatir Gerd Kambuh Setelah Makan Daging Kurban, Begini Saran Dokter
28 May 2026
Kenapa Muncul Rasa Ingin Mengunyah saat Mengantuk?
28 May 2026
Cara Mengolah Daging Sapi Kurban Agar Tak Alot, Ini Tipsnya
28 May 2026
FOTO: Selamat dari Jagal, Kerbau