Standar Ketat Daycare yang Aman dari IDAI, Orang Tua Harus Tahu
Daftar Isi 1. Keamanan fisik 2. Kualitas pengasuh dan rasio anak 3. Stimulasi dan rutinitas 4. Kesehatan dan gizi 5. Legalitas dan administrasi Jakarta, Kasus kekerasan pada...
1. Keamanan fisik
2. Kualitas pengasuh dan rasio anak
3. Stimulasi dan rutinitas
4. Kesehatan dan gizi
5. Legalitas dan administrasi
Jakarta, Kasus kekerasan pada anak di sejumlah daycare kembali menjadi sorotan publik. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa fasilitas pengasuhan tidak boleh lagi dipahami sebagai tempat penitipan, melainkan ruang yang wajib menjamin keamanan, perkembangan, dan kesejahteraan anak.Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI, dokter Fitri Hartanto menyoroti penggunaan istilah 'penitipan' yang dinilai tidak tepat untuk manusia.Lihat Juga :IDAI: Anak Bukan Barang Titipan, Daycare Harusnya Jadi Tempat Aman
"Namun ya, kalau kita lihat dari apa yang diartikan sebagai TPA itu tempat penitipan anak dalam hati kami sebagai dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang sepertinya tidak pas," ujar Fitri dalam pemaparannya, Senin (29/4).Ia menambahkan, secara makna bahasa, konsep penitipan lebih merujuk pada benda. "Ternyata AI sendiri juga mengatakan bahwa konsep penitipan menurut KBBI secara harfiah merujuk pada penitipan barang. Sedangkan anak bukan barang saya kira," kata Fitri.Menurut Fitri, berikut merupakan beberapa aspek yang perlu diperhatikan orang tua dalam memilih daycare untuk anak.Pilihan RedaksiPengasuh Daycare Jadi Tersangka Penganiayaan Balita di Banda AcehDokter Jiwa: Trauma Mengintai Anak Korban Kasus Daycare YogyakartaFakta Terbaru Kasus Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha1. Keamanan fisikAspek keamanan fisik menjadi pondasi utama dalam memilih daycare. Lingkungan harus dirancang untuk meminimalkan risiko cedera, mulai dari instalasi listrik yang aman hingga desain ruang yang ramah anak.CCTV di seluruh area menjadi salah satu hal penting transparansi pengawasan. Selain itu, fasilitas seperti tangga berpagar, sudut perabot yang aman, serta area bermain dengan lantai empuk juga menjadi standar minimum yang perlu diperhatikan orang tua.2. Kualitas pengasuh dan rasio anakIDAI menekankan pentingnya kompetensi, kesabaran, serta kemampuan komunikasi yang baik untuk pengasuh dalam mendampingi anak usia dini.Rasio pengasuh juga menjadi perhatian penting, yakni 1:3 untuk anak di bawah 2 tahun, 1:5 untuk usia 2-3 tahun, dan 1:7 untuk usia 4-5 tahun. Pengasuh idealnya memiliki sertifikasi PAUD atau latar belakang psikologi anak serta telah melalui pemeriksaan latar belakang.3. Stimulasi dan rutinitasIlustrasi. IDAI memberikan beberapa aspek yang perlu diperhatikan orang tua dalam memilih daycare untuk anak. (iStockphoto/nilimage)Daycare yang baik tidak hanya menjaga anak, tetapi juga memberikan stimulasi perkembangan yang sesuai usia.Kegiatan seperti bermain, belajar, makan, hingga tidur siang harus diatur dengan jelas.Selain itu, penggunaan mainan edukatif lebih diutamakan dibandingkan ketergantungan pada layar atau gawai, serta adanya komunikasi rutin kepada orang tua menjadi nilai tambah.4. Kesehatan dan giziAspek kesehatan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pengasuhan anak. Penyediaan makanan bergizi seimbang menjadi standar dasar yang wajib dipenuhi oleh daycare.Selain itu, anak yang sakit sebaiknya tidak dicampurkan dengan anak sehat, melainkan ditempatkan di ruang isolasi sementara. Pengasuh juga perlu memiliki pengetahuan dasar mengenai kebersihan serta kemampuan menangani kondisi darurat ringan pada anak.Lihat Juga :Kemen PPPA: Cuma 30,7 Persen Daycare di RI yang Punya Izin5. Legalitas dan administrasiLegalitas menjadi indikator awal apakah sebuah daycare berada dalam pengawasan resmi pemerintah. Izin operasional dari dinas terkait menjadi syarat penting yang tidak bisa diabaikan.Selain itu, transparansi biaya, kebijakan operasional, serta sistem pengawasan seperti CCTV yang dapat diakses orang tua menjadi bagian dari akuntabilitas layanan pengasuhan anak.Dalam pemaparannya, Fitri menegaskan bahwa daycare harus dipahami sebagai bagian dari sistem pengasuhan anak usia dini, bukan sekadar layanan penitipan."Daycare itu kalau direferensi-referensi masuk ke pendidikan anak usia dini," ujar Fitri.Ia juga menegaskan bahwa pengasuhan anak harus sesuai kebutuhan dasar yang mencakup kasih sayang, keamanan, dan stimulasi perkembangan.Dengan standar yang tepat, daycare diharapkan dapat kembali pada fungsinya sebagai ruang tumbuh kembang anak yang aman, bukan sekadar tempat menitipkan anak selama orang tua bekerja. (nga/asr)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260429195534-284-1353594/standar-ketat-daycare-yang-aman-dari-idai-orang-tua-harus-tahu
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
Kenapa Tidur Harus Mematikan Lampu? Begini Caranya Adaptasi
28 May 2026
Kisah Pulau Boneka Meksiko, dari Tragedi hingga Wisata Horor Mendunia
28 May 2026
Khawatir Gerd Kambuh Setelah Makan Daging Kurban, Begini Saran Dokter
28 May 2026
Kenapa Muncul Rasa Ingin Mengunyah saat Mengantuk?
28 May 2026
Cara Mengolah Daging Sapi Kurban Agar Tak Alot, Ini Tipsnya
28 May 2026
FOTO: Selamat dari Jagal, Kerbau