Kenali Tanda 'Parentified Daughter', saat Anak Memikul Beban Orang Tua
Daftar Isi 1. Terlihat dewasa sebelum waktunya 2. Selalu menjadi penolong dalam hubungan 3. Perfeksionis dan takut membuat kesalahan 4. Sulit mengatakan tidak 5. Kesulitan mem...
1. Terlihat dewasa sebelum waktunya
2. Selalu menjadi penolong dalam hubungan
3. Perfeksionis dan takut membuat kesalahan
4. Sulit mengatakan tidak
5. Kesulitan meminta bantuan
Jakarta, Tidak semua anak perempuan tumbuh dengan ruang untuk menjadi anak-anak sepenuhnya. Sebagian anak perempuan terutama anak sulung, justru mengambil peran sebagai orang tua dalam keluarganya sejak usia dini.Hal ini dikenal sebagai parentification, kondisi ketika anak dipaksa mengambil tanggung jawab emosional atau fisik yang seharusnya menjadi peran orang tua.Lihat Juga :Ayah Perlu Tahu, Ini 5 Cara Kamu Pengaruhi Pembentukan Karakter Anak
Biasanya parentification tidak selalu terlihat jelas. Mulai dari anak yang harus mengurus adik, memasak, atau mengatur rumah tangga.Namun, ada pula yang menjadi tempat curhat orang tua, penenang konflik, hingga penopang emosional keluarga. Menurut psikolog anak klinis, Robyn Koslowitz, kondisi ini merupakan bentuk pembalikan peran, ketika anak mengelola kebutuhan orang tua, bukan sebaliknya.Terapis pernikahan dan keluarga, Cheryl Grosskopf menjelaskan hal tersebut dapat terjadi karena orang tua tidak mau atau tidak mampu mengambil peran sebagai pengasuh.Dalam keluarga dengan konflik, tekanan ekonomi, atau orang tua yang tidak siap secara emosional, beban tersebut kerap jatuh pada anak perempuan tertua.Berikut merupakan tanda-tanda seseorang tumbuh sebagai parentified daughter.1. Terlihat dewasa sebelum waktunyaAnak perempuan yang mengalami parentification sering kali dipuji dewasa di atas usianya. Ia tampak tenang, bijak, dan mampu mengendalikan emosi.Namun, kedewasaan ini bukan selalu tanda perkembangan yang sehat, melainkan hasil dari tuntutan lingkungan yang memaksanya beradaptasi lebih cepat.Di balik sikap tenang tersebut, biasanya terdapat kewaspadaan berlebih terhadap situasi sekitar. Ia terbiasa membaca suasana hati orang lain dan menyesuaikan diri agar konflik tidak terjadi.2. Selalu menjadi penolong dalam hubunganMelansir dari Verywell Mind, dalam pertemanan atau hubungan, ia sering mengambil peran sebagai penolong atau teman yang paling bisa diandalkan. Ia menjadi tempat curhat, pemberi solusi, dan orang pertama yang dicari ketika orang lain mengalami masalah.Pilihan RedaksiAnak Aktif dan Hiperaktif Ternyata Tak Sama, Ini Bedanya10 Kesalahan Orang Tua Ini Bikin Anak Jadi Pemarah Tanpa DisadariAyah Ibu, Gentle Parenting Tak Melulu soal Memanjakan AnakNamun, kebiasaan ini sering kali membuatnya kelelahan secara emosional. Ia merasa bertanggung jawab atas kebahagiaan orang lain dan takut jika berhenti membantu, hubungan tersebut akan retak atau hilang.3. Perfeksionis dan takut membuat kesalahanMengutip dari Psychology Today, bagi parentified daughter, melakukan segala sesuatu dengan sempurna sering dianggap sebagai cara untuk menjaga hubungan. Sejak kecil, ia belajar bahwa kesalahan dapat memicu konflik atau memperburuk situasi keluarga.Pola ini terbawa hingga dewasa, ketika ia menetapkan standar tinggi pada diri sendiri. Ia merasa harus selalu melakukan hal yang benar agar tidak mengecewakan orang lain.4. Sulit mengatakan tidakKebiasaan menempatkan kebutuhan orang lain di atas diri sendiri membuatnya kesulitan menolak permintaan. Ia merasa bersalah jika tidak membantu, bahkan ketika kondisi dirinya sendiri sedang tidak baik.Perasaan ini biasanya bermula dari pengalaman masa kecil ketika ia terbiasa memenuhi kebutuhan orang tua atau keluarga tanpa punya pilihan untuk menolak. Akibatnya, ia cenderung menjadi people pleaser. 5. Kesulitan meminta bantuanMeskipun selalu ada untuk orang lain, ia justru kesulitan meminta bantuan saat membutuhkan. Ia terbiasa menjadi pihak yang memberi, bukan menerima.Anak perempuan dengan parentification cenderung tidak nyaman dalam menerima bantuan atau bahkan dianggap sebagai kelemahan. Ia merasa harus menyelesaikan segala sesuatu sendiri, meskipun hal tersebut melelahkan.Menukil dari Simply Psychology, kondisi ini juga muncul bisa karena berbagai penyebab, misalnya dalam keluarga dengan orang tua tunggal atau ketika salah satu anggota keluarga sakit.Namun ketika beban tersebut berlebihan dan berlangsung lama, dampaknya dapat memengaruhi perkembangan psikologis anak.Memahami tanda-tanda ini menjadi langkah awal untuk mengenali pola yang terbentuk sejak kecil. Dengan kesadaran tersebut, seseorang dapat mulai membangun batasan yang sehat, belajar menerima bantuan, dan perlahan memberi ruang bagi dirinya sendiri.
(nga/fef)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260505172832-277-1355389/kenali-tanda-parentified-daughter-saat-anak-memikul-beban-orang-tua
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
FOTO: Selamat dari Jagal, Kerbau
28 May 2026
Biar Tak Salah Pilih Pakaian, Ini Cara Mengetahui Bentuk Tubuhmu
28 May 2026
Pria Ini Kesakitan 3 Tahun, Ternyata Ada Batu 1,3 Kg di Kandung Kemih
28 May 2026
Batal Jadi Kurban, Kerbau Trump Dibawa ke Kebun Binatang
28 May 2026
5 Ciri Semangka Merah dan Manis, Jangan Salah Pilih
28 May 2026
Pesawat yang Akan Lakukan Penerbangan 22 Jam 'Delay' Hingga 2027