7 Penyebab Anak Susah Diatur yang Jarang Diketahui Orang Tua
Jakarta, Menghadapi anak yang sering membangkang, tantrum, atau sulit mengikuti arahan tentu menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua.Namun, penting untuk dipahami bahwa perilak...
Dalam banyak kasus, kondisi ini dapat dipengaruhi oleh faktor emosional, psikologis, hingga pola pengasuhan sehari-hari. Sayangnya, anak yang masih kecil umumnya belum mampu menjelaskan apa yang sebenarnya mereka rasakan.Akibatnya, emosi yang tidak tersampaikan muncul dalam bentuk perilaku agresif atau sulit dikendalikan. Karena itu, penting bagi orang tua memahami akar masalah sebelum memberikan hukuman atau label negatif pada anak. Penyebab anak susah diaturDengan pendekatan yang konsisten dan penuh empati, anak juga akan lebih mudah belajar mengontrol dirinya.Dilansir dari berbagai sumber, berikut penyebab anak sulit diatur yang perlu dipahami oleh orang tua.Pilihan RedaksiTak Perlu Keras, Ini Cara Mengatasi Anak Tantrum yang Suka MemukulKatanya Ayah Lebih 'Nggak Tega' ke Anak, Kok Bisa?9 Tips Memilih Daycare yang Aman untuk Anak, Ortu Pekerja Wajib Tahu1. Kesulitan mengatur emosiSalah satu penyebab anak susah diatur yang paling umum adalah ketidakmampuan anak mengontrol emosi. Anak yang masih berada dalam tahap perkembangan belum memiliki keterampilan untuk mengelola rasa marah, kecewa, atau frustrasi dengan baik.Ketika keinginannya tidak terpenuhi, anak bisa menangis berlebihan, berteriak, melempar barang, atau menolak mendengarkan orang tua. Perilaku tersebut sebenarnya merupakan bentuk luapan emosi yang belum mampu mereka kendalikan.Dalam kondisi ini, anak membutuhkan bimbingan agar mampu mengenali dan mengekspresikan perasaannya dengan cara yang lebih sehat.2. Anxiety (Gangguan kecemasan) Banyak orang mengira anak yang cemas hanya terlihat pendiam atau pemalu. Padahal, kecemasan juga dapat membuat anak menjadi sulit diatur dan mudah memberontak.Saat berada dalam situasi yang membuatnya tertekan, anak bisa meluapkan rasa takut melalui amarah atau tantrum. Misalnya, anak yang merasa tertekan di sekolah dapat tiba-tiba marah, membanting barang, atau menolak berangkat sekolah.Perilaku tersebut sering dianggap sebagai kenakalan. Padahal, sebenarnya anak sedang berusaha menghindari situasi yang membuatnya merasa tidak nyaman.3. Kurang mendapat perhatian positifTerkadang anak berperilaku buruk karena ingin mendapatkan perhatian. Bahkan perhatian negatif seperti dimarahi tetap dianggap lebih baik daripada diabaikan.Jika anak hanya diperhatikan ketika berbuat salah, mereka bisa mengulangi perilaku tersebut agar mendapatkan respons dari orang tua. Oleh sebab itu, penting untuk memberikan perhatian dan pujian saat anak menunjukkan perilaku baik.Simak penyebab anak susah diatur lainnya di halaman berikutnya..
4. Perubahan besar dalam kehidupan anakPerubahan dalam kehidupan anak dapat memengaruhi kondisi emosional dan perilakunya. Situasi seperti pindah rumah, masuk sekolah baru, kelahiran adik, atau perubahan pengasuh sering kali membuat anak merasa tidak nyaman dan sulit beradaptasi.Ketika anak belum mampu memahami atau menerima perubahan tersebut, mereka bisa menjadi lebih sensitif, mudah marah, hingga sulit mengikuti aturan.Oleh karena itu, orang tua perlu memberikan pendampingan, rasa aman, dan perhatian lebih agar anak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi.Lihat Juga :10 Cara Melatih Fokus Anak Hiperaktif di Rumah5. Trauma dan pengalaman burukTrauma masa kecil juga dapat menjadi penyebab anak susah diatur. Anak yang pernah mengalami kekerasan, penelantaran, atau lingkungan keluarga yang tidak stabil biasanya kesulitan mengendalikan emosi.Mereka cenderung mudah marah, agresif, dan sulit percaya pada orang lain. Anak juga bisa menganggap lingkungan di sekitarnya sebagai ancaman sehingga lebih defensif dan mudah memberontak.Selain itu, anak yang kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang sehat seringkali mencari perhatian melalui perilaku negatif. Tanpa pendampingan yang tepat, kondisi ini dapat berdampak pada perkembangan emosional anak hingga dewasa.6. Pola asuh yang kurang tepatIlustrasi. Ada beberapa penyebab anak susah diatur yang jarang diketahui. (iStock/imtmphoto)Pola asuh memiliki pengaruh besar terhadap perilaku anak. Banyak penelitian menunjukkan bahwa anak cenderung mengulangi perilaku yang mendapatkan perhatian dari orang tua.Tanpa disadari, sebagian orang tua justru lebih fokus pada perilaku buruk dibandingkan perilaku baik anak. Misalnya, orang tua langsung bereaksi ketika anak menangis, marah, atau membangkang, tetapi jarang memberikan pujian saat anak bersikap baik.Akibatnya, anak belajar bahwa perilaku negatif merupakan cara efektif untuk mendapatkan perhatian. Karena itu, penting bagi orang tua untuk lebih sering memberikan apresiasi ketika anak menunjukkan perilaku positif.Selain itu, penerapan disiplin yang konsisten juga sangat penting. Jika anak melakukan perilaku berbahaya atau melanggar aturan, orang tua dapat menerapkan konsekuensi yang tegas namun tetap tenang dan tidak berlebihan.Lihat Juga :1 dari 5 Anak RI Alami Stunting-Anemia, Studi Temukan Efeknya ke IQ7. Lingkungan keluarga yang tidak stabilLingkungan rumah sangat memengaruhi perilaku anak. Konflik keluarga, pola asuh yang tidak konsisten, perceraian orang tua, atau suasana rumah yang penuh tekanan dapat membuat anak menjadi lebih emosional.Anak juga cenderung meniru cara orang tua menghadapi masalah. Jika mereka terbiasa melihat pertengkaran atau perilaku agresif, anak bisa menganggap hal tersebut sebagai respons yang normal.Karena itu, penting bagi orang tua untuk menciptakan lingkungan yang aman, tenang, dan penuh perhatian.Nah, itulah penyebab anak susah diatur yang perlu dipahami agar orang tua tidak langsung menyalahkan atau menghukum anak.
Penyebab Anak Susah Diatur
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260506163918-284-1355844/anak-sering-tantrum-dan-susah-diatur-bisa-jadi-7-hal-ini-penyebabnya
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
4 Manfaat Minyak Zaitun untuk Wajah dan Tips Menggunakannya
28 May 2026
Daftar Tempat Wisata dan Atraksi Baru di Singapura Tahun 2026
28 May 2026
Mengenal Fictosexuality, Saat Hati Terpaut Tokoh Fiksi
28 May 2026
FOTO: Mengintip Gaya Nyentrik Gen Z Berburu Tren Fashion di Blok M
28 May 2026
FOTO: Emma Stone hingga Zendaya Hadiri Louis Vuitton Cruise 2027
27 May 2026
FOTO: Tinggalkan Plastik, Distribusi Kurban Beralih ke Wadah Alami