Bukan Pendatang Baru, Kasus Hantavirus Pernah Ditemukan di Indonesia
Jakarta, Hantavirus jadi perhatian setelah wabah yang berkaitan dengan kapal pesiar asal Belanda, MV Hondius, dilaporkan menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Kapal tersebut tiba...
WHO menjelaskan hantavirus sebagai kelompok virus zoonotik yang secara alami menginfeksi hewan pengerat seperti tikus dan sesekali dapat menular ke manusia.Infeksi pada manusia dapat menyebabkan penyakit serius, terutama gangguan pernapasan dan ginjal, tergantung jenis virusnya. Hantavirus bukan virus yang baru ditemukan dalam beberapa tahun terakhir. Review penelitian yang dipublikasikan di jurnal Viruses pada 2019 menyebut, riset hantavirus di Indonesia sebenarnya sudah dilakukan sejak 1984.Pilihan RedaksiSempat di Pesawat, Penumpang Maskapai Ini Meninggal Akibat HantavirusAntisipasi Hantavirus Masuk RI, Menkes Siapkan SkriningKisah Haru Penumpang Kapal Pesiar MV Hondius Terisolasi HantavirusDalam rentang sekitar 35 tahun penelitian, para peneliti menemukan tanda paparan hantavirus pada hewan pengerat berkisar 0-34 persen, sedangkan pada manusia sekitar 0-13 persen.Review tersebut juga mencatat, setidaknya ada 14 laporan infeksi akut hantavirus pada manusia di Indonesia, meski tidak semuanya dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium lanjutan.Peneliti menilai, angka sebenarnya kemungkinan bisa lebih tinggi karena hantavirus masih jarang diperiksa secara rutin.Pernah ditemukan di Jawa BaratSalah satu penelitian penting terkait hantavirus di Indonesia, pernah dipublikasikan Kosasih dan kolega pada 2011 di jurnal Vector-Borne and Zoonotic Diseases. Penelitian tersebut melaporkan adanya bukti infeksi Seoul virus pada manusia dan tikus di Jawa Barat.Seoul virus sendiri bukan virus berbeda dari hantavirus. Seoul virus merupakan salah satu jenis hantavirus yang umumnya dibawa tikus Rattus, termasuk tikus rumah dan tikus got yang banyak ditemukan di lingkungan perkotaan.Peneliti menyebut temuan itu sebagai laporan pertama infeksi Seoul virus di Indonesia yang didukung bukti klinis, serologis, dan epizoologis.Beberapa penelitian lain juga menunjukkan bahwa hantavirus memang beredar pada populasi tikus di Indonesia. Studi 2013 dalam Journal of Veterinary Medical Science meneliti rodensia di Kepulauan Seribu, Jakarta.Peneliti menemukan antibodi hantavirus pada tikus dan mendeteksi segmen genom virus yang termasuk kelompok Seoul virus. Analisis genetik menunjukkan virus tersebut memiliki hubungan dengan hantavirus yang ditemukan di Vietnam dan Singapura. Pernah menginfeksi manusia di IndonesiaKasus infeksi hantavirus pada manusia di Indonesia juga pernah dilaporkan lebih lanjut. Laporan kasus pada 2018 di jurnal Infectious Diseases of Poverty menjelaskan, adanya dua kasus terkonfirmasi Seoul virus pada manusia di Indonesia.Studi tersebut menyebut Seoul virus ditularkan oleh tikus seperti Rattus rattus dan Rattus norvegicus, yang umum ditemukan di lingkungan perkotaan.Kedua pasien awalnya mengalami gejala mirip penyakit lain, seperti demam berdarah dan tifoid, mulai dari demam, mual, muntah, nyeri tubuh, hingga gangguan pada trombosit dan fungsi hati.Setelah menjalani perawatan di rumah sakit, kondisi keduanya dilaporkan membaik dan tidak mengalami gejala berarti saat pemeriksaan lanjutan.Hantavirus sudah lama ada dalam catatan penelitian dunia, termasuk di Indonesia. Namun karena kasusnya relatif jarang dan tidak selalu terdeteksi, virus ini sering baru menjadi sorotan ketika muncul kejadian luar biasa atau wabah yang menarik perhatian internasional. (anm/rti)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260508132559-255-1356511/bukan-pendatang-baru-kasus-hantavirus-pernah-ditemukan-di-indonesia
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
FOTO: Selamat dari Jagal, Kerbau
28 May 2026
Biar Tak Salah Pilih Pakaian, Ini Cara Mengetahui Bentuk Tubuhmu
28 May 2026
Pria Ini Kesakitan 3 Tahun, Ternyata Ada Batu 1,3 Kg di Kandung Kemih
28 May 2026
Batal Jadi Kurban, Kerbau Trump Dibawa ke Kebun Binatang
28 May 2026
5 Ciri Semangka Merah dan Manis, Jangan Salah Pilih
28 May 2026
Pesawat yang Akan Lakukan Penerbangan 22 Jam 'Delay' Hingga 2027