Gaya Hidup 08 May 2026 10 views

IDAI: Risiko Penularan Hantavirus Rendah, Tak Perlu Panik

Jakarta, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) meminta masyarakat tidak panik menyikapi kabar wabah hantavirus yang berkaitan dengan kapal pesiar MV Hondius.Meski virus ini bisa berb...

IDAI: Risiko Penularan Hantavirus Rendah, Tak Perlu Panik
Jakarta, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) meminta masyarakat tidak panik menyikapi kabar wabah hantavirus yang berkaitan dengan kapal pesiar MV Hondius.Meski virus ini bisa berbahaya, risiko penularan secara luas dinilai rendah. Hal ini karena pola penyebarannya berbeda dengan COVID-19 atau influenza.Lihat Juga :Bukan Pendatang Baru, Kasus Hantavirus Pernah Ditemukan di Indonesia

Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, mengingatkan masyarakat agar tidak ikut menyebarkan kepanikan."Saya kira prinsip pertama adalah jangan suka panikan. Sebagai masyarakat, sebagai orang tua, jangan panikan dulu ya," kata Piprim dalam media briefing IDAI pada Kamis (8/5). Piprim mengatakan, hantavirus umumnya menular dari hewan pengerat seperti tikus. Penularan antarmanusia bisa terjadi, tetapi membutuhkan kontak erat dan berkepanjangan.Pilihan RedaksiAntisipasi Hantavirus Masuk RI, Menkes Siapkan SkriningKisah Haru Penumpang Kapal Pesiar MV Hondius Terisolasi HantavirusApakah Hantavirus Bisa Jadi Pandemi? Ini Kata Ahli"Belum tentu juga apa yang terjadi itu bisa menulari seperti COVID. Karena memang virus ini, virus Andes, ini biasanya menularnya dari rodent, dari tikus dan penularan antarmanusia itu hanya bisa terjadi melalui kontak erat yang berkepanjangan," tutur Piprim.Hal senada disampaikan Dominicus Husada, Koordinator Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI. Ia mengatakan, hantavirus bukan virus baru dan sudah lama dikenal dalam dunia medis."Kita tidak setakut itu lah, dengan hanta ini, tapi memang jangan sampai lengah. Virus hanta adalah sesuatu yang kita sudah kenal cukup lama, bukan virus baru," kata Dominicus.Menurutnya, risiko hantavirus menyebar luas seperti COVID-19 sangat kecil. Penyebabnya, hantavirus tidak mudah menular antarmanusia dalam pergaulan sehari-hari.Dominicus juga menjelaskan, penularan antarmanusia pada virus Andes membutuhkan kontak erat. Misalnya, tinggal serumah, berada dalam ruangan kecil yang sama setiap hari, atau sering berinteraksi dekat dengan pasien.
"Kalau kita tidak merupakan kontak erat, ketemu hanya sesekali, praktis risiko kita itu kecil juga untuk tertular," katanya.Meski begitu, IDAI tetap meminta masyarakat untuk waspada. Piprim menekankan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), terutama menjaga kebersihan lingkungan dari tikus.Masyarakat perlu pula memperhatikan makanan dan lingkungan rumah agar tidak dibiarkan menjadi tempat tikus berkeliaran. (anm/rti)

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260508165550-255-1356658/idai-risiko-penularan-hantavirus-rendah-masyarakat-tak-perlu-panik
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.